
Peristiwa menghebohkan tersebut berhenti setelah Adisty dibawa paksa keluar. Semua orangpun kembali pada posisinya masing – masing untuk meneruskan gladi resik yang sempat tertunda tadi.
Melihat wajah sahabatnya begitu mengenaskan, Crystal segera membawa Vely ke klinik kampus agar wajah bengkaknya bisa segera diobati. Melihat hal itu, Brian dan mamanya yang merasa bersalah sekaligus bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Vely segera mengikuti langkah dua gadis itu.
Setelah berada di klinik, Vely segera duduk dan wajahnya diobati oleh dokter praktek yang kebetulan berada disana.
Bukan hanya beberapa dokter muda yang tampak disana, tapi beberapa tim medis juga terlihat sibuk mempersiapkan peralatannya.
Acara ulang tahun kampus bintang kali ini terbilang cukup meriah karena rektor kampus mengundang beberapa pejabat tinggi pemerintahan dan tokoh penting untuk hadir disana.
Jadi semua orang diharapkan sudah siap pada posnya masing – masing dan berjaga di aula hingga acara berakhir.
Saat sedang duduk untuk diobati, tiba – tiba Brian datang dan bersujud dihadapan Vely dengan tatapan penuh penyesalan.
“ Vely….tolong maafkan aku. Adisty telah menipuku….sekarang aku sudah tidak punya apapun\, bahkan harga diriku juga sudah hilang karena gadis p*****r sialan itu …tolong…beri aku kesempatan sekali lagi…aku janji aku akan berubah…”\, ucap Brian penuh penyesalan.
“ Vely, kamu lihat sendiri kan tadi jika Adistylah yang merayu Brian. Bukan hanya Brian, banyak lelaki yang sudah menjadi korbannya. Tolonglah tante sekali ini saja…tolong bilang ke papimu tentang perusahaan…”, ucap Felita berderai air mata.
“ Vely…apa kamu akan merusak hubungan baik yang telah kita bina selama ini dengan masalah kecil yang baru saja terjadi…”, ucap Felita sedih.
Melihat Vely sama sekali tidak meresponnya seperti pada saat diatas panggung, saat dia menampar dan mencaci makinya, membuat Felita frustasi.
Saat dia hendak membujuk Vely kembali, tiba – tiba ada teriakan keras dari pintu masuk klinik dan terlihat Andreas berjalan cepat kearahnya dengan wajah panik.
“ Vely !!!...apa yang terjadi dengan wajahmu !!!...”, meski sudah melihat rekaman yang dikirim Crystal padanya, namun melihat langsung kondisi sang putri tampaknya membuat hati Andreas semakin sakit.
Selama ini Andreas dan Catrine sangat memanjakan sang putri. Jangankan dipukul, disentuh agak keras saja mereka tidak pernah melakukannya. Apalagi ini ditampar hingga wajahnya memar.
Bukan hanya memar, pipi putrinya tersebut terlihat bengkak. Entah seberapa kuat Felita menampar Vely tadi. Hal itu tentu saja membuat Andreas murka.
“ Papi…kenapa kemari…aku baik – baik saja…”, ucap Vely malu, sambil menutup wajahnya yang bengkak dengan tangan.
“ Siapa yang berani menamparmu ?...Apa itu Felita ? dia berani memukulmu ?...”, tanya Andreas dengan rahang mengeras menahan emosi yang meluap –luap.
Melihat raut wajah Andreas yang sangat suram, Felitapun segera menghampiri teman suaminya itu dan menjelaskan semuanya, berharap dia bisa meminimalisir kesalahan yang diperbuatnya.
“ Andreas…kenapa kamu kemari ?...ini hanya kesalah pahaman kecil dan aku tidak sengaja melakukannya…”, ucap Felita mencoba berdamai dengan Andreas agar tidak semakin memperbesar masalah yang ada.
Mendengar ucapan Felita semakin membuat darah Andread mendidih. Kobaran api yang sangat terlihat jelas dikedua matanya seakan mampu menghanguskan semuanya yang ada dihadapannya dalam sekejap.
