
Sementara itu Dena dan Karen di rumah sedang berbincang dan menjaga anak-anak mereka, Dena memperhatikan Rafael yang semakin aktif.
"El, jangan makan coklat Mulu nanti di omel Daddy." Ucap Dena.
"Kalau di omel Daddy, kan ada mommy yang bisa omelin Daddy." Ucap El membuat Karen dan Niken tertawa.
"Jalan ninja Rafael kalau Kean marah adalah Dena sebagai tameng nya." Kekeh Karen.
"Solimi banget, buang gak." Ucap Dena.
"Gak boleh buang-buang mubajil (mubajir)." Ucap El.
"Kamu ngejawab Mulu di ajarin siapa?" Tanya Dena.
"Di ajalin (ajarin) Daddy." Balas El, bocah itu seperti Keanu yang senang sekali membuat Dena kesal.
"Terserah kamu aja Jamil terserah." Ucap Dena, sementara El tertawa.
"De." Panggil Karen.
"Hmmmmm." Balas Dena menoleh kearah sang kakak.
"Kamu semalam gak hukum Kean?" Tanya Karen.
"Hukum lah enak aja, aku masih kesel apalagi kalau inget dia ngambilin buku." Ujar Dena.
"Aku usir Nathan kak." Ujar Niken.
"Si Nathan sampe dikasi gembolan." Ujar Karen.
"Gak apa-apa biarin aja, lagian dia bisa-bisa nya gombalin cewek lain. Sementara aku gak pernah dia gombalin." Kesal Niken.
"Jangan dikasi jatah Ken." Ucap Dena.
"Emang enggak, aku suruh dia puasa." Kekeh nya.
"Tapi ini yakin semua suami di hukum puasa masal?" Ucap Dena.
"Kaya nya si begitu, apalagi si Tio sama Devin yang goda nya pro banget." Ucap Karen.
"Yang katanya rasa Sayange kan." Kekeh Dena.
"Cih, pengen gue geplak itu pala jantan." Ujar Karen.
Dena dan Karen pun tertawa, mereka membicarakan hukuman yang sedang dijalankan oleh para suaminya.
"Mommy." Panggil El.
"Iya?" Sahut Dena.
"El mau buah." Ujar nya, Dena pun mengangguk cepat.
Setelah selesai mengupas dan memotong buah untuk El, Dena kembali berkumpul bersama para ipar nya.
"Ngomong-ngomong nih ya, itu cewek emang cakep si." Ucap Dena.
"Cakep si enggak terlalu, cuma muka nya itu loh yang keliatan polos banget." Ucap Karen.
"Iya kaya Niken muka nya polos." Kekeh Dena.
"Mon maap aku sudah tidak sepolos yang kalian kira." Ucap Niken membuat Dena dan Karen tertawa.
"Niken udah pro sist." Goda Dena.
"Y_ya enggak pro juga." Ucap Niken gugup.
"Niken masih belajar, yang pro mah si Nathan." Kekeh Karen.
"Lah dia mah jangan ditanya udah pro tokcer pula." Kekeh Dena.
"Aku tuh sebenernya takut nikah sama dia, takut gak bisa bikin dia jatuh cinta." Ujar Niken mengingat kembali masa lalu nya.
"Gak usah di fikirin, yang penting sekarang dia udah bucin akut sama kamu." Ucap Dena.
"Nah kan, di usir aja dia gak bisa tidur. Kamu tenang aja keliatan banget kok kalau Nathan itu udah mulai setia, dia kan sayang banget sama kamu dan nathia." Ucap Karen.
"Tapi melihat dia godain cewek kaya kemarin bikin aku berfikir, mungkin dia bosan." Lirih Niken, tidak tahu saja Niken kalau Nathan kebakaran jenggot karena mendapat hukuman yang menyi*sa.
"Gak lah, kalau bosan dia gak akan protes kamu hukum kaya gitu. Lah ini dia kan ngerengek biar kamu maafin." Kekeh Karen membuat Dena mengangguk dan tersenyum.
Mereka memberikan semangat kepada Niken bahwa Nathan sudah benar-benar mencintainya, dan bahkan Dena mengatakan mungkin Nathan sebenarnya tidak ingin pisah kamar dengan Niken.
.
.
.
.
.
.
.
***happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Oke seadanya dulu, semoga besok mood gue udah baik ya 😌
N: Iya semoga deh Thor 😁*