
Satu Minggu berlalu kini keluarga ayah Rio pamit untuk kembali ke negara dan kediamannya masing-masing, Dena memeluk Aiden dan Alexi kedua ponakan tampan nya.
Jangan lupa Dena juga memeluk Arka, Azka, Axel, Aleta dan Aneska.
"Aiden ganteng nya ngajak berumah tangga." Kekeh Dena, Aiden pun menunduk dengan malu-malu.
Sementara Alexi bocah itu terlihat dingin, datar, bahkan Dena dan Keanu sampai bingung melihat kedua putra Dea yang sama-sama datar dan dingin.
"Kita pamit ya aunty, jangan lupa nanti gantian aunty yang main kesana." Ucap Aiden, Dena mengangguk dan mencium pipi Aiden.
Padahal Aiden tidak suka jika pipi nya di cium, bocah itu sudah mulai merasa malu. Namun apa boleh buat yang mencium aunty kesayangan nya.
"Alexi aunty gak di peluk nih." Goda Dena, Alexi pun dengan gaya cool nya berjalan mendekati Dena.
"Lexi pulang ya aunty, nanti aunty main-main ke rumah Lexi." Ujar nya, Dena pu mengangguk.
"Yang kembar itu Alexi dan Anes kan, tapi kenapa yang nama nya mirip Alexi Aiden." Kekeh Karen.
"Nama nya dari a semua, ini pasukan A." Kekeh Dena.
"Ayah pulang dulu ya sayang, jaga diri baik-baik." Ucap ayah Rio, memeluk dan mengecup kening Dena.
Ayah Rio harus kembali ke tanah air, karena ada urusan penting. Dan Dena memeluk ayah nya dengan erat.
Kini para keluarga Dena pun sudah keluar dari kediaman Richard, mobil yang di tumpangi pun sudah semakin menjauh.
...
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Keanu terbangun lebih dulu, karena ia ada meeting penting pagi ini.
Kean menatap Dena yang masih terlelap, lelaki itu tersenyum lembut ia tahu jika Dena merasa lelah setelah di buat begadang oleh Keanu.
"Pagi sayang." Sapa Kean, saat melihat Dena membuka matanya.
"Emmmhhh, kamu sudah bangun." Tanya Dena menutupi tubuhnya yang polos.
"Cup, istirahat lah kamu pasti lelah." Ucap Keanu.
"Hmmmmm, aku mau mandi dulu." Ucap Dena, Keanu pun mengangguk.
Saat Dena sedang membersihkan dirinya Rafael datang memanggil mommy nya, Keanu membuka pintu untuk putranya.
"Pagi boy." Ucap Kean, mengecup chubby El.
"Hmmmmm, mommy mana?" Tanya El, bocah itu menatap tajam Keanu.
Gara-gara ucapan Nathan kemarin yang berkata Kean memasukan adik ke perut Dena, membuat Rafael sedikit takut dan tidak nyaman.
""Loh, El kenapa?" Tanya Dena yang baru selesai mandi.
"Mommy." Pekik Rafael memeluk Dena.
"Heh, pagi-pagi main peluk aja." Ucap Keanu.
"Biarin mommy nya El." Ucap El, Dena tersenyum dan mendudukkan tubuh El di atas tempat tidur.
Sementara itu Dena berjalan menuju ruang ganti, setelah selesai Dena Keanu dan El keluar dari kamar.
"Si El, pagi-pagi udah jadi bodyguard aja El." Goda Nathan.
"Gara-gara kamu." Sengit Dena, Nathan pun tertawa puas.
"Tahu ni bocah satu, Richard tahu habis kamu nath." Ucap Oma, membuat Nathan menelan Saliva nya.
"Sekali lagi kamu ledekin El soal adik, saya pindahkan kamu ke luar planet tentunya di pelosok." Ancam Keanu, lagi-lagi membuat Nathan bergidik ngeri.
"El serem ya bro, masih kecil udah bisa ngari ancaman." Kekeh Kai.
"Bapak nya yang ngasi ngomong-ngomong." Ucap Dena, merekapun kembali tertawa.
Setelah selesai sarapan kini Keanu pamit pergi ke kantor, sementara Dena mengajak El kembali ke kamar nya. Ia masih merasa ngantuk karena perbuatan Keanu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Seadanya dulu oke 😊
N: Oke Thor 😂
A: 🤗🤗🤗, dan buat yg komen kangen Dea Justin, perdebatan Oma yang jangan di tunjukin mon maap kok kesannya kaya gimana gitu ya 😊 tolong hargai aja ya 😊
N: Sabar Thor, kebanyakan emang begitu suka nya nuntut 😏
A: Ke gue nya jadi kehilangan alur ini 😂
N: Lah 😭 semangat ya 🤗
A: Hmmmmm, oke 😊
**N: 🤗🤗🤗***