Love Destiny

Love Destiny
Epson 281



Pagi hari di sebuah rumah besar tepatnya di kediaman Kai dan Karen, kini Karen keluar dari kamar dengan cara jalan yang berbeda.


Hal itu tentu saja membuat sang putri Kyra merasa heran kepada sang mami, karena kemarin Karen masih baik-baik saja.


"Loh mami kenapa jalan nya kayak pinguin begitu?" Tanya Kyra membuat Karen salah tingkah, sementara Kai lelaki itu hanya diam menanggapi pertanyaan sang putri.


"Ha? Tidak sayang mami tidak apa-apa." Jawab Karen.


"Apa mami terluka?" Tanya nya lagi, hak itu semakin membuat Karen bingung.


"Makanlah girls tidak perlu memikirkan mami mu, semalam mami mu jatuh di kamar mandi." Ucap Kai, Karen hanya tersenyum dan mengangguk saja.


"Perlu aku panggilkan dokter?" Tanya Kyra.


"Tidak perlu sayang mami baik-baik saja." Jawab Karen, akhirnya kyra pun mengangguk.


Karen merasa lega karena ia berhasil membuat putrinya diam tanpa bertanya lagi, Karen berfikir bagaimana dengan yang lainnya apakah mereka juga mengalami hal yang sama.


Nathan family, di kediaman Nathan Niken terlihat baik-baik saja hanya leher Niken yang dililit oleh kain.


"Apa mami sakit?" Tanya nathia penasaran.


"Tidak." Jawab Niken.


"Ini musim panas kenapa kau melilit kain di lehermu mom." Ucap Nathia santai, Niken berdehem.


"Hmmmmm, tidak apa-apa mami hanya ingin memakai nya saja." Ucap Niken.


"Kau salah kostum sayang." Ledek Nathan, membuat Nathia tertawa kecil sementara Niken mendelik tajam.


"Tidak." Jawab Niken.


"Sepertinya mami mu tidak baik-baik saya girls." Kekeh Nathan.


"Seperti nya begitu, apa mami tidak normal di musim panas justru malah merasa kedinginan." Ucap Nathia tertawa kecil.


"Berhenti meledek mami mu Nathia." Ucap Niken, Nathia pun tersenyum mendengar kekesalan sang mami.


...


Di kediaman Devin Devika mengernyit melihat Chika yang berjalan dengan aneh, ia heran kepada mami nya yang terlihat seperti baru selesai melahirkan.


"Mami kenapa jalanmu seperti orang yang baru selesai melahirkan?" Tanya Devika.


"Hmmmmm, mami mu memang baru saja melahirkan Vika." Ucap Chika kesal.


"Ha? Melahirkan tapi kapan aku tidak tahu." Ucap Devika.


"Melahirkan tongkat sakti papi mu." Racau nya, membuat Devin menahan tawa.


"Tongkat sakti papi? Sejak kapan papi memiliki tongkat sakti." Ucap Devika polos, sungguh bahasa Chika benar-benar tidak dimengerti oleh putrinya.


"Sudahlah lebih baik kau makan, tidak ada gunanya kamu memikirkan tongkat sakti solimi itu." Ucap Chika, Devika pun mengangguk dengan bingung.


"Papi beli tongkat sakti dimana?" Tanya Devika, membuat Devin tersedak.


"Uhuukk...uhukkk." Devin langsung menerima air yang diberikan Chika.


"Kau itu kenapa masih saja membahas tongkat sakti." Cetus Chika.


"Aku hanya ingin tahu mom, dan aku akan membelinya untuk di pajang." Ucap Devika, sontak saja Devin dan Chika menepuk dahinya sendiri. Mereka tidak habis fikir dengan kelakuan Devika yang polos


Sementara Tio family tata tidak turun ke meja makan sama sekali, ia benar-benar dibuat tidak bisa bangun oleh suaminya.


"Apa masih sakit?" Tanya Tio.


"Menurutmu bagaimana." Balas tata, Tio tertawa kecil dan mengecup kening tata.


"Istirahat saja, makasih untuk olahraga malam nya." Kekeh Tio, membuat tata mengerucutkan bibirnya.


"Aku pergi kerja dulu, kamu baik-baik di rumah. Biar nanti mbak yang akan membawa makan untuk kamu hmmmm." Ucap Tio, tata pun hanya bisa mengangguk saja.


Saat Tio akan pergi ke rumah sakit kedua putranya menghampiri, tio menatap heran kepada Kenzo dan Kevan.


"Mami sakit pi?" Tanya Kenzo.


"Tidak mami mu hanya kurang tidur." Jawab Tio, Kevan dan Kenzo pun tersenyum.


"Baiklah papi berangkat dulu." Ucap Tio, tak lama Tio pergi Kevan dan Kenzo pun ikut pergi dari rumah.


Keanu family kini Dena terlihat masih terlelap, Keanu tersenyum dan mengecup kening Dena dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Istirahat lah biar nanti pelayan yang membawakan makanan untukmu." Ucap Keanu, Dena hanya mengangguk karena enggan untuk membuka matanya.


"hmmmmm." Sahut nya.


"CK, menggemaskan sekali." Kekeh Keanu, setelah itu Kean keluar dari kamar dan turun ke lantai satu.


"Mommy mana dad?" Tanya Ayaza.


"Mommy masih tidur sayang." Jawab Keanu.


"Tumben, apa mommy sakit?" Tanya Ayaza khawatir.


"Tidak, mommy mu hanya tidak bisa tidur semalaman." Jawab Keanu, Ayaza pun mengangguk ia tahu jika sang mommy tidak bisa jauh dari Daddy nya.


Setelah selesai sarapan Keanu meminta pelayan untuk membawa sarapan dan makan siang Dena ke kamarnya saja, Kean juga meminta pelayan untuk menjaga sang istri agar tidak kelelahan dan hal itu membuat ayaza tersentuh. Rasa ingi memiliki suami seperti Daddy nya semakin besar, karena ayaza yakin sang mommy pasti sangat beruntung memiliki suami seperti Daddy nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Yang atas solimi semua 😂 pokoknya tiap part Dena dan Keanu gue bapeureu Thor 😭


A: Gue yang nulis ikut bapeureu 😂


N: Kan kena kan Lo 😂


A: Pengen banget punya laki model Kean 😊


N: Kaga ada yg nolak Thor kaga ada 😔


A: 😂😂😂😂*