Love Destiny

Love Destiny
Epson 205



Satu Minggu berlalu kini para bapak-bapak menuju masa kemerdekaan, dimana hukuman mereka akan berakhir.


Bahkan Devin, Nathan dan Tio sudah berjanji kepada dirinya sendiri tidak akan melepaskan sang istri.


Malam hari ketiga pasangan yang tinggal di rumah tuan Richard tidak ada yang keluar dari dalam kamar nya, kini mereka sedang memberi hukuman kepada para istri yang sudah membuat mereka berpuasa dan bersolo.


Beruntung para anak sudah tertidur pulas di kamar nya masing-masing, kini Dena berada dalam perlukan Keanu.


"Kok hawa nya malah horor ya." Kekeh Dena.


"Kamu tega banget bikin aku puasa kelamaan." Lirih Keanu.


"Haha, enak gak dad?" Tanya Dena.


"Gak usah ngetawain, mana ada puasa sama istri enak." Dengus Keanu.


"Mangkanya jangan macem-macem, untung aku gak usir kamu dari kamar." Ujar Dena.


"Aku tau kamu gak se horor itu kalau marah, kamu masih menjaga harga diri suami kamu." Ucap Keanu, kini lelaki itu sudah memulai aksinya.


Dena hanya diam menerima perlakuan Keanu, Dena masih tidak tahu jika Kean akan memberi hukuman kepada nya.


"Engggghhhhhh." Lenguh Dena membuat Keanu tersenyum tipis.


"Da_ddy aaaakkhhh." Lirih nya, Keanu terus melakukan kegiatan nya tanpa henti.


Sementara di kamar Nathan lelaki itu sudah berapa kali ambruk di atas tubuh istrinya, dan Niken sudah sangat kelelahan.


Bagaimana tidak usia nya yang masih muda harus mengimbangi permainan suaminya yang dibilang dewasa.


"Enggghhhhh, Pi udah." Lirih Niken.


"Ini hukuman karena kamu sudah bikin aku puasa lama." Ucap Nathan, membuat Niken terkejut.


"Aku hukum kamu kan karena kamu salah, ini kenapa kamu malah hukum aku balik." Protes Niken.


"Kamu mau protes? Mau aku tambah hukuman nya?" Tanay Nathan.


"Tentu saja tidak, Pi pinggang aku bisa patah jika kamu terus seperti ini yaampun." Pekik Niken, lagi-lagi Nathan menghujam milik nya.


Dan di kamar Kai, Karen lebih bisa mengimbangi pergerakan suaminya. Wanita itu berbeda dari kedua adik ipar nya yang banyak protes, Karen lebih men*kmati kegiatan nya karena iya pun begitu merindukan kai.


"Pi." Lirih Karen.


"Sebentar lagi sayang." Ucap kai.


"Ayolah Pi." Racau Karen membuat Kai tersenyum melihat wajah istrinya.


"CK, udah dibilangin kamu gak bisa jauh dari aku. Masih saja sok hukum suaminya lama." Ledek Kai.


"Gak usah banyak ngomong." Sengit Karen, kini Karen membalikkan posisinya membuat Kai tersenyum smirk.


Istrinya itu tidak pernah berubah, selalu a*res*f jika urusan ranjang. Dan kai senang akan hal itu karena Karen memang tipe ideal nya.


Para suami istri itu dibuat sedikit kewalahan, dan malam ini Dena lah yang lepas lebih dulu dari Keanu.


"Masih sakit?" Tanya Keanu.


"Sedikit perih." Lirih Dena, wajah nya terlihat begitu lelah.


"Kemari biar aku lihat." Ucap Keanu, lelaki itu melihat luka istri.


"Aaaaa, sakit Jamil." Pekik Dena, Keanu tertawa kecil dan mengecup b*b*r Dena.


"Ish." Ucap Dena terkejut.


"Tidur bee, aku tahu kamu capek." Ucap Keanu memeluk Dena, Kean sudah memakai celana nya sementara Dena masih polos.


Dena menyembunyikan wajahnya di dada bidang Keanu, ia benar-benar suka aroma tubuh suaminya yang memabukkan dan membuat nya kecanduan.


Begitupun dengan Kean, lelaki itu tidak bisa jauh dari Dena. Bahkan untuk melirik wanita lain saja Keanu merasa tidak berminat sama sekali.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: Puasa masal nya udahan gaes πŸ˜‚


N: Gue lucu si Nathan masih aja gelud 🀣


A: Dah lah Nathan emang paling beda πŸ˜‚


N: Bisa-bisa nya dia gelud di tengah-tengah permainan 🀣🀣


A: Sukur-sukur ga di wasitin🀣


N: Nah kan 🀣🀣🀣*