Love Destiny

Love Destiny
Epson 250



Satu Minggu berlalu kini ayah Rio pun sudah sadar, kebahagiaan semakin lengkap karena ayah Rio dan bunda Sisil sudah muai menjalani masa pemulihan.


"Sayang." Panggil ayah Rio merentangkan kedua tangannya.


"Hmmmmm, aku bapeureu ah ayah." Goda Dena, ayah Rio mandengar kabar bagaimana Dena membalas sakit hati nya.


Apalagi saat ayah Rio dan bunda Sisil mengetahui atas kepergian tuan Gerry dan tuan Dinata, keduanya begitu terpukul namun karena Dena lah mereka merasa lega.


"Terimakasih, tidak sia-sia opa Dinata mengajarkan mu bela diri." Kekeh ayah Rio memeluk Dena.


"Benar, tapi tidak begitu juga ayah. Dena malah terlihat seperti psycop*th." Ucap Dea membuat orang yang berada di kamar rawat ayah Rio tertawa.


"Kalau aku tidak seperti itu, aku tidak akan bisa sebahagia sekarang." Ujar Dena.


"Mengerikan bukan, dia akan bahagia saat dia berhasil melumpuhkan Mus*h nya." Ucap Dea.


"Daripada aku bahagia karena sudah melumpuhkan kakak." Cebik Dena membuat Dea menganga.


"Bisa-bisanya ni anak ngomong gitu, jangan melupakan siapa suami kakak kamu." Kesal Dea, membuat Dena tertawa kecil.


"Dan kakak jangan melupakan siapa suami aku." Ucap Dena tidak mau kalah, kini Dea pun menelan Saliva nya melihat Keanu yang sejak tadi diam.


"Kalian ini kenapa, jelas-jelas suami kalian memiliki kelebihan masing-masing. Dea, Dena dan Mei dengar ayah. Ayah tidak mau mendengar kalian membandingkan suami kalian, ingat hargai dan hormati suami kalian. Jangan pernah membandingkan nya dengan orang lain ataupun keluarga kalian sendiri." Ucap ayah Rio, membuat ketiga anak gadis nya mengangguk patuh.


"Iya ayah." Jawab Mei, Dea, dan Dena membuat Justin, Keanu dan Dio tertawa kecil.


"Kakak si, mulai kan ayah kuliah nya." Cebik Dena.


"Kamu kan yang pertama bukan kakak." Ujar Dea tidak mau kalah.


"Intinya ini semua itu karena kalian berdua, dan aku yang kena imbasnya udah beres kan." Ucap Mei, membuat Dena dan Dea menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Sudah kemari, ayah merindukan kalian putri-putri ayah." Ucap ayah Rio, Mei terharu ia benar-benar merasa bersyukur karena ayah Rio masih baik kepada nya.


Ketiganya pun mendekati ayah Rio dan memeluk nya, sementara bunda Sisil mengerucutkan bibirnya dengan kesal.


Dio dan Justin yang peka menarik Keanu mendekati sang bunda, dan memeluk bunda Sisil.


"Bunda bersyukur karena memiliki ketiga putra yang baik dan tampan seperti kalian." Ucap bunda Sisil.


"Tentu saja bunda harus bersyukur, karena hanya menantu bunda yang bubuk unggul semua." Goda Dio.


"CK, kau ini bisa saja." Kekeh bunda Sisil.


"Apalagi Keanu Bun, beuh." Ucap Dio dan Justin.


"Ada apa?" Tanya Keanu bingung.


"Sultan sejak zigot gak yan." Ucap Dio dan Justin bersamaan, membuat bunda Sisil dan yang lainnya tertawa.


"Kalian jangan melupakan kalau kalian juga sama, sejak jadi cebong." Ujar Dena membuat ruang rawat bunda Sisil terasa ramai dan hangat.


Kebahagiaan yang benar-benar sudah mereka rindukan, baiklah dibalik kesedihan dan kesulitan pasti ada kebahagiaan setelah nya.


...


Dena tersenyum senang melihat Karen dan Niken membantu mempersiapkan penyambutan kedua orangtuanya, Dena berlari memeluk para ipar nya yang selama ini ia cueki karena beberapa urusan.


"Terimakasih, kalian selalu menjadi yang terbaik. Aku sangat-sangat menyayangi kalian." Ucap Dena memeluk Karen dan Niken.


"Dan kau wanita bar-bar, kau selalu menjadi kesayangan kami. Kami akan selalu ada untukmu apapun yang terjadi." Ucap Karen, Dena tersenyum dan memeluk Karen.


"Terimakasih kalian sudah menemani Dena dimasa sulit nya." Ucap ayah Rio, kini mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


"Tidak apa om, kami begitu menyayangi Dena. Maka dari itu kami tidak ingin membuat Dena merasa sendiri." Balas Karen.


"Tuan Richard begitu beruntung memiliki menantu baik seperti kalian." Ucap bunda Sisil.


"Ah, tidak Tante justru kami yang merasa beruntung memiliki saudara ipar seperti Dena." Ucap Karen.


"Benar, kami tidak tahu akan seperti apa keluarga kami jika tidak ada Dena. Mungkin kami akan masing-masing tidak saling mengasihi seperti sekarang." Ujar Niken, mereka tersenyum.


Mei dan Anna menatap Dena dengan lembut, mereka bangga kepada Dena yang selalu membawa aura positif nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Aaaaa berasa beban di pundak lepas gitu kan 😂


A: Plong ye kan 😂


N: Bener banget uwwww 😭


A: Semangat Uun, jangan lupa vote author nya ye 🤗


N: Ngokhey 🤗


**Oke guys (Love Destiny) series pertama udah selesai yak, dan doain aku biar bisa lanjut ke series dua dengan cepat. Semoga otak nya lancar terus gak loading ye kan, biar bisa rajin up. Makasih juga buat kalian yang selalu setia nunggu aku update ahhh aku sayang kalian 🤗🤗🤗***