
Tiga hari berlalu kini Rafael sedang libur kuliah, ia melihat Dena yang sedang memasak banyak makanan.
"Apa ada acara? Kenapa mommy memasak banyak sekali makanan?" Tanya El.
"Apa harus selalu ada acara untuk masak banyak." Jawab Dena.
"CK, tidak juga." Jawab El.
"Malam ini aunty Chika, dan aunty-aunty yang lainnya akan makan malam disini boy." Ujar Dena.
"Lalu?" Tanya El, lelaki itu selalu saja datar.
"Lalu kau ambilkan cake pesanan mommy di toko kue, jangan sampai telat!" Ucap Dena, El menghela nafasnya.
"Ayok kak, Ayaza ingin ikut kakak." Ujar nya, Rafael tersenyum dan mengajak sang adik pergi.
"Kalian mau kemana?" Tanya Kean.
"Ambil kue pesanan mommy." Jawab Ayaza.
"Baiklah hati-hati." Ujar Keanu, El dan Ayaza pun mengangguk.
Di perjalanan keduanya hanya diam Ayaza bingung apa yang harus ia katakan, begitupun dengan Rafael yang juga bingung harus mengatakan apa.
"Kak." Panggil Ayaza, akhirnya gadis itu memulai pembicaraan.
"Hmmmmm." Sahut Rafael.
"Kalau teman-teman mommy akan makan malam di rumah, itu artinya kak Devika juga akan datang kerumah?" Tanya Ayaza.
"Lalu." Ujar El.
"Ish, kakak ini tidak peka sekali. Apa kakak tidak merasa tertarik kepada kak Devika." Ucap Ayaza, membuat El menoleh.
"Maksudmu?" Tanya El.
"Apa kakak tidak menyukai kak Devika?" Tanya Ayaza, Ayaza sebagai seorang adik ingin tahu bagaimana perasaan sang kakak.
"Aku menyukainya seperti aku menyukai kau, Kyra dan Nathia." Jawab El, ayaza mengangguk dan tersenyum.
Skip sampai!!!
Kini El dan Ayaza tiba di toko kue langganan Dena dan nyonya Ellen, saat memasuki toko itu El melihat seseorang yang pernah ia lihat sebelumnya.
"Kak ayok malah bengong." Ucap Ayaza.
"Eh, iya." Ujar El.
"Selamat datang nona ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang wanita cantik.
"Hmmmmm, saya mau mengambil pesanan milik mommy Dena." Ujar nya.
"Nyonya Dena? Baiklah saya ambilkan dulu." Ucap Fely, ya gadis itu adalah Fely.
"Hmmmmm." Balas Ayaza, ia menatap El yang sejak tadi diam.
"Kak kau kenapa?" Tanya Ayaza.
"Tidak aku tidak apa-apa." Jawab El.
(Kenapa dia diam saja tanpa marah atau meminta pertanggungjawaban kepadaku, apa dia lupa jika aku yang menabraknya saat itu.) Batin El, padahal El mendengar dari Dena jika gadis itu sama sekali tidak meminta ganti rugi kepada Dena. Dan setelah pergi pun Fely tidak menghubungi Dena sama sekali.
"Ini nona pesanannya." Ucap Fely kepada Ayaza.
"Oke terimakasih." Balas Ayaza, Feli melirik El sekilas namun ia hanya tersenyum tipis mengapa El yang menjadi konsumen di toko kue tempat nya bekerja.
Malam hari kini para keluarga sudah berkumpul begitupun para sahabat Dena, tata menatap Ayaza yang sejak tadi diam juga El yang tidak bersuara sama sekali.
"Kalian kenapa?" Tanya Tata.
"Tidak apa-apa." Jawab El dan Ayaza.
Devika melirik El yang sedang makan dengan tenang, sementara Dena tidak menggubris hal itu karena ia akan menayangkan nya nanti setelah acara makan malam selesai.
"Kuliah El bentar lagi selesai kan, gak mau nyari calon El." Goda Nathan, El tersenyum tipis.
"Gak uncle." Jawab nya, Dena dan Kean saling pandang.
"Gak ada niatan buat dicariin calon El." Kekeh Kai, El tertawa kecil.
"Tidak juga uncle." Jawab nya.
"Kenapa Daddy kamu juga tidak akan melarang jika kamu memiliki kekasih." Ucap Nathan.
"Tidak apa-apa, aku tidak ingin membuat masalah dalam hidupku. Jika kalian mencarikan aku jodoh itu artinya aku tidak menjalankan hubungan itu dengan nyata, karena aku harus berusaha menjaga perasaan wanita nya dan tidak bisa menjadi diriku sendiri. Karena banyak kepercayaan yang harus aku jaga." Ucap Rafael.
"CK, pantes dulu si Kean kabur Mulu kalau mau di jodoin." Kekeh Kai.
"Kabur juga dapet nya pendamping yang nyata, Kean jadi dirinya sendiri. Dena juga jadi dirinya sendiri." Ucap Nathan, semua orang tertawa.
"Sudah-sudah kalian kenapa membicarakan hal itu, biarkan anak-anak yang memilih jalan hidupnya. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung." Ucap Dena, merekapun menyetujui nya.
Setelah selesai makan malam Rafael langsung pergi ke kamar nya begitu saja, entah apa yang difikirkan oleh Rafael namun semua orang mengerti hal itu. Karena El memang selalu tidak ingin mencampuri urusan orang tua nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Yang komen banyak peramal dadakan tentang fely Thor 😂
A: Lah iya🤣 apalagi yang komen nya panjang gitu kan berasa fikiran dia sama fikiran gue sama kali ya😂
N: Tanpa mereka sadari hal kaya gitu yang bikin Lo males nulis kan, karena dilema 😂
A: Dah lah Uun gue nulis rada kurang mood, jadi seadanya ya 😂
N: Kan kena lagi 😌
A: 😂😂😂*