
Untuk sementara waktu, sambil mendinginkan hati dan pikirannya Crystal berencana untuk menempati apartemen milik Lea yang kosong karena sahabatnya itu untuk sementara waktu stay di pulau berlian sambil mengurus perusahaan yang baru saja dipegangnya.
Karena sudah terbiasa tinggal disana, maka dengan mudah Crystal bisa masuk kedalam. Untung saja di apartemen Lea ada computer dan wifi sehingga Crystal bisa melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Lea yang sedang melacak keberadaan Crystal langsung mengiriminya pesan begitu melihat sahabatnya itu aktiv di salah satu medsosnya.
“ Gila…cepet bener si Lea ini…”, guman Crystal sambil membalas pesan sahabatnya itu dengan senyuman.
Crystal tersenyum lebar waktu sahabatnya itu memaki – maki dirinya karena telah membuat semua orang pusing atas kepergiannya dari rumah.
Meski sebal dengan ulah sahabatnya itu, namun Lea juga memaklumi sikap Crystal, mengingat sifat Arnold yang tidak terlalu baik menurutnya.
Lea tampaknya masih dendam kepada Arnold setelah pertengkaran yang terjadi antara dirinya dengan suami sahabatnya itu dipulau berlian beberapa saat yang lalu.
“ Sebaiknya jangan on lagi jika tak ingin terlacak…”, pesan Lea sebelum mereka mengakhiri sesi curhat malam ini.
Crystal yang sudah sangat lelahpun akhirnya mematikan computer milik Lea dan mulai merebahkan tubuhnya diatas ranjang menuju alam mimpi.
Sampai pagi Arnold sama sekali belum menemukan jejak Crystal. Dengan langkah gontai dia masuk kedalam rumah dan duduk lunglai di sofa.
Elisabeth yang baru mengetahui tentang permasalahan yang menimpah cucunya dari Emily perlahan mendekat ke arah Arnold.
“ Bagaimana Crystal?...sudah ketemu ?...”, tanya Elisabeth cemas.
Arnold hanya menggelengkan kepala menanggapi pertanyaan sang nenek. Saat ini hatinya sangat sedih, rasa takut kehilangan Crystal semakin besar terasa.
“ Biarkanlah dulu…nenek rasa Crystal hanya perlu waktu untuk menenangkan diri…”, ucap Elisabeth memberi saran.
“ Tidak bisa nek…jika dibiarkan, kesalah pahaman ini akan semakin besar…. ”, ucap Arnold resah.
“ Tapi, jika kalian bertemu masih dengan hati panas seperti ini, yang ada pertengkaran akan kembali terjadi…”, ucap Elisabeth mengingatkan.
“ Aku tetap akan mencarinya…keujung duniapun pasti akan kutemukan…”, ucap Arnold sambil berlalu.
Elisabeth hanya bisa menghela nafas panjang menghadapi kekeras kepalaan cucunya itu. Dia sudah punya feeling jika hal ini akan terjadi, melihat bagaimana Arnold mengabaikan istrinya demi Casandra.
Ditambah lagi, hadirnya seseorang yang memancing di air keruh membuat hubungan keduanya semakin memburuk.
Elisabeth hanya berharap jika keduanya mampu menyelesaikan semua permasalahan yang mereka hadapi dengan kepala dingin.
Crystal yang masih enggan untuk bertemu dengan Arnold memilih untuk tetap berdiam diri di apartemen tanpa menghidupkan ponselnya.
Semua pekerjaan dia kirim lewat email, dia juga meminta tolong kepada Andrew agar tidak perlu mengkhawatirkan dirinya dan meminta asistennya itu untuk menghandle semua kegiatan hari ini.
Begitu juga dengan urusannya yang lain, termasuk perkuliahannya yang hari ini dia lakukan secara online beserta tugas – tugas yang diberikan kepadanya.
Namun ketenangan Crystal tak berlangsung lama, anak buah Arnold akhirnya berhasil melacak keberadaannya. Agar bisa menemui sang istri, Arnold mengajak Vely untuk menemui sang istri.
Meski pada awalnya menolak, namun dengan kegigihan Arnold, Velypun akhirnya luluh dan mau membantu laki – laki itu menyelesaikan permasalahan dengan sang istri.
“ Lagi bikin apa ?...”, tanya Vely sambil melirik masakan yang dibuat oleh Crystal.
“ Lagi bikin omlet…kakak mau ?...”, tanya Crystal menawarkan.
