
Keesokan harinya di sebuah taman kampus dua orang gadis sedang duduk di kursi taman, Nathia dan Devika keduanya sedang berbincang.
"Bagaimana perasaan mu?" Tanya Nathia, karena semalam El pergi begitu saja.
"Baik-baik saja." Jawab Devika.
"Ada yang sedang kamu fikirkan?" Tanya Nathia lagi.
"Tidak ada." Kekeh Devika.
"Baiklah, setelah ini kau mau kemana vik?" Tanya Nathia.
"Aku akan membeli cake di tempat aunty Dena membeli cake kemarin." Jawab Devika, Nathia mengangguk.
"Kalian disini rupanya." Ucap Kyra.
"Hai, kau dari mana saja?" Tanya Nathia.
"Aku dari ruang dosen." Jawab nya.
"Aku ingin bercerita." Ucap Kyra.
"Apa yang ingin kau ceritakan?" Tanya Devika, jiwa kepo nya mode on.
"Kau jika soal cerita selalu paling semangat." Kekeh Kyra, Devika pun tertawa.
"Apa katakan." Ucap Nathia.
"Seperti nya aku sudah melupakan Kenzo." Ujar nya, membuat Nathia dan Devika mengernyit.
"Kau yakin?" Tanya Devika.
"Haruskah aku bersumpah, aku sudah melupakan nya. Aku yakin jika aku memiliki pasangan lain aku akan lebih bahagia." Ucap Kyra.
"Lalu bagaimana dengan kau Nathia?" Tanya Devika dan Kyra.
"Kenapa aku?" Tanya Nathia.
"Jangan pura-pura polos, aku tahu kau menyukai Kenzo." Ucap Kyra, Devika tertawa.
"Baiklah akan ku katakan aku tidak lagi merasa tertarik kepadanya, bersama siapapun dia nanti aku tidak peduli." Ucap Nathia, Kyra tersenyum tipis.
"Bagaimana dengan mu?" Tanya Nathia polos, Kyra mengernyit dan langsung menatap Devika.
"Kau kenapa menunjukku." Cebik Devika.
"Dia, memangnya dia juga menyukai Kenzo?" Tanya Kyra.
"Tidak dia menyukai teman nya Kenzo." Ucap Nathia, sudah terlanjur bukan semuanya sudah terbongkar.
"Rafael maksudmu?" Tanya Kyra, Nathia mengangguk.
"Kau yakin? Bukankah Devika juga dekat dengan Kenzo." Ucap Kyra.
"Benar juga, lalu siapa sebenarnya lelaki yang kau sukai Devika?" Tanya Nathia.
"Boleh tidak aku memilih keduanya." Canda Devika.
"Jangan ngarang, kau harus memilih salah satu." Ucap Kyra.
"Haha, maaf aku tidak tahu rasanya dilema itu mulai muncul." Kekeh Devika.
"Kamu lama-lama Mirip aunty Chika." Ujar Nathia.
"Lah kan emak nya gimana si." Ucap Kyra, merekapun tertawa terbahak-bahak.
Seperti nya cinta bukan lagi yang utama bagi mereka bertiga, karena mereka hanya menunggu lelaki yang benar-benar pasti.
...
Sore hari seorang wanita sudah selesai dengan pekerjaan nya, ia tidak menyadari ada seseorang yang menunggunya.
"Kau wanita itu bukan?" Tanya seorang lelaki tampan, Felly sedikit terhipnotis oleh ketampanan nya. Namun sesegera mungkin ia mengembalikan kesadaran nya.
"Wanita apa yang kau maksud?" Tanya Felly.
"Wanita yang aku tabrak beberapa waktu lalu." Jawab El, Felly mengernyit terlihat berfikir.
"Seperti nya kau salah orang tuan, aku memang mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu. Tapi yang menabrak ku itu seorang wanita bukan kau." Ujar nya, karena memang Felly tidak tahu jika yang berada di dalam mobil itu adalah Rafael.
"Aku tidak mungkin salah." Ucap El.
"Tapi aku juga tidak mungkin salah, bahkan aku memiliki kartu nama wanita itu." Tegas Felly.
"Boleh aku melihat nya?" Tanya El, Felly menatap menyelidik.
"Tidak, untuk apa kau melihatnya. Jangan bilang kau mau mencurinya dariku lalu memanfaatkan nya." Ujar nya polos, tuhan ingin sekali El melempar Felly.
"Kau, menuduhlah dengan masuk akal. Aku hanya ingin melihat nya tidak akan mengambil nya." Ucap Rafael, Si*l ini pertama kalinya bagi Rafael berbicara panjang lebar kepada wanita lain selain mommy dan adiknya.
"Sungguh?" Tanya Felly, El mengangguk.
Akhirnya Felly pun mengambil kartu nama Dena di dalam tas nya, ia menunjukkan kepada Rafael.
"Dena Anggia Putri Artadinata." Tanya El, Felly mengangkat kedua bahu nya.
"Ini mommy ku." Ucap El, sontak saja Felly hanya diam tanpa respon apapun.
"Baiklah, ambil saja kartu nama itu dan aku akan pergi." Ucap Felly, membuat Rafael tercengang.
"Kau tidak mau menuntut ku, atau meminta pertanggungjawaban?" Tanya El, membuat Felly menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Aku tidak apa-apa dan tidak ada luka serius, jadi aku tidak perlu menuntut atau meminta pertanggungjawaban." Ucap Felly, kini wanita itu masuk kedalam bus yang baru saja tiba.
El menatap bus yang dinaiki Felly, baru kali ini ia melihat wanita cuek kepadanya. Bahkan marga sang mommy tidak di pedulikan oleh nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Jangan nebak-nebak ya, nanti author kehilangan pencerahan ges 😭
N: Kan nyari yang ga ketebak itu lier ya Thor 😂
A: Mangkanya lebih baik vote aja yang banyak ya 😌
N: Okelah 😂*