
Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama dan cukup panjang, akhirnya Dena dan orang tuanya sampai di bandara tanah air.
Dena berjalan dengan menggendong Rafael yang sejak tadi berada di pelukan nya, sementara koper yang ia bawa sudah di ambil alih oleh bodyguard ayah nya.
Dena memasuki mobil yang menjemput nya, ia tidak bersama dengan ayah dan bundanya melainkan bersama dengan Anes.
"Aunty, baby El tampan sekali." Ucap Anes.
"Benarkah?" Tanya Dena tersenyum.
"Ya, dia begitu lucu dan menggemaskan." Ucap Anes lagi.
"Hmmmmm, baby El sama seperti mu yang canti dan menggemaskan." Ucap Dena mengelus kepala Anes.
"Apa uncle akan menyusul?" Tanya nya lagi.
"Apakah uncle mu itu bisa berjauhan dengan putranya." Ucap Dena balik bertanya.
"Ah, uncle pasti akan segera menyusul. Karena uncle akan sangat merindukan aunty dan baby El." Racau nya, Dena hanya tersenyum lembut kepada Anes.
Dalam perjalanan menuju kediaman Artadinata Dena dan Anes terus berbincang, sementara El bocah itu terlelap dalam pelukan sang mommy.
Sampai akhirnya mereka tiba di kediaman Artadinata dimana rumah itu di tempati oleh Dio dan Mei, Dena turun dari mobil dan di sambut oleh Mei dan yang lainnya.
"Mommy." Pekik Anes berlari ke arah Dea.
"Princess, mommy sangat merindukan mu." Ucap Dea menciumi wajah Anes.
"Anes juga merindukan mommy." Celoteh nya.
Dena terdiam tidak banyak bicara, ia tidak ingin mengganggu putranya yang sedang terlelap.
"Ayok masuk." Ajak Mei, kakak ipar Dena itu langsung merangkul pundak Dena.
"Apa ini El? Dia tumbuh menjadi anak laki-laki yang begitu tampan." Ucap Mei, Dena hanya tersenyum lembut.
Saat Dena tiba di ruang keluarga ia melihat Carl dan Anna yang juga sedang menjaga anak nya, Dena tersenyum dan duduk di sofa tanpa menidurkan El di kamar.
"De Rafael tidurin dulu sana kasihan." Ucap bunda Sisil.
"Enggak Bun, nanti saja. Bisa ngamuk dia kalau bangun di tempat asing dan gak ada mommy nya." Ucap Dena mengelus kepala El.
"Anak kamu sudah besar ya de." Ucap Anna, Dena pun mengalihkan perhatian nya menatap Anna.
"Iya mbak." Jawab Dena lembut, Carl menatap El dari samping.
"Kayaknya anak kamu mirip banget sama Kean." Ceplos Carl.
"Ya kan anak nya, kalau gak mirip Kean mau mirip siapa. Kang cilok." Jawab Dena tertawa kecil.
"Lucu si gemes." Ucap Anna.
"Ya gemes apalagi kalau lagi melek." Ucap bunda Sisil.
Saat mereka sedang berbincang Mae dan Julian datang, Mae memeluk Dena dan mencium wajah tampan El.
"Kok ganteng banget si, ini Kean pan produksi pake pupuk apaan." Kekeh Mae, membuat semuanya tertawa.
"Pupuk super Ala negara' nya." Ujar Dea.
"Pupuk dikira anak gue tumbuhan, dah ah mau ke kamar dulu." Ucap Dena, wanita itu berjalan ke kamar nya.
Setibanya di kamar Dena merebahkan tubuh mungil Rafael secara perlahan, ia pun ikut berbaring di samping El.
"De." Panggil Dea dan Mae, emak-emak yang selalu heboh.
"Masuk." Ucap Dena.
"Kean gak ikut?" Tanya Dea.
"Dia nanti nyusul kak." Jawab Dena.
"De si El nya bangunin dong, kakak kan belum liat dia dari pas brojol." Ucap Mae.
"Nanti juga bangun sendiri, ini dia kecapean dari tadi nangis." Ucap Dena.
"Biasa gak mau jauhan sama Daddy nya." Jawab Dena, Dea dan Mae pun tersenyum.
Tiba-tiba El bergerak dan membuka matanya, dengan wajah polos nya bocah itu bergerak mendekati bakar berniat mencari mpeng.
Namun sepertinya El belum sadar jika saat ini ia sedang tidak berada di rumah nya, El menatap Dena dengan tatapan mata bingung.
"Nyari apa?" Tanya Dena, Mae merasa gemas dengan tingkah laku Rafael.
"Mpeny mommy." Jawab nya polos.
"Gak ada mpeng Mulu." Ucap Dena.
"Mommy peny." Lirih nya.
"No ya El." Balas Dena.
"Emmmhhh, Daddy." Celoteh nya.
"Dih, mana Daddy emang kamu lagi dimana?" Ucap Dena terkekeh kecil, El pun mengedarkan pandangannya bingung menatap Dea dan Mae yang sedang tersenyum kepada nya.
"Mommy Daddy." Lirih nya.
"Daddy nya belum sampai, nanti Daddy sampai." Ucap Dena mengelus kepala El.
"Berasa lihat boneka hidup gue." Ucap Mae.
"Kok ngarang." Ucap Dena.
Kini Mae, Dea dan Dena sedang mengobrol. Mereka melepaskan rasa rindunya dengan El yang kembali berbaring di samping Dena.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Anak nya
Emak nya
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Gemoy banget si El😍
A: Lebih gemoy bapak nya 😂
N: Lah 😂
A: Kan pusat nya dari bapak nya 🤪
N: Bener juga 😂
**A: 😂😂😂***