Love Destiny

Love Destiny
Epson 282



Di sebuah universitas ternama Nathia berjalan menuju kantin, selain Nathia ada Devika dan Kyra yang juga berjalan menuju kantin.


"Muka kamu Kenapa Ra?" Tanya Nathia saat melihat wajah lesu Kyra.


"Gak apa-apa Nat aku cuma bingung aja." Ucap Kyra.


"Bingung kenapa apa ada masalah?" Tanya Nathia, sementara Devika hanya menatap Kyra dan nathia.


"Mami ku aneh pagi ini." Ucap Kyra, Devika dan Nathia langsung mengingat tingkah aneh mami nya.


"Kaya nya bukan cuma mami kamu deh Ra, mami aku juga aneh pagi ini." Ucap Devika, Kyra mengernyit heran.


"Aneh gimana vik?" Tanya Kyra.


"Gak tau pokonya mami gue pagi ini itu aneh." Ucap Devika, Kyra tertawa kecil.


"Seperti nya itu tidak akan sampai di ot*k kita." Ucap Kyra, Devika mengangguk polos.


Di tempat lain tepatnya di sebuah sekolahan ternama seorang gadis sedang duduk, Ayaza ya gadis itu adalah Ayaza yang sedang duduk termenung di taman sekolah.


"Kamu kenapa za?" Tanya seorang gadis.


"Eh, tidak aku tidak apa-apa." Jawab Ayaza.


"Kamu masih memikirkan anak dari mommy kamu yang adik kakak itu?" Tanya Ria, ya Ria adalah sahabat Ayaza.


"Aku salah gak si ri kalau aku hadir di antara mereka." Ucap Ayaza.


"Menurut kamu gimana za, kalo bagi aku si kamu gak salah karena disini kamu gak tau siapa yang bisa sama kamu. Atau mungkin keduanya bukan untuk kamu." Ucap Ria.


"Kamu benar, tapi aku dekat dengan salah satu dari mereka." Lirih Ayaza.


"Loh bagus dong za, kalau kamu bisa dekat dengan salah satu dari mereka itu artinya kamu sudah ada rasa nyaman sama dia." Ucap Ria.


"Kadang aku mikir kalau aku terlalu kecil untuk dia ri, aku itu masih sekolah sementara mereka." Ucap Ayaza.


"Usia itu bukan masalah Ayaza, intinya kamu bisa tidak menerima mereka dengan baik." Ucap Ria, Ayaza menghela nafasnya.


"Kamu benar." Ucap Ayaza, namun tetap Ayaza tidak ingin sekolah nya terganggu.


Ia akan seperti ini Ayaza tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, Ayaza berfikir soal cinta bisa menyusul yang terpenting sekarang adalah ia mengejar pendidikan dan karier nya.


...


Malam hari di kediaman Keanu terlihat nyonya Ellen yang datang untuk menemui cucuk kesayangan nya, Ayaza berlari memeluk sang Oma.


"Oma." Pekik nya.


"Hai gadis Oma sudah besar, sepertinya mommy mu merawat dan menjaga kamu dengan baik." Kekeh nyonya Ellen.


"Tentu saja mommy merawatku dengan baik." Jawab Ayaza.


"Ayaza kenapa mirip banget sama Dena ya." Ceplos oma Keanu.


"Oma yang benar saja Ayaza kan anak nya Dena." Ucap Dena.


"Jadi adil begini gitu kan, tapi wajah Ayaza sedikit mirip Keanu si." Kekeh sang Oma.


"Terserah Oma saja, yang penting ayaza itu anak Dena dan Kean." Cebik Dena, Oma tertawa kecil.


"Solimi bertambah Oma." Ucap Keanu, Dena mengerucutkan bibirnya.


"Ya begitulah istri kamu, tapi ngomong-ngomong dimana cucuk solimi Oma yang satu lagi." Ucap Oma, membuat nyonya Ellen ikut mencari keberadaan Rafael.


"Aku disini eyang." Ucap Rafael, Oma meneh dan tersenyum.


"Kemarilah boy, kau sudah besar dan tampan hmmmmm." Ucap Oma.


"Tentu saja aku diberi makan eyang." Ucap El, Oma tertawa melihat tingkah Rafael.


Kini mereka semua duduk dan berbincang di ruang keluarga, Oma menatap Rafael dan Ayaza dengan sendu.


"Ibu ada apa?" Tanya nyonya Ellen.


"Ibu gak nyangka Ellen bisa melihat anak-anak Keanu tumbuh dewasa." Jawab Oma.


"Tentu saja bisa Oma kan sehat, Oma harus sehat biar bisa lihat cicit Oma menikah satu persatu." Ucap Dena.


"Rasanya Oma tidak ingin melepas Rafael de, dia itu anak yang benar-benar di tunggu oleh Oma dab Daddy kamu Richard." Ucap sang Oma, Dena tertawa sementara Rafael hanya tersenyum tipis.


"Eyang jangan bicara seperti itu, tahukah eyang jika kak El itu terlalu cuek kepada wanita." Ceplos Ayaza, Oma tertawa mengingat kisah Keanu yang dulu.


Mereka bercerita tentang Dena dan Keanu sebelum menikah, Oma dan nyonya Ellen juga menceritakan tentang perjuangan Keanu untuk mendapatkan Dena.


Mendengar cerita itu Ayaza dan Rafael semakin mengagumi Daddy nya, dan dari sinilah El tahu jika ia tidak boleh membiarkan wanita mengejar nya.


Karena Keanu selalu menolak wanita yang mendekati nya secara terang-terangan, begitupun dengan Ayaza ia berfikir ingin memiliki pasangan yang bisa berjuang bersamanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊ðŸĪ— jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Jangan tanya Thor kenapa cuma dikit, author nulis nya sambil kerja dan hari ini kerjaan author lagi lumayan ya 😊


N: Iya gpph Thor, semangat ya ðŸĪ—


A: Woke makasih Uun ðŸĪ—


N: Hmmmmm ðŸĪŠðŸĪ—ðŸĪ—*