“ Masalah kecil !!! kamu buat wajah Vely ku jadi seperti ini hanya masalah kecil !!!...apa kamu tahu jika karena perbuatan putra bejatmu Vely hampir saja bunuh diri !!!...jika bukan karena ada yang menyelamatkannya, mungkin kami hanya bisa melihat mayatnya saja sekarang!!!.... Dan hal ini juga masih kau bilang masalah kecil !!!...apa kamu pikir keluarga Wilson sangatlah bodoh hingga bisa kamu curangi berkali – kali !!!...”, Andreas meluapkan semua emosinya.
“ Vely mencoba bunuh diri !!!...”, sekali lagi Felita tertampar oleh fakta yang ada didepannya.
Bagus, papa Brian sudah tidak bisa berkata apa – apa lagi, semua sudah dia dengar langsung dari mulut Andreas beserta bukti rekaman video dan tulisan yang dibuat Brian waktu dirinya datang ke perusahaan Wilson tadi pagi.
Sebelumnya, Bagus berpikir jika datang dengan baik – baik kekantor Andreas dan berusaha untuk membujuknya, mungkin Andreas akan lebih lunak terhadap mereka dan mau memberi sedikit proyek yang dipegangnya dengan menggunakan alasan pertemanan yang mereka jalin selama ini.
Namun satu pesan video yang diterima Andreas dimana istrinya menampar dan mencaci maki Vely didepan umum membuat negosiasinya pecah seketika.
Bagus tidak menyalahkan Andreas yang murka setelah semua yang terjadi, istrinya malah memperkeruh keadaan dengan bertindak implusif seperti itu.
Yang sangat membuatnya kecewa adalah sikap Brian yang menyembunyikan semua fakta yang ada dan seakan mengadu domba antara dirinya dengan Andreas.
Bagus sama sekali tidak menyangka jika Brian\, putra semata wayangnya itu benar – benar pintar berakting dan memutar balikkan fakta yang ada demi gadis yang ternyata hanya seorang j****g\, namun dibela mati – matian oleh sang putra.
“ Andreas…tolong maafkan kami…aku dan istriku tidak tahu apa – apa mengenai hal ini. Jika kami tahu, Brian pasti sudah akan kami hukum karena masalah ini…”, ucap Bagus memohon ampunan.
“ Tidak tahu !!!...kamu bilang tidak tahu !!!...putra kalian selama ini sering membully anakku bersama kekasihnya itu hingga dia menjadi bahan tertawaan seluruh warga kampus bintang. Apa kamu pikir keluarga kamu lebih hebat hingga berani merendahkan kami seperti ini !!!...”, Andreas semakin murka mendengar semua argumen yang dilontarkan Bagus.
Hati Andreas terasa sangat sakit melihat buah hati yang sangat disayanginya menjadi seperti ini. Saat itu juga papi Vely langsung menegaskan jika hubungan persahabatan yang ada diantara mereka putus detik ini.
“ Dan ingat !!! Jika kamu dan keluargamu berani mengusik Vely dan keluarga Wilson lagi, aku tidak segan – segan untuk menyingkirkan seluruh keluargamu !!!...Camkan itu !!!...”, ancam Andreas dan segera membawa Vely dari klinik.
Para dokter dan para petugas medis yang sudah melihat siaran langsung Lea dan mendengar sendiri perdebatan yang terjadi melirik Brian, Felita, dan Bagus dengan tatapan sinis.
Bahkan mereka bersikap acuh kepada ketiganya dan menganggap mereka tidak ada dengan sibuk menyelesaikan tugas yang diembannya.
“ Bagaimana ada keluarga yang tidak tahu malu seperti mereka…”, itulah batin semua orang yang ada diklinik saat ini.
Dirumah sakit SEHAT SELALU,
Vely berusaha untuk menenangkan sang mami yang sedari tadi tidak berhenti menangis melihat wajah putrinya yang memar dan bengkak.
