
Tiga hari berlalu kini El sedang duduk di gazebo taman belakang, Ayaza menghampiri El karena sang mommy memintanya untuk memanggil El.
"Kak, dipanggil mommy." Ucap Ayaza.
"Mau apa?" Tanya El.
"Lah mana aku tahu, aku kan cuma diminta untuk memanggil kakak." Ujar nya membuat El menatap ayaza sinis.
"Matanya biasa aja, mau aku congk*l itu mata." Geram ayaza, El selalu seperti itu jika Ayaza mengganggu nya.
"Pergilah aku akan menyusul." Ucap El.
"Kenapa tidak kakak saja yang pergi, aku ingin diam disini." Ucap ayaza, gadis itu membaringkan tubuhnya di atas gazebo.
"Ayaza Rafael." Panggil Dena, membuat kedua anak nya menoleh.
"Ada apa mom." Sahut ayaza.
"Kau mommy minta untuk memanggil kakak mu, tapi bukannya memanggil kau malah ikut diam disini." Cerocos Dena.
"Ish, mom kau kan hanya meminta aku untuk memanggil kakak." Protes ayaza.
"Gadis nakal, bersiap lah. Dan kau kak bersiap juga kita akan pergi ke pesta rekan kerja dad mu." Ucap Dena.
Keduanya pun mengangguk, mereka bersiap-siap. Ayaza sebenarnya merasa malas untuk pergi namun apalah daya ia harus pergi,
Setelah selesai bersiap-siap merekapun memutuskan untuk pergi ke tempat pesta, bukan hanya keluarga Keanu disana juga ada keluarga Devin dan Tio.
Devin lelaki itu hanya mengajak Devika dan Chika, karena anak nya yang satu lagi sedang di rumah sang oma.
Saat tiba merekapun masuk dan disambut hangat oleh tuan rumah, El melihat Kenzo dan kevan yang menatap ke arah mereka.
"Silahkan masuk tuan dan nyonya Richard." Ujar nya, Keanu mengangguk.
"Dena." Panggil tata, Dena pun menghampiri tata dan memeluk nya.
"CK, bawa dua jagoan ta." Kekeh Dena.
"Hmmmmm, biasalah lagi mencoba buat akur." Kekeh tata.
Sementara Kenzo dan kevan menatap Ayaza yang sedang duduk di dekat El, mereka berfikir jika ayaza adalah kekasih El karena gadis itu terlihat berbeda.
"El bawa calon nya tuh." Goda tata membuat Chika menoleh.
"Etdah calon istri El tuh, saaa aeee si El nyari yang bening." Kekeh Chika.
"Calon-calon pale Lo, jelas-jelas itu Ayaza adik nya El. Bisa-bisanya dibilang calon." Kesal Dena, membuat tata dan Chika terkejut.
"Seriusan? Gue gak salah liat kan, kok si ayaza cakep banget beda gitu." Ucap Chika.
"Haha benar juga." Kekeh Chika.
Devika menatap ayaza penuh kagum, entah ia harus memperlihatkan rasa kagumnya seperti apa kepada keluarga Dena.
"Ayaza cantik amat." Ceplos kevan membuat Kenzo menatap nya tajam.
Ayaza tersenyum dan menatap kevan, ia juga melirik Kenzo yang terlihat diam. Kevan dan Kenzo memang berbeda.
"Lah si kevan nyari-nyari kesempatan." Ledek Chika.
"Okelah El gak dapet mah masih ada ayaza yang bisa gue Pepet." Kekeh tata, membuat mereka tertawa.
El hanya diam disamping ayaza, lelaki itu merasa bosan berasa di tempat seperti ini. El ingin sekali pulang dan merebahkan tubuhnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Oke maaf sedikit dulu ya gaes 🙏
N: Iya Thor gak apa-apa ko, istirahat ya gue tau Lo capek pasti 🤗
A: capek banget emang, capek semuanya 😌
N: Semangat Thor 🤗
A: Makasih Uun 🤗🤗🤗
N: Sama-sama Thor 🤗*