Love Destiny

Love Destiny
Epson 327



Keesokan harinya seorang gadis masih bergelung dengan selimutnya, ia enggan untuk membuka matanya.


Felly dari pasangan tuan James dan nyonya Alicia itu masih tidak percaya dengan apa yang terjadi semalam, ia benar-benar merasa bahagia saat ada laki-laki yang mengungkapkan perasaan nya secara langsung.


Sampai suara seseorang membuyarkan lamunannya, gadis itu menoleh menatap ke arah sang mommy yang berjalan masuk kedalam kamar nya.


"Masih pagi kok anak mommy sudah senyum-senyum seperti itu." Goda nyonya Alicia, bohong jika nyonya Alicia tidak tahu apa yang sudah terjadi kepada putrinya.


"CK, aku tidak apa-apa mom." Jawab Felly, ada rona merah di wajah cantik putrinya.


"Bangun yuk udah siang, memangnya gak ke kampus." Ucap nyonya Alicia mengelus kepala Felly lembut, nyonya Alicia yang begitu menyayangi Felly karena putrinya itu begitu mirip dengan tuan James lelaki yang dicintainya.


"Hmmmmm, sebentar lagi." Gumam Felly, nyonya Alicia tertawa kecil.


"Sepertinya putriku sudah benar-benar dewasa." Suara bariton tuan James membuat nyonya Alicia dan Felly menoleh ke arah pintu kamar.


"Benar sekali dad, sepertinya kita akan cepat menjadi tua jika seperti ini." Kekeh nyonya Alicia.


"Tentu saja, dan apakah aku akan memiliki saingan karena cinta putriku akan terbagi." Ucap tuan James, Felly mendengus mendengar ocehan orang tua nya.


"Mana mungkin terbagi, Daddy tetap cinta pertama nya Felly." Ucap gadis itu bangga, tentu saja bangga karena tuan James selalu mengiyakan keinginan Felly.


"Tidak apa-apa jika harus terbagi, yang penting dengan laki-laki yang tepat." Ucap tuan James mengecup kening Felly.


"Apakah menurut Daddy El lelaki yang tepat?" Tanya Felly, tuan James dan nyonya Alicia tersenyum lembut.


"Dengar sayang lelaki yang tepat itu akan terlebih dahulu meminta kamu kepada orang tuamu, sebelum ia mengungkapkan perasaan nya." Ucap tuan James, dan membuat Felly mengernyit heran.


"Maksud Daddy?" Tanya Felly.


"Rafael lebih dulu mengatakan jika dia ingin ikut bertanggung jawab atas diri kamu, bukankah itu lelaki yang baik dan bijak dalam mengambil keputusan. Dia lebih dulu meyakinkan orang tuamu sebelum meyakinkan kamu." Ucap tuan James, lagi-lagi sikap Rafael yang selalu membuat Felly tak percaya.


"Benar sayang, dia lelaki yang baik untuk kamu. Kami tidak tahu mungkin saja banyak laki-laki yang menyukai kamu, namun mereka belum tentu bisa seperti Rafael." Ucap nyonya Alicia, Felly mengangguk ia mengerti tentang itu.


"Mommy benar, bahkan sebelum dia tahu jika kalian adalah orang tuaku El sudah terlalu banyak membantuku." Ujar nya, nyonya Alicia dan tuan James mengangguk.


Mereka tahu Felly bisa mengambil keputusan nya sendiri, lagi pula Felly yang akan menjalin hubungan dengan Rafael. Tuan James dan nyonya Alicia hanya bisa mendukung saja.


...


Sementara itu di kediaman Dena terlihat Ayaza yang begitu bahagia saat mengetahui sang kakak tak lagi jomblo, bahkan Dena dan Keanu sampai dibuat bingung oleh sikap Ayaza.


Rafael yang memiliki kekasih kenapa Ayaza yang kegirangan, bagaimana tidak girang sejak pertama kali melihat Felly Ayaza sudah menyukai gadis itu.


"Semalam ada yang pulang senyum-senyum, kayak nya mommy lupa kasi obat buat kakak." Ceplos Ayaza.


"Obat?" Tanya El.


"Lah iya kakak sakit kan senyum-senyum sendiri." Kekeh gadis itu.


"Ngarang sekali ini anak, siapa yang sakit kakak sehat." Ucap El tidak terima.


"CK, gak jomblo lagi nih." Goda Ayaza, yaampun lihatlah kisah Rafael tidak seaman kisah Dena dulu.


"Za jangan macem-macem deh." Ucap El.


"Ayaza juga padahal lagi seneng itu." Ucap Dena ikut meledek putrinya.


"Huh? Kok jadi Aya?" Ucap gadis itu.


"Lah dikira mom gak tahu kalau kamu sering keluar sama Kenzo." Goda Dena, Ayaza menelan Saliva nya.


"Aapakah anak aku doang yang kaya begini epribadeh." Ceplos Keanu.


"Iya si anak nya bapak Kean doang yang riweh Mulu." Kekeh Dena.


"Mom undang kak Felly kesini dong, Aya kan pengen deket sama calon kakak ipar." Ucap Ayaza.


"Za kamu bisa diam tidak, jika tidak bisa kakak yang diam." Ucap El, Keanu dan Dena tertawa kecil melihat perdebatan kedua anak nya.


"Yasudah kakak saja yang diam." Ceplos Ayaza.


"Jadi Ayaza enak ya bund, disaat orang lain berlomba-lomba untuk deketin Kenzo. Lah ini anak diem aja di Pepet sama di Kenzo." Sindir El.


"Lah apa kabar dengan kak Felly, diluar sana banyak kok yang ngejar kak Felly. Kenapa malah kak El yang dapet." Ucap Ayaza tak ingin kalah.


"CK, gelud aja gaes gelud. Kebetulan mommy baru beli spatula baru buat gelud kalian." Ucap Dena, Keanu menahan tawa nya.


Karena memang seperti ini keadaan keluarganya jika sedang berkumpul, mereka pasti akan menciptakan perdebatan kecil sampai perdebatan besar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Pusing akutuh harus nulis apa 😌*


N: Sama kok aku juga pusing 😂


A: Pusing ngayal ye kan 😌


N: Iya hallu Mulu idup gue Thor 😭


A: ngomong-ngomong ni ya kemarin ada yg komen, cerita ini di ambil dari kisah gue atau temen gue bukan? Jawabannya bukan ya, gue gak pernah diromantisin kaya gini gaess. kalo ada yg mau romantisin gue ayok lah 😂🤣


N: Heh, ngada-ngada ini orang. tapi boleh lah gue juga mau 🤣


A: Uun Lo ngikut Mulu heran 😒


N: Biar kecipratan bahagia nya Thor 😂


A: Serah Lo 😒


N: 😂😂😂