
Di kediaman tuan James lelaki yang akhir-akhir ini terlihat sangat bahagia itu sedang menerima telepon dari rekan bisnis nya, sampai saat tuan James menoleh ia melihat tangan kanan nya yang berlari untuk menemui nya.
"Tuan." Ujar lelaki itu terengah-engah, tuan James yang merasa ada yang tidak beres pun mengakhiri panggilan nya.
"Kita bicara lagi nanti." Ucap tuan James, kepada orang yang berada di sebrang telepon.
"Apa yang terjadi?" Tanya tuan James, ia merasa hatinya tiba-tiba saja tidak karuan.
"Tu_tuan nona_" Ucapan nya terhenti, saat mendengar sebuah teriakan yang begitu keras dari dalam rumah.
"Feliciaaaaaaaa." Teriakan itulah yang didengar oleh tuan James, mengenal suara itu milik istrinya tuan James berlari kedalam rumah.
Disinilah ia kembali melihat nyonya Alicia yang terlihat sangat menyedihkan, namun apa yang terjadi kenapa istrinya kembali seperti ini.
"Sayang." Panggil tuan James.
"Feliciaaaa, tidak kau tidak boleh meninggalkan mommy. Kau sudah janji tidak akan pergi, dad Felly dad." Racau nyonya Alicia.
"Ada apa dengan Felly?" Tanya tuan James.
"Felly kecelakaan dad, putri kita tidak apa-apa kan. Putri kita harus selamat dad harus." Histeris nyonya Alicia, sementara tuan James merasa tulang di tubuh nya ditarik paksa.
Mendengar kabar mengenai putrinya yang kecelakaan membuat jantung tuan James berdebar kencang, kenapa harus lagi tuhan. Kenapa harus putrinya lagi, ia baru saja menemukan putri semata wayangnya.
Tuan James baru saja memberikan hidup yang layak untuk putrinya, bahkan ia dan nyonya Alicia masih berjuang untuk kebahagiaan Felly. Tapi kenapa kesedihan itu harus dirasakan lagi oleh putrinya, kenapa seakan semuanya seperti tidak ingin melihat Felly baik-baik saja.
Bahkan nyonya Alicia meninggalkan kesibukannya hanya untuk Felly, demi bisa melihat Felly di rumah setiap hari. Tuan James lebih banyak mengerjakan pekerjaan nya dirumah juga demi Felly, lelaki yang sangat ditakuti itu sangat sibuk bahkan jarang pulang ke rumah sebelumnya. Namun setelah menemukan Felly ia selalu pulang meskipun ada pertemuan bisnis diluar kota.
"Apa yang terjadi? Kenapa Felly bisa kecelakaan?" Tanya tuan James sedikit emosi, tentu saja siapa yang tidak emosi.
"Tuan maaf, dari Informasi yang say dengar bahwa rem mobil yang ditumpangi oleh nona blong." Ucap tangan kanan tuan James, yang sejak tadi mengekori tuan nya.
"Rem mobil blong? Mobil mana yang dikendarai oleh Felly? Bukankah mobil dirumah ini selalu di cek sebelum Felly mengendarai nya." Ucap tuan James, lihatlah bahkan tuan James begitu menjaga keamanan dan keselamatan putrinya.
"Benar, tapi nona tidak membawa mobil dari rumah tuan. Saat itu nona menumpangi mobil milik nona Devika Matthew, putri dari tuan Devin Matthew." Ucap nya.
"Lalu bagaimana keadaan gadis itu dan putriku?" Tanya tuan James tidak sabaran.
"Tuan nona mencoba menyelamatkan gadis itu dengan mendorong nya itu keluar dari mobil, namun saat nona akan keluar mobil itu sudah jatuh ke dasar jurang." Jelas nya, rahang tuan James mengeras. Apalagi saat mendengar nyonya Alicia kembali histeris.
"Apakah putriku belum ditemukan?" Tanya tuan James menunduk, lelaki kuat dan gagah itu menitihkan air matanya.
"Be_belum tuan." Jawab nya.
"Bo*oh cari putriku sampai ketemu, aku tidak akan menerima laporan apapun selain kabar mengenai putriku." Bentak tuan James.
"Ba_baik tuan." Ujar nya.
Tuan James merengkuh tubuh nyonya Alicia yang sejak tadi menangis, tuan James tahu istrinya itu sangat terpukul.
"Felly, kamu sudah berjanji akan baik-baik saja kan. Mom janji tidak akan marah asal Felly pulang." Lirih nyonya Alicia dalam pelukan tuan James.
"Sayang tenanglah putri kita itu kuat, dia akan kembali sesegera mungkin." Ucap tuan James.
"Tidak, Felly pasti sendirian dad. Dia pasti kedinginan ayok jemput Felly ayok." Lirih nyonya Alicia, tuan James terus saja menenangkan istrinya. Daddy Felly itu mengangkat tubuh nyonya Alicia ke kamarnya.
...
Sementara itu di sebuah rumah sakit terlihat Devika yang sedang terbaring lemah, wanita itu sempat koma karena shock juga luka yang di alaminya cukup parah.
Rafael dan Samuel menatap tubuh Devika kedua lelaki itu begitu terlihat tenang, tapi jujur saja hati dan fikiran Rafael berkelana lelaki itu memikirkan wanita yang mengorbankan nyawa demi sahabatnya.
"Andai bukan gadis itu yang bersama dengan Devika, mungkin nasib Devika juga akan sama seperti dia." Ucap Samuel.
"Apa maksudmu?" Tanya Samuel.
"Kau fikir yang kau fikirkan benar? Jika kau takut kehilangan Devika, lalu bagaimana dengan orang tua Felly." Ucap El, Dena berlari dari kejauhan ia menarik Rafael dan memeluk nya.
Begitupun dengan Devin dan Chika yang ikut berlari dan melihat keadaan putrinya, Chika menangis tersedu-sedu dengan keadaan Devika.
"Apa yang terjadi?" Tanya Chika, namun El tidak menjawab nya.
Lelaki itu memutuskan memeluk erat sang mommy, Dena tahu bagaimana perasaan putranya. Putra dingin yang akhir-akhir ini terlihat ceria.
"Felly akan baik-baik saja percayalah." Ucap Dena, Kyra, dan Nathia menunduk menangisi Felly yang hilang entah kemana.
"Apa yang terjadi kepada Devika Nathia." Tanya Chika, Nathia dan Kyra pun menjelaskan semua yang terjadi.
Bahkan mereka menjelaskan Felly yang rela mengorbankan nyawa nya demi Devika, sampai Felly hilang dan belum di ketemukan.
"Fe_felly?" Tanya Chika, kedua gadis itu mengangguk. Dan Samuel bungkam ia tidak menyangka ada orang seperti Felly.
Dena terus menenangkan Rafael yang menangis dalam pelukannya, ini pertama kalinya Dena melihat Rafael menangis setelah dewasa.
Dulu El akan menangis jika meminta susu dan memperebutkan Dena dengan Kean, namun kali ini putranya sudah dewasa sudah memiliki kekhawatiran kepada seorang gadis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N*: Thor gelud yuk ah, Lo bener-bener bikin gue mellow π
A: Ternyata nyesek ya Uun π
N: Heh, kemana aja Lo jamilehπ
A: Mon maap, gue kira gak sesedih ini π
N: Parah Lo ah kesel kan gue π
A: Sabar Uun sabar π
N: Bodomamat Lo Thor ππ