FLASH BACK ON
Catraine yang sedang bersantai di taman belakang rumah tiba – tiba dikejutkan oleh sebuah pesan yang dikirim oleh sahabatnya.
Dalam pesan tersebut, sahabatnya memberi tahu Catraine jika putrinya sedang dibully oleh Felita di kampus bintang.
Catrine yang panik dan cemas mengenai kejadian yang menimpah sang putri segera mengambil ponselnya, dan melihat siaran langsung Lea di media sosialnya.
Hatinya terasa sangat sakit melihat caci maki yang diucapkan Felita kepada sang putri. Padahal yang bersalah disini bukan Vely, tapi Brian dan Adisty yang mengkhianati Vely dibelakangnya.
Catraine yang murka segera memanggil Agung, supir keluarga dan ayah Adisty. Selama ini dia masih diam dan tak mempermasalahkan, karena menurutnya apa yang dilakukan oleh Adisty tak ada hubungannya dengan sang ayah.
Namun, setelah melihat betapa palsunya wajah Adisty yang terlihat memutar fakta yang ada membuat kesabaran Catraine hilang.
Dengan kejam, mami Vely tersebut langsung memecat supirnya yang merupakan ayah Adisty tanpa memberinya gaji bulan ini sebagai kompensasi atas perbuatan putrinya kepada Vely hari ini.
Dan dirinya segera menghubungi sang suami untuk mengetahui bagaimana kondisi sang putri sekarang.
FLASH BACK OFF
Balik lagi di acara gladi resik HUT kampus, ketua panitia acara terlihat kelimpungan mencari penganti Vely sebagai MC malam ini menginggat kondisi wajahnya yang bengkak akibat insiden yang baru saja terjadi.
Dalam keadaan binggung, Arini, ketua panitia HUT sekilas melihat Lea dan Crystal sedang berbincang di aula langsung berjalan mendekat kearah mereka.
“ Crystal…bisakah kamu menjadi MC acara nanti malam. Aku tidak bisa menemukan pengganti Vely dalam waktu secepat ini. Please….”, ucap Arini memohon.
“ Maaf, aku tidak bisa…”, ucap Crystal dengan wajah tak enak hati.
“ Ayolah…Crystal…Please…bantu aku kali ini saja…”, ucapnya sambil menggenggam tangan Crystal dengan erat.
Melihat wajah frustasi Arini sebenarnya Crystal tidak tega, tapi mau bagaimana lagi, Crystal tak mau membuat masalah dengan Arnold.
Crystal takut, saat dia berada diatas panggung, para fansnya akan berdatangan dan nantinya dapat menimbulkan kesalahapahaman pada tunangannya yang super possesif itu.
“ Iya…Crystal mau…”, ucap Lea memutuskan.
“ Ba…”, belum sempat Crystal bersuara, Lea sudah mendorongnya menuju ruang ganti.
“ Lea…bagaimana kau bisa memutuskan hal sepenting itu !!!...”, ucap Crystal tak terima.
“ Memang apa masalahnya…hanya jadi MC saja semalam….nggak susah juga kan…itung – itung sebagai kompensasi telah membuat kekacauan tadi…”, guman Lea sambil terus mendorong Crystal agar segera duduk didepan meja rias.
“ Kamu tidak tahu, tunanganku itu sangat possesif…dia akan marah jika banyak lelaki yang memandangku…”, ucap Crystal cemas.
“ Suruh dia kesini menemanimu....Kamu tinggal menghubunginya…apa susahnya…”, ucap Lea santai.
Setelah berkata seperti itu, Leapun segera pergi untuk membawakan kostum yang akan dipakai Crystal nanti malam.
Sedangkan Crystal, gadis itu mulai dirias oleh para tim tata rias yang dipanggil khusus untuk merias semua orang yang akan tampil malam ini.
Karena acara HUT kali ini sangat penting bagi kampus, maka semua orang yang berpartispasi terlihat sangat serius dalam menjalankan tugasnya.