
Suasana dalam club NT, disebuh ruangan VVIP semakin mencekam. Hawa membunuh yang ada didalamnya terasa semakin kuat.
Semua orang terlihat kesulitan bernafas untuk sesaat karena merasa pasokan oksigen yang ada dalam ruangan tiba - tiba menurun dan udara dingin sangat terasa hingga menusuk sampai kedalam tulang.
Memikirkan masa depan keluarga besarnya, Veronpun memberanikan diri untuk mendekat maju sambil berlutut dihadapan Arnold.
“ Tuan muda !!!...Saya salah !!!...Saya telah belajar dari kesalahan saya!!!... Tidak seharusnya aku melanggar batasanmu !!!...Kau bisa melakukan apapun pada gadis ini !!!...Lakukan apapun hingga membuat hatimu merasa senang !!!....”, ucapnya berlutut memohon pengampunan.
Pria muda gemuk itu berkata demikian hanya untuk menyelamatkan dirinya beserta keluarganya dengan mengorbankan gadis yang sudah disewanya itu
Mendengar ucapan Veron, gadis cantik yang ada dihadapan Arnold tersebut melotot tak percaya jika orang yang telah menyewanya ini memberikan nyawanya sebagai kompensasi untuk membebaskannya dari masalah.
Tapi melihat status yang dimilikinya, gadis itu hanya bisa jatuh kelantai dan menangis dalam keputus asaan tanpa mengeluarkan sepata katapun.
Sedangkan yang lainnya hanya bisa menatap iba terhadap Veron dan gadis cantik yang terduduk dilantai dengan tatapan putus asa.
“ Apakah Arnold adalah pria normal? Bagaimana bisa dia sama sekali tidak tertarik dengan gadis cantik dan sexy yang ada dihadapannya itu?...apakah dia gay ?...”, itulah yang dipikirkan oleh semua orang yang berada dalam ruangan tersebut.
Sedangkan ditempat duduknya, Arnold masih tidak berhenti untuk menyeka punggung tanganya dengan cairan disinfekta. Namun sedetik kemudian tiba – tiba laki - laki itu menegakkan kepalanya dan melihat kearah pintu.
Mike segera mengikuti arah pandang adik tirinya itu dengan mengangkat satu alisnya binggung, hingga dia menyadari ada orang yang mengintip mereka.
“ Siapa yang bersembunyi disana? Cepat keluar !!!...”, bentak Mike dengan tatapan tajam.
Mendengar suara Mike yang menggelegar diseluruh ruangan membuat tubuh Crystal menegang, dia gemetar ketakutan saat tatapan membunuh dilayangkan Mike kepadanya hingga tanpa sadar dia tersandung kakinya sendiri dan jatuh tersungkur bersama dengan pintu yang terbuka lebar.
Veron sangat terkejut hingga matanya melotot dan mulutnya terbuka lebar melihat seorang gadis cantik dengan wajah linglung yang terjatuh tidak jauh darinya.
Gadis yang mengintip semua pembicaraan mereka itu sangat cantik dengan rambut coklat sepinggang yang digerai lurus, mengenakan gaun hitam dengan aksen renda putih diseluruh sudutnya.
Kulitnya yang seputih salju terlihat kontras dengan warna baju yang dipakainya membuatnya terlihat bersinar dalam kegelapan yang ada.
Dan matanya yang berwarna biru terlihat berkerlap – kerlip seperti bintang yang menghias langit begitu dia mengerjapkan kedua matanya berkali – kali.
“ Kenapa pengacau itu ada disaini ?...”, batin Mike tak senang dan wajahnya mulai menggelap.
“ Tuan…tuan…aku disini…”, ucap Crystal gugup sambil memandang Arnold yang sedang menatapnya dengan tajam
Sambil tersenyum lebar, Crystalpun segera membersihkan dan membenahi gaunnya serta merapikan rambutnya yang sedikit berantakan akibat terjatuh tadi.
Semua orang terlihat sangat terkejut dengan kemunculan gadis cantik itu secara tiba – tiba. Banyak spekulasi mulai bermunculan dalam kepala setiap orang mengenai identitas gadis yang tadi mengintip aktivitas mereka didalam.
