
Udara pagi yang dingin membuat Crystal enggan untuk bangkit dari peraduannya. Meski alarm dalam ponselnya sudah berbunyi berkali – kali, namun gadis itu masih enggan membuka mata, malah menggulung tubuhnya dengan selimut agar hangat.
Hingga bayangan garang professor Stevanus mulai muncul dikepala, membuatnya langsung meloncat bangun dan berlari menuju kamar mandi.
Crystal mandi dengan sangat cepat saat ingat bahwa pagi ini di ada jadwal untuk melakukan presentasi dihadapan professor Edward dan professor Stevanus.
Dua orang dosen yang terkenal killer dan sangat disiplin serta paling dihormati dikampus. Siapa saja yang berhasil dalam seminar hasil penelitian dengan mereka, bisa dipastikan tugas akhir atau yang biasa disebut skripsi yang akan mereka kerjakan bisa berjalan dengan lancar.
Untung saja semua berkas yang akan Crystal gunakan pagi ini sudah dia masukkan dalam tas ranselnya semalam. Begitu juga dengan baju yang hendak dipakainya pagi ini, sudah dia siapkan sejak semalam.
Tampaknya Crystal sudah memiliki firasat jika pagi ini dia akan terlambat karena semalam Arnold minta ditemani untuk tidur dan dokter Philip kembali melakukan observasi padanya, hingga mengharuskan dirinya berada didalam kamar Arnold sampai pukul satu dini hari.
Setelah semua rapi, Crystal segera turun, mencomot satu sandwich yang ada diatas meja dan tak lupa untuk mengecup bibir Arnold sebelum berlari menuju mobilnya.
Arnold yang pagi – pagi mendapatkan kejutan dari Crystal hanya menaikkan satu alisnya heran melihat tunangannya itu berangkat dengan buru – buru.
Selama perjalanan, Crystal terus saja melihat jam yang ada ditangannya. Beberapa kali dia mengumpat saat mobil yang ada didepannya tiba – tiba berhenti atau mobil yang ada disampingnya tiba – tiba memotong arah tanpa menghidupkan sein sebagai peringatan.
“ Kurang 5 menit lagi…masih sempat…”, ucap Crystal yang langsung berlari saat turun dari dalam mobil.
“ Maaf…maaf…”, beberapa kali kata itu dia ucapkan saat menabrak tubuh seseorang, saat dia berlari menuju ruang seminar.
“ Pas…huftt…”, batin Crystal sambil berdiri untuk mengatur nafasnya.
Crystal berhenti sejenak didepa ruang seminar sambil mengatur nafas dan mengelap keringat yang ada didahinya berulang kali, hingga satu suara mengejutkannya.
“ Bagaimana, sudah siap…”, ucap professor Edward tiba – tiba dari belakang membuat jantungnya serasa berhenti berdetak sebentar.
“ siap prof…”, ucapku sopan, mengambil nafas dalam dan tersenyum lebar.
Bersama dua orang dosen pengujinya hari ini, Crystalpun segera menuju tempatnya, mengeluarkan laptopnya dan menyambungkannya kelayar proyektor yang ada dibelakang punggungnya.
Setelah semua siap, dan semua peserta serta dosen penguji sudah berada ditempatnya masing – masing, Crystalpun segera memulai presentasinya.
Seminar laporan hasil penelitian memang biasanya dilakukan secara terbuka. Jadi bukan hanya dosen penguji yang bisa bertanya. Para peserta dari berbagai jurusan yang hadirpun mempunyai hak yang sama untuk bertanya.
Meski dia sangat beruntung karena professor Stevanus yang mengujinya, jika lolos maka peluang dia untuk mengajukan skripsi dari hasil penelitiannya terbilang cukup tinggi untuk di acc.
Dan hal tersebut bisa memudahkannya dalam pengerjaan skripsi yang akan dijalaninya. Namun yang paling menyebalkan dari semuanya adalah para fans professor Stevanus.
Karena sangat tampan dan masih muda serta masih single, banyak mahasiswi yang menaruh hati pada dosen muda itu.
