
Kembali kepada Rafael yang sedang menemui klien nya, klien yang di perkirakan lebih tua dari Daddy nya menatap bangga kepada El. Namun juga ada rasa hangat saat melihat wajah tampan dan senyum manis Rafael, ia seperti mengenal semua itu.
"Senang bertemu dengan anda tuan muda Rafael, ternyata Daddy anda begitu berani membiarkan putranya yang masih begitu muda untuk menjalankan bisnis ini." Ucap nya.
"Ya, suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan anda tuan. Saya harap saya tidak mengecewakan kepercayaan Daddy saya." Ucap El, lelaki itu tertawa kecil melihat sikap El.
"Melihat tuan muda Rafael membuat saya teringat dengan putra saya yang juga sedang menjalankan bisnis nya di negara K, atau mungkin kalian sudah pernah bertemu." Ujar nya, El tertawa kecil ia tidak tahu siapa putra dari lelaki itu.
"Maaf tuan, saya tidak tahu putra anda. Dan sepertinya saya tidak mengenal putra anda." Ucap El, lelaki itu tersenyum tipis menatap El.
"Benar sekali, mungkin kalian berdua tidak saling mengenal" Ujarnya nya, El hanya tersenyum kesepakatan sudah di tandatangani.
"Ya, sepertinya begitu." Ucap El, lelaki itu menatap wajah Rafael yang terlewat tampan dalam pandangan nya.
"Wajah anda mengingatkan saya kepada seseorang." Ucap nya, El yang tengah menunduk langsung mendongak menatap lelaki di hadapannya.
"Benarkah?" Tanya El, lelaki itu mengangguk dengan senyum menghiasi wajahnya.
"Ya, kamu begitu mirip dengan wanita yang sudah lama tidak saya temui." Ujar nya, El dan tangan kanannya diam apa maksud lelaki itu.
"Ah, maaf tuan Carl sepertinya ini menyangkut masalah pribadi." Ucap El, ia sangat tidak suka jika menyangkut pautkan masalah pribadi dengan masalah bisnis.
"Tentu, apa anda tidak mengenal saya?" Tanya Carl, ya lelaki itu adalah Carl anak angkat Dea.
Wajar saja jika El tidak mengenal nya sekarang, karena memang kedua nya tidak pernah lagi bertemu. Tapi Carl lelaki itu jelas mengingat ciri-ciri keturunan Dena dan Keanu.
"Apakah saya harus mengenal anda?" Tanya El, terlihat Carl tertawa renyah mendengar perkataan putra dari Keanu itu.
"Haha, Rafael Richard tentu saja aku ini masih keluarga mu. Kau melupakan aku yang ternyata keponakan dari mommy mu." Ucap Carl, El mengernyit heran. Bagaimana bisa mommy nya memiliki keponakan yang lebih tua dari sang mommy.
Ah, ya El melupakan jika ia pernah mendengar cerita mengenai Dea yang memiliki anak angkat. El menatap Carl lalu tersenyum tipis.
"Ah, kalau begitu maafkan aku yang tidak mengenalmu tuan." Ucap El, Carl tertawa mengangguk.
"Kamu benar-benar sama seperti Daddy kamu nak, terlihat tampan dan dingin." Ucap Carl, El diam ia memang seperti itu.
"Ya, karena aku putranya." Ucap El, Carl mengangguk dan menepuk pundak El.
"Kapan-kapan ajak mommy dan Daddy mu kemari, aku sudah sangat lama tidak bertemu dengan orang tuamu." Ujar nya.
"Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu." Ucap El, Carl mengangguk ia tak percaya ternyata Keanu benar-benar mendidik keras putranya.
Padahal Carl tahu jika Kean begitu memanjakan El karena bagi Kean El adalah jagoannya, namun ternyata banyak kejutan tak terduga dari Keanu dan Dena dari cara mendidik anak-anak nya.
...
Sementara itu di negara lain terlihat seorang lelaki yang tengah gelisah, beberapa waktu ini gadis kecil nya tidak ada kabar. Bahkan setiap kali Kenzo menghubungi Ayaza wanita itu tak jarang membalas pesan nya, ada apa sebenarnya dengan Aya.
"Ada apa dengan kamu za, ini belum lama dari kepergian ku dan kamu sudah berubah seperti ini." Gumam Kenzo.
"Tuan meeting akan segera dimulai." Ucap seorang wanita cantik, yang tak lain adalah sekretaris Kenzo.
"Hmmmmmm." Jawab nya datar.
Di tempat Ayaza sendiri wanita itu sedang duduk termenung di sebuah cafe, Kevan yang kebetulan berada disana pun memutuskan untuk menghampiri Ayaza.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Kevan tiba-tiba.
"Main bola." Jawab Aya ngasal.
"CK, jadi cewek judes amat mbak nanti gak ada yang mau loh." Ujar nya, Ayaza menoleh menatap Kevan dengan sinis.
"Van gak ada kerjaan lain apa selain ganggu Aya." Ucap nya, Kevan tertawa kecil melihat tingkah Ayaza.
"Gak ada za, soalnya yang dikasi kerjaan sama mami dan papi cuma kak Kenzo." Jawab nya, Ayaza menoleh dan menghela nafasnya.
"Anak onta ngapain disini?" Tanya Ria, membuat Kevan menatap nya sinis.
"Heh, sembarangan cakep begini dibilang anak onta." Sengit Kevan.
"Dih, za kok bisa si duduk sama dia." Ucap Ria.
"Lah emang kenapa, aku cakep kok iya gak." Ucap nya bangga.
"Anak siapa si kamu, prasaan uncle Tio gak kepedean kayak kamu deh." Ceplos Ayaza.
"Jangan lupakan mami aku yang Solimi tiada tara za." Ucap Kevan, oiya Ayaza lupa jika sikap percaya diri Kevan menurun dari tata.
"Kamu ngapain disini?" Tanya Kevan, kepada Ria.
"Suka-suka lah, mau aku disini kek dimana kek apa urusannya sama kamu." Ucap Ria.
"Iya juga si, lagian siapa juga yang mau ngurusin kamu." Ucap Kevan, Ayaza tertawa melihat tingkah kedua orang yang duduk di hadapannya.
"Kalian kalau ketemu kaya pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta." Goda Ayaza, membuat Kevan dan Ria saling pandang.
"Dih ogah, Aya lebih baik ni ya aku sama kakak kamu aja kak El demi Alek kaga ngapa-ngapa za." Ucap Ria, Ayaza tertawa renyah membuat Ria mendengus.
"Lagian siapa si yang mau sama cewek jadi-jadian kaya kamu." Cibir Kevan.
"Heh, gak boleh gitu nanti sama-sama jatuh cinta baru nyahok kalian." Kekeh Ayaza, Kevan mendengus ia memilih pergi daripad di ejek habis-habisan oleh Ayaza.
Sementara Ria hanya komat-kamit berharap jika ia tidak akan memiliki hubungan apapun dengan Kevan, lelaki itu memang tampan hanya saja resek dan selalu membuat Ria juga Ayaza emosi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Kenzo aaaaaaa, kangen gue 😭*
A: Lebay amat Lo 😒
N: Gue rada-rada gaenak hati liat si Carl muncul 😌
A: Jan seudzon Uun 😌
N: Kaga, gue cuma curiga sama elu 😂
A: Ngadi-ngadi 😒
N: 😂😂😂