“ Bukankah Arnold sangat membenci wanita, kenapa dia memanggil gadis cantik itu ?...”, batin semua orang binggung.
Awalnya Veron mengira bahwa gadis yang dibawanya adalah gadis yang paling cantik yang ada didunia. Tapi setelah melihat gadis yang ada di hadapannya, sekarang, gadis yang dibawanya menjadi tak ada artinya.
Wajah cantik seperti boneka, dia merasa bahwa gadis yang dibawanya bukanlah tandingannya, bahkan seujung kukupun gadis itu tidak bisa menyaingi gadis cantik yang dipanggil oleh Arnold.
“ Benar – benar sial !!!...Kenapa aku harus menenangkan iblis haus darah ini !!!...”, batin Crystal menarik nafas dalam – dalam saat melihat tatapan haus darah yang memancar dari wajah Arnold.
Namun, hati Crystal mulai luluh waktu teringat jika tunangannya itu menderita penyakit sejenis OCD, dimana dia akan membersihkan tangannya terus menerus hingga kulitnya terkelupas saat dia bersentuhan dengan sesuatu yang dianggapnya menjijikkan.
Ketika pertama kali bertemu dengan Arnold, Crystal sudah merasa aneh. Kenapa hanya dengan dirinya, penyakit Arnold itu tidak kambuh.
“ Apa aku tidak dianggap wanita baginya?...Kenapa dia baik – baik saja denganku ?...”, batin Crystal semakin penasaran setelah melihat semua yang terjadi malam ini.
Melihat Crystal hanya berdiri mematung didepannya membuat wajah Arnold semakin gelap dan suram. Crystal yang peka dengan hal tersebut langsung melangkah cepat dan duduk disamping iblis itu.
“ Apa kamu memiliki disinfektan?...”, Crystal mengangkat wajahnya dan bertanya kepada Emily yang sudah berdiri disampingnya.
“ Ini…”, Emily mengeluarkan botol kecil cairan putih dalam bentuk spray dari saku bajunya kepada Crystal dan kembali berjalan mundur.
“ Jangan repot – repot, itu tidak akan berhasil. Dia baru saja menyemprotkan satu botol disinfektan pada tangannya sedetik yang lalu…”, ucap Mike dengan wajah frustasi.
Crystal mengabaikan ucapan Mike dan memegang tangan Arnold, mulai menyemprotkan cairan disifektan kepunggung tangan Arnold dan meratakan dengan jemari lentiknya.
Namun, sedetik berikutnya, semua orang dibuat terkejut ketika mengetahui dan melihat dengan jelas bahwa Arnold tak bereaksi apapun dan membiarkan tangannya dibersihkan oleh gadis cantik itu dengan patuh.
Crystal tak perduli dengan tatapan semua orang, dia tetap fokus menyemprotkan disinfektan dipunggung tangan Arnold.
Kemudian, menggunakan tisu untuk membersihkannya. Menarik punggung tangan itu mendekat kewajahnya, dengan bibir merahnya meniup ringan sebagian area punggung tangan yang memerah dan lecet.
Kemudian mengecup punggung tangan tersebut berkali – kali, seperti seorang ibu yang sedang menangkan anaknya yang habis terjatuh dan terluka
“ Lebih baik?...”, tanya Crystal dengan lembut.
Angin sepoi – sepoi yang keluar dari tiupan bibir Crytal dan lembutnya kecupan yang diterima dipunggung tangannya membuat sorot mata Arnold berubah menjadi lembut dan hatinya terasa hangat.
“ Hmm…”, Arnold mengangguk menjawab pertanyaan yang dilontarkan tunangannya itu.
“ Sial !!! Mataku ternoda !!!...”, batin Mike tersedak anggur yang diminumnya saat melihat kemesraan adik tirinya itu.
“ Sial !!!...Itu benar – benar berpengaruh padanya !!!...”, mata Veron melotot tak percaya.
“ Gadis ini hanya membujuknya sebentar, dan Arnold benar – benar berhenti menyeka tangannya. Bahkan wajahnya yang menakutkan kembali normal dan terlihat lebih hangat , semuanya terpancar dari matanya…”, batin semua orang saat gadis cantik itu berhasil menjinakkan sang iblis yang sedang marah.