“ Boleh…kebetulan aku juga belum sarapan…”, ucap Vely sambil menyiapkan piring dan sendok, lalu meletakkannya dimeja makan.
Bagaimana dia bisa sarapan jika Arnold sudah datang kerumahnya pagi - pagi sekali dan memaksanya untuk mengantarnya ke apartemen Lea menemui sang istri.
“ Kamu berantem dengan Arnold ?...”, tanya Vely to the point.
“ Ya…gitu deh…”, ucap Crystal acuh.
Diapun lanjut memasak omelet satu lagi untuk Vely sambil ngobrol. Disini Crystal menceritakan semua kegundahan hatinya kepada sahabatnya itu.
“ Apa tidak sebaiknya semua dibicarakan baik – baik. Kasih suamimu kesempatan untuk menjelaskan semuanya…”, ucap Vely memberi saran.
Setelah mendengar cerita dari kedua belah pihak, permasalahan yang ada sebenarnya tidak terlalu parah. Semua hanyalah kesalah pahaman karena kurangnya komunikasi yang baik diantara keduanya.
Untuk itu, disini Vely berusaha untuk menjadi penengah diantara keduanya. Maka dari itu, waktu Arnold masuk tadi, dia ingin untuk sementara waktu suami sahabatnya itu bersembunyi dulu dan mendengar semua penjelasan yang keluar dari mulut sang istri agar nantinya dia bisa menentukan langkah selanjutnya untuk bertindak.
Hal ini Vely lakukan setelah mendengar penjelasan dari Arnold. Tidak ada perselingkuhan ataupun orang ketiga diatara keduanya, semua murni hanya kesalah pahaman saja.
“ Kakak tahu sendiri kan jika Arnold itu agak kurang bisa diajak komunikasi. Semalam saja baru datang sudah langsung marah – marah tidak jelas…. ”, ucap Crystal sambil mengiris omlet yang ada dihadapannya.
“ Mungkin dia lagi capek dan banyak pikiran…menunggu orang sakit itukan juga butuh energy…”, ucap Vely berusaha bijak.
“ Tapi nggak gitu juga kali kak…memang hanya dia saja yang capek dan banyak pikiran, aku juga…”, ucap Crystal tak mau disalahkan.
“ Aku tahu jika Casandra saat ini lagi butuh dukungan dan perhatian dari orang terdekatnya. Akupun sudah mencoba untuk tidak egois dan mengijinkan Arnold untuk menjaganya dirumah sakit, meski aku tahu jika Casandra masih belum bisa melepas rasa cintanya untuk Arnold, dan sekali lagi aku mencoba untuk mengalah.Tapi, apa balasannya…dia malah menuduhku selingkuh. Sekarang siapa yang selingkuh disini…aku atau dia ?...”,ucap Crystal penuh emosi.
“ Beberapa kali aku memergoki kemesraan diantara mereka pada saat aku hendak menjenguk Casandra di rumah sakit, tapi aku tetap diam. Aku masih menunggu itikad baik darinya untuk menjelaskannya sendiri kepadaku…tapi sampai sekarang, tidak ada penjelasan yang kudapatkan malah tuduhan yang tak mendasar…”, Crystalpun mengeluarkan semua hal yang menganjal dihatinya selama ini.
Vely hanya bisa menjadi pendengar yang baik bagi sahabatnya itu sambil sesekali memberikan nasehat yang bijak.
Arnold meruntuki kebodohannya yang tidak peka dengan sikap istrinya. Cukup baik Crystal hanya pergi menyendiri tidak langsung menceraikannya.
“ Bagaimana jika suamimu ada disini sekarang, apa kamu mau mendengarkan penjeleasannya ?...”, tanya Vely penuh selidik.
“ Jangan bilang kalau kakak membawa suamiku kesini…”, ucap Crystal dengan pandangan curiga.
Melihat reaksi Vely yang mencurigakan membuat Crystal semakin yakin jika sahabatnya itu mengajak Arnold kesini. Diapun segera mengedarkan matanya dan menemukan sosok suaminya sedang berdiri terdiam dibalik tembok dapur.
“ Baiklah…aku pergi dulu. Kalian selesaikan permasalahan kalian baik – baik…”, ucap Vely yang langsung beranjak pergi.
Memberikan ruang bagi sahabatnya itu untuk menyelesaikan permasalahan rumah tangganya itu dengan sang suami.