Imbasnya, seminar hasil penelitian yang dilakukan oleh Crystal pagi ini dibanjiri oleh mahasiswi yang menaruh hati pada dosen muda itu.
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengajukan pertanyaan – pertanyaan sulit hanya untuk menarik perhatian dosen muda tersebut.
Tentu saja dalam hal ini yang paling direpotkan adalah Crystal, meski semua pertanyaan tersebut dapat dengan mudah dijawabnya , namun datangnya pertanyaan sebanyak itu tentunya sangat tidak diharapkan bagi siapapun yang melakukan presentasi seperti dirinya sekarang.
kecerdasan Crystal dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh para audience yang hadir membuatnya mendapatkan pujian dari profesor Stevanus, dosen yang terkenal killer dan pelit nilai itu.
Pujian yang dilontarkan oleh dosen muda tersebut tentu saja membuat para fansnya menatap geram kearah Crystal karena dianggap telah mengambil perhatian idola mereka.
" Hey...bukan salahku jika profesor Stevanus memujiku...", batin Crytstal acuh, sambil mengangkat kedua bahunya sebagai isyarat kepada para fans dosen muda itu jika pujian itu bukanlah tujuannya.
Belum juga kehebohan mengenai pujian itu redah. Professor Stevanus kembali membuat kehebohan dengan langsung memberikan Crystal nila setelah seminar berakhir.
Nilai yang diberikan profesor Stevanus tidak main - main, A+ sebagai nilai hasil penelian Crystal, sebuah nilai yang tidak pernah dikeluarkan oleh dosen muda itu.
Tentu saja hal tersebut membuat heboh seisi ruangan. Banyak yang memuji dan mengucapkan selamat kepada Crystal.
Namun tidak sedikit juga yang mencibir dan menyebarkan rumor jika Crystal main belakang hingga bisa mendapatkan nilai sempurna dari dosen yang sama sekali tidak pernah memberi nila sempura (A) untuk mahasiswanya.
Semua orang sangat tahu jika professor Stevanus paling mentok memberikan nilai B+, itupun hanya segelintir siswa yang tergolong pintar yang bisa mendapatkan nilai tersebut.
Tanpa disadari semua orang, disudut ruangan terlihat seorang gadis sedang tersenyum bahagia menyaksikan peristiwa tersebut.
Meski akhirnya rumor tersebut hilang dan nama gadis itu kembali bersih setelah kemunculannya kembali dikampus bintang.
Sementara itu, Crystal yang melewatkan makan paginya karena kesiangan, setelah seminar langsung berjalan menuju kantin.
Saat sedang asyik menikmati makanannya, tiba – tiba ponselya berbunyi. Salah satu teman group kelasnya menyuruhnya untuk melihat web kampus yang saat ini sedang ramai dibicarakan.
Crystal sebenarnya sudah memiliki firasat buruk saat professor Stevanus memberinya nilai A+ waktu selesai seminar tersebut.
Pasti banyak fans yang iri dan tidak senang dengan prestasi yang diterimanya itu. Namun Crystal tidak pernah berpikir bahwa berita tentang hal itu akan menyebar dengan begitu cepat.
Crystalpun segera membuka web kampus dan masuk kedalam halaman forum yang ada disana. Dia segera melihat pada halaman pertama adalah topik yang sangat popular “ Dibalik Layar Most Wanted Girl Kampus Bintang ”, judul sensasional ini tentunya akan menarik banyak klik hanya dengan satu tampilan.
Posting dimulai saat dirinya kembali aktiv mengikuti perkuliahan dikampus bintang. Tentang bagaimana Crystal yang frustasi akibat ditinggal nikah oleh kekasihnya.
Dimana istri sang kekasih adalah kakak kandungnya sendiri yang dalam kondisi hamil menyebabkan dia frustasi dan depresi hingga akhirnya memutuskan cuti kuliah.
Setelah kembali aktiv dia mulai merayu para dosen hingga akhirnya bisa menyusul ketertinggalannya selama enam bulan cuti kulaih.
Bahkan dia mendapatkan kesempatan untuk melakukan penelitian dengan 3 dosen yang mendampinginya yang merupakan dosen pilihan kampus bintang.
