
Sepulang dari pesta Rafael langsung naik menuju kamar nya, Dena menatap kepergian putra kesayangannya itu.
"Ada apa sayang?" Tanya Keanu, yang merangkul Dena dari belakang.
"Lihat putramu dad." Jawab Dena, Keanu pun ikut menatap Rafael dan tertawa kecil.
"Kau itu, biarkan saja El seperti itu. El tidak bisa memberikan harapan saat perasaan belum merasa yakin." Ucap Keanu mengecup kening Dena.
"Etdah, mommy sama Daddy bisa tidak jangan mesra-mesraan di depan Ayaza." Protes gadis cantik yang membuat Dena dan Keanu tersadar.
"CK, kau masih disini." Kekeh Keanu, membuat Ayaza memutar bola matanya dengan malas.
"Kalian itu benar-benar tidak seperti mom and dad ku." Ujar ayaza duduk di sofa.
"Lah terus kalau kamu bukan orang tua kamu kami ini siapa." Dengus Dena.
"Kalian seperti kakak ku dan kak El, kenapa aku memiliki dad yang makin tua makin tampan begitupun dengan mommy." Ujar nya, sontak membuat Keanu tertawa lepas.
Ayaza tersenyum karena dad nya itu selalu tertawa saat dirinya mengoceh, kini Keanu duduk di samping ayaza dan menatap putrinya.
"Solimi sekali, masuk kedalam kamar mu dan istirahat lah." Ucap Keanu, mengecup kening ayaza.
"Seperti inilah dad ku, jika ingin bermesraan pasti mengusir anak nya." Cetus ayaza, kini gadis itu bangun dan berjalan menuju kamar nya.
"Tidur nyenyak gadis kecil." Ucap Dena dan Keanu, membuat Ayaza menghentikan langkahnya dan menoleh.
"Selamat bermesraan mom and dad ku, jangan sampai kebablasan karena aku tidak ingin memiliki adik!" Ujar nya membuat Keanu dan Dena tertawa.
Semenjak tahu kalau kelahiran nya karena kebablasan ayaza selalu memberikan peringatan kepada Dena dan Keanu, bahwa ayaza dan El tidak ingin lagi memiliki adik.
"Solimi banget bisa-bisanya ngomong begitu." Kekeh Dena.
"Ya, itu kan anak kamu mana bisa sehari saja tidak solimi." Ledek Keanu, membuat Dena menoleh dan mendelik tajam.
"Kamu_" Ucap Dena terhenti saat melihat putranya keluar.
"Loh kamu mau kemana kak?" Tanya Dena.
"Keluar mom." Jawab El, menghampiri kedua orang tuanya.
"Mau ngapain keluar malam-malam?" Tanya Dena lagi, kini Rafael menatap Keanu. Karena hanya Daddy nya lah yang mengerti El.
"Mom biarkan, El itu anak laki-laki biarkan dia pergi." Ucap Keanu, Dena menatap tajam suaminya.
"Mom aku hanya akan pergi ke rumah Oma." Ucap Rafael mencoba memberikan pengertian kepada mommy nya.
"Ya baiklah, salam untuk Oma mu." Ucap Dena, el pun mengangguk.
Kini lelaki tampan itu berjalan keluar rumah setelah berpamitan, Rafael tumbuh begitu tampan bahkan El jarang sekali ikut bersam orang tuanya untuk berkumpul bersama keluarga Artadinata.
Entahlah El merasa nyaman bersama keluarga sang Daddy, tak jarang yang menanyakan keberadaan El dan ayaza jika Dena kembali ke tanah air.
Meskipun Keanu sering meminta El untuk menjenguk mertuanya di tanah air, namun El selalu berkata ia malu untuk bertemu para saudara nya.
...
Keesokan harinya di kediaman Tio terlihat dua anak lelaki sedang duduk di ruang tengah, seperti biasa kevan akan menggangu Kenzo sang kakak dengan cara ia duduk menghimpit Kenzo.
"Kevan masih banyak sofa lain, kenapa kau malah duduk di dekat ku." Protes Kenzo.
"Aku ingin duduk disini." Ucap kevan ngeyel.
"Kak." Panggil kevan.
"Hmmmmm." Sahut Kenzo.
"Boleh tukar tempat tidak." Ujar nya membuat Kenzo melotot, dengan kesal Kenzo melempar bantal sofa ke wajah sang adik.
"Kau itu adikku bukan musuh ku, kenapa kau selalu menyukai hal yang aku sukai." Pekik Kenzo.
"Loh, ada apa ini kak kenapa kalian bertengkar?" Tanya tata.
"Tanyakan saja kepada putra bungsu mu itu mom, dia selalu menginginkan hal yang aku sukai." Ucap Kenzo, membuat Tio dan tata menatap kevan.
"Kevan apa yang kau lakukan?" Tanya tata.
"Aku hanya ingin hal yang sama mom." Jawab nya.
"Kau jangan macam-macam kevan, jika kau terus seperti ini bagaimana kakak mu akan memiliki kekasih. Kalian tidak mungkin bukan memiliki wanita yang sama." Ujar Tio, membuat kevan dan Kenzo saling pandang.
"Jika kau berani mengusik wanitaku nanti, akan ku masukan kembali kau kedalam perut mami secara paksa." Ancam Kenzo membuat tata dan Tio tercengang.
"Yang benar saja, kau mau membuat mami nya metong." Ujar tata.
"Tentu tidak, baiklah karena dia sangat menyebalkan maka dia pun sangat halal untuk di buang." Ucap Kenzo pergi meninggalkan orang tua dan adik nya.
Kevan hanya menunduk melihat tatapan mematikan sang papi, benar-benar mengerikan bagi kevan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: maaf ya baru up, mulai sekarang aktif lagi kok gabakal ilang lama-lama 😁
N: Harus dong gaboleh larut dalam kesedihan 🤗
A: Iya makasih Uun ku 🤗
N: 🤗🤗🤗*