“ Tuan muda Mike, siapa sebenarnya gadis cantik ini ?...”, Veron bertanya dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.
“ Kau tidak perlu tahu !!!...Dia hanya orang jelak yang merepotkan !!!…”, gerutu Mike tidak senang.
“ Jelek !!!...Apa Mike ini buta !!!...”, batin Veron terkejut
“ Hey…cepat suruh wanitamu pergi sebelum nyawanya melayang !!!...”, Mike mengingatkan Veron yang terlihat linglung, jatuh dalam pesona Crystal.
“ Aku benar – benar takut setengah mati tadi !!!...Jika bukan karena Crystal datang malam ini, aku tidak yakin jika bisa menyelesaikan insiden ini sendirian…”, batin Mike sambil menatap Crystal dengan perasaan tak menentu.
Veron terus saja mengangguk saat Arnold mengangkat satu tangannya, memberikan isyarat agar gadis itu segera keluar dari ruangan.
Namun tanpa semua orang sangka, melihat isyarat yang diberikan oleh Arnold, gadis itu segera bangun dan bergerak cepat mendekat kearah Arnold untuk mengucapkan terimakasih.
“ Keluar !!!...”, bentak Arnold kesal saat melihat gadis itu semakin dekat dengannya.
“ Terimakasih tuan muda..... terimakasih atas kebaikanmu…”, ucap gadis itu sambil membungkukkan badan berkali – kali.
Pada awalnya gadis itu sama sekali tak menyangka jika dirinya bisa hidup setelah kehilangan satu jari telunjuknya dan melihat kemarahan Arnold yang sangat mengerikan itu.
“ Ternyata tuan muda tidak membenci wanita seperti rumor yang beredar. Dia hanya membatasi diri karena sudah memiliki wanita disisinya…”, batin gadis itu sambil melirik sekilas kearah Crystal sebelum keluar ruangan.
Semenjak Crystal berada disampingnya, Arnold terlihat lebih santai dan suasana dalam ruangan tidak setegang sebelumnya.
“ Pantas saja tuan muda tidak melirik gadis lain diluaran karena dia sudah memiliki dewi kecantikan yang sempurna disampingnya…”, guman Veron berasa sangat bersalah karena hampir saja mengorbankan seluruh keluarganya akibat kebodohannya.
Bukan hanya Veron yang memiliki pemikiran tersebut, semua orang yang berada dalam ruangan tampaknya juga memilki pemikiran yang serupa saat melirik gadis cantik yang duduk tenang disisi Arnold.
Tanpa memperdulikan yang lain, Crystal yang mulai merasa bosan segera mengambil kacang yang ada di hadapannya. Mengupasnya dengan jemari lentiknya dan memberikan isinya kepada Arnold.
Melihat perhatian tunangannya itu, hati Arnold terasa semakin hangat. Diapun segera memakan kacang yang berada ditangan Crystal hingga habis.
Setelah kacang habis, Crystal mengambil pistachio dan menyuapkan kemulut Arnold. Bukan hanya itu saja, Crystal juga menyuapkan beberapa buah potong yang dihidangakan disana untuk iblis kesayangannya itu.
Crystal melakukan semua itu untuk memperbaiki situasi yang sempat menjadi buruk dan mencekam tadi. Meski hati kecilnya enggan, namun dia tak ada pilihan lain.
Arnold dengan patuh memakan dan meminum apapun yang diberikan oleh Crystal kepadanya. Semua orang hanya bisa menatap iri kemesraan yang ditampilkan dua sejoli itu.
Semua orang yang berada dalam ruangan tersebut terlihat seperti debu saat ini, yang tak terlihat dan tak disadari keberadaannya saat kemesraan Arnold dan Crystal tercipta.
“ Sial !!!...Sudah sepakat jika tidak boleh membawa pasangan, Arnold malah bermesraan dengan kekasihnya dan menyiksa semua orang dengan kemesraan yang dihadirkannya !!!...”, batin semua orang kesal.