Postingan dengan judul “ Naik ranjang demi nilai dan lulus cepat ” yang ditulis oleh akun anonim tersebut cukup banyak menyedot pembaca.
Seluruh artikel yang ditulis tersebut sangat tidak logis dan sangat terlihat untuk menyudutkannya. Bahkan di postingan terakhir yang baru saja dipost adalah tentang dirinya yang mendapatkan nilai A+ dari professor Stevanus pada saat seminat hasil penelian yang berlangsung pagi tadi.
Banyak komentar pujian dan dukungan untuknya, meski banyak juga komentar pedas dan jahat untuknya. Bahkan dapat Crystal lihat jika dalam komentar tersebut ada beberapa akun yang memang sengaja muncul untuk semakin membuat panas para fans profesor Stevanus.
Saat sibuk dengan ponselnya tanpa Crystal sadari Adisty sudah duduk di kursi yang ada dihadapan gadis itu dengan wajah marah.
“ Crystal…apa kamu baik – baik saja ? Semua orang ini sudah keterlaluan, bagaimana mereka bisa mengatakan hal – hal buruk ini kepadamu ?...”, Adisty berkata dengan marah.
Adisty sama sekali tidak mengerti, bagaimana Crystal bisa tampak tenang dan baik – baik saja saat melihat semua orang menghujatnya.
Dia juga masih belum paham, kenapa kondisi sahabatnya itu baik - baik saja setlah banyak pesan provokativ yang dikirimnya ke Arnold.
Adisty hampir setiap hari mengirip pesan provokatif kepada Arnold. Kabar tentang kecurangan Crystal dibelakang Arnold dengan harapan tunangan sahabatnya itu kembali mengurung dan menyiksa Crystal, seperti sebelum – sebelumnya.
Hal tersebut tentu saja membuat Adisty semakin geram, karena targetnya terlihat sama sekali tak berpengaruh terhadap semua hal itu.
Melihat wajah Adisty yang seakan – akan prihatin dengan kondisinya membuat Crystal dalam hati tersenyum sinis. Acting sempurna sahabatnya itu layak dianugrahi piala oscar karena mampu menipu mata semua orang.
Diacuhkan tidak membuat Adisty mundur, diapun kemudian memberikan pertanyaan jebakan, ingin mengetahui bagaimana reaksi sahabatnya itu.
“ Kalau boleh tahu, sejak kapan kamu dekat dengan professor Stevanus ? saya dengar beliau tidak pernah memberikan muridnya nilai sempurna, tapi ini A+, dia benar – benar memberikanmu nilai itu. Jika dia tidak menganggapmu special, lantas apa !!!...”, Adisty berkata untuk memancing respon Crystal.
“ Itu wajar, karena penelitianku sempurna…”, ucap Crystal congkak.
Mendengar ucapan sahabatnya, Adisty yang sedang minumpun langsung menyemburkan air yang ada dimulutnya karena terkejut.
" Hello...bagaimana dia bisa sepercaya diri seperti itu...", batin Adisty muntah darah mendengar kesombongan sahabatnya itu.
Tidak ingin kalah, Adisty kembali menampilkan wajah cemas yang berlebihan, seakan - akan dirinya mewakili perasaan Crystal saat ini setelah melihat postingan di forum kampus itu.
“ Tapi, kamu harus hati – hati. Professor Stevanus memiliki banyak fans, dan aku yakin postingan itu pasti ditulis oleh para fans dosen itu untuk menjatuhkanmu…”, ucap Adisty menasehati.
Crystal mencibir dalam hati saat sahabatnya itu bertindak seperti orang baik hati didepannya dan menusuknya dari belakang, benar – benar licik.
Malas menangapi gadis yang ada dihadapannya, Crystalpun segera beranjak dari tempat duduk setelah makanan yang ada dihadapannya habis.
“ Crystal !!!…kenapa diam saja !!!….kamu mau kemana ?…”, tanya Adisty sedikit kecewa dengan sikap acuh sahabatnya itu.
“ Lab..”, ucap Crystal singkat dan sambil melenggang pergi meninggalkan Adisty yang dalam hati mengucapkan sumpah serapah terhadapnya.