Love Destiny

Love Destiny
Epson 254



Keesokan harinya di kediaman Keanu pagi-pagi sekali sudah ada perdebatan kecil antara Rafael dan Ayaza, bahkan keduanya membuat sang Daddy merasa bingung.


"Apa yang kalian debatkan oh God, ini masih pagi kenapa kalian sudah rusuh seperti ini." Ucap Keanu.


"Kakak tuh dad, Ayaza hanya ingin kakak mengantar Yaza ke sekolah tapi kakak tidak mau." Adu nya.


"Kak kenapa kamu menolak permintaan adik mu hmmmmm." Tanya Keanu fokus dengan sarapan nya.


"Tentu saja aku tidak mau, Ayaza memiliki supir untuk apa aku mengantar nya." Ujar El santai.


"Benar juga, Ayaza kenapa kau meminta kakak untuk mengantar mu?" Tanya Dena membuat ayaza kesal.


"Mom, aku ingin seperti teman-teman ku yang di antar sekolah oleh kakak nya. Bukan kah aku juga memiliki kakak, lalu kenapa kakak tidak pernah mengantarku." Protes nya, ya karena hampir semua teman ayaza sering di antar jemput oleh kakak nya.


"Hiduplah sebagai dirimu ayaza, kau tidak seperti mereka yang bisa bebas memperlihatkan siapa keluarga mu." Ucap Rafael tegas, membuat Dena dan Keanu menghela nafasnya.


"Kau itu kenapa? Kenapa kau selalu menolak jika aku memintamu mengantarkan aku." Kesal ayaza.


"Ayaza jaga sikap mu, dia itu kakak mu." Ucap Dena.


"Pisau di dapur lengkap bukan, pegang satu-satu maka kalian bebas bertengkar." Ucap Keanu membuat ayaza dan El saling pandang.


Setelah selesai sarapan El langsung berjalan menuju mobilnya diikuti oleh ayaza di belakang nya, El masuk kedalam mobil dan langsung melajukan mobilnya.


Ayaza terdiam menatap mobil mewah sang kakak yang pergi menjauh, Dena merangkul pundak putri bungsu nya.


"Ada apa hmmmmm, kau belum berangkat?" Tanya Dena, membuat putrinya menoleh dengan wajah sendu.


"Mom, kenapa kakak menyebalkan sekali. Kau ngidam apa saat mengandung nya." Ucap ayaza mencebikan bibirnya.


"CK, biar begitu dia kakak mu. Sudah pergilah ke sekolah." Ucap Dena mengecup kening putrinya.


Ayaza pun mengangguk dan masuk kedalam mobil nya, kini tinggal Keanu yang baru saja keluar dari rumah.


"Ayaza sudah berangkat sayang?" Tanya Kean.


"Sudah dad, pergilah kau bisa terlambat ke kantor." Ucap Dena, semenjak memiliki ayaza Keanu menjadi lebih sering pergi ke kantor daripada pergi ke rumah sakit.


"Baiklah aku pergi dulu, jaga diri mu baik-baik sayang." Ucap Keanu mengecup setiap inci wajah Dena.


"Hmmmmm, hati-hati." Ucap Dena, Keanu pun mengangguk dan tersenyum.


...


Di tempat lain terlihat dua orang laki-laki tampan yang sedang berdebat, sang adik yang selalu mengganggu kakak nya.


"Kevan." Panggil Kenzo.


"Kevan." Teriak nya lagi, adik nya itu selalu senang jika mengajak Kenzo bertengkar.


"Kenzo ada apa kenapa kau berteriak?" Tanya tata bingung.


"Mi Kevan selalu membuat ku kesal, kenapa tidak mami masukan lagi saja kedalam perut." Grutu nya membuat tata menganga.


"Kau fikir kevan barang yang bisa di daur ulang." Sengit tata.


"Lihatlah dia selalu menggunakan jam ku, ingin sekali aku memukul kepalanya." Sengit Kenzo, membuat tata menghela nafasnya.


Padahal tata bisa melihat jam Kenzo yang masih tertata rapi di tempat nya, lagipula Kenzo memiliki banyak jam tangan.


"Kenzo jam tangan mu banyak, kenapa tidak kau pakai yang lain saja dulu." Ucap tata mengelus pundak Kenzo.


"Kemarikan jam ku." Ucap Kenzo menarik tangan adik nya, dan melepaskan jam yang melingkar di tangan kevan.


"Eh, kak apaan si." Ujar kevan.


"Kau memiliki jam tangan mu sendiri, maka jangan pernah kau mengusik barang-barang milikku." Sengit Kenzo.


"Soal jam saja kalian perebutkan, besok-besok akan kubelikan kalian pabrik nya." Ucap Tio tidak habis fikir.


"Kevan selalu menggunakan barang milikku." Adu Kenzo membuat kevan mendengus.


"Kau itu selalu saja pelit, padahal aku adikmu." Sinis kevan.


"Cih, jika boleh meminta aku ingin memasukan kau kedalam perut mami lagi." Sinis Kenzo membuat kevan tercengang.


"Andai menganiaya kakak sendiri dihalalkan maka sudah ku cabik-cabik tubuh mu." Sengit kevan membuat tata dan Tio pusing.


"Kevan pergilah ke sekolah mu, dan Kenzo segera pergi ke kampus jangan membuat kepala mami mu pusing." Ucap tata membuat Tio tersenyum tipis.


Kevan dan Kenzo pun mengangguk mereka memutuskan untuk segera pergi ke tujuan nya masing-masing, membuat tata dan Tio bernafas lega.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


***Buat yang nanya Thor Kenapa gak up, Thor kok lama kok diem-diem Bae si othor.


Sekali lagi maaf karena aku lama gak up, bukan mau aku buat gak up tapi keadaan nya memang gak memungkinkan aku untuk up gaes.


Papa ku baru aja meninggal tiga hari yang lalu, dan itu bikin konsentrasi aku buyar aku gatau mau bikin cerita apa dan kaya gimana.


Dan mohon minta doa nya ya 🙏, aku juga minta maaf kalau aku bikin kalian kecewa. ðŸ˜Ē


N**: Thor sabar ya, Lo kuat selama ini Lo udah banyak hibur kita semangat Thor ðŸĪ—


A: Gak nyangka Uun 😭 gue lagi ada rencana buat wujudkan keinginan nya ðŸ˜Ē


N: Ikhlas ya Thor, kasian papa mu ðŸĪ—


A: Makasih Uun 😔


N: Jangan galau ðŸĪŠ


A: Iya enggak ðŸ˜Ē


N: ðŸĪ—ðŸĪ—ðŸĪ—*