Love Destiny

Love Destiny
Epson 276



Setibanya di cafe Dena dan kawan-kawan memilih meja sebelah pojok kanan, mereka duduk seperti biasa kelimanya memperhatikan barista yang sedang bekerja.


Sebelum itu mereka memesan makanan terlebih dahulu, Dena menatap sekeliling cafe dan banyak juga wanita yang mengunjungi cafe itu.


"Ini beneran si cakep banget." Ucap Chika.


"Lah iya bisa aja milih cafe yang nyegerin mata." Kekeh Dena.


"Liat noh liat senyumnya widihh bikin jantung neng berdisko." Ucap Karen.


"Ini si bisa dibicarakan baik-baik lah ya." Kekeh tata.


"Ngada-ngada ini orang, inget Kevan sama Kenzo ta." Kekeh Dena.


"Tenang lah anak-anak gue bisa di amankan terlebih dahulu." Ucap tata, Karen dan yang lain tertawa.


Tidak ada yang berubah dari mereka jika sudah bersama, selalu ada kerusuhan yang ditimbulkan.


Sementara itu para Daddy dan papi baru saja tiba di cafe yang mereka tuju, kini mereka berjalan masuk kedalam cafe.


Banyak para wanita dan pria yang mengagumi ketampanan para bapak-bapak itu, mungkin karena ketampanan yang luar biasa sehingga membuat orang yang melihat tidak tahu jika mereka sudah memiliki anak yang bahkan sudah remaja.


"Ini disini bener-bener cuci mata." Ucap Devin.


"Jangan dulu ngoceh pesen makan dulu lah." Ucap Nathan.


"Lo kenapa yan diem Mulu." Tanya Tio, Keanu tersenyum tipis kepada sahabatnya.


"Gak apa-apa, cuma lagi inget dulu aja pas Dena tiba-tiba nongol. Tepat saat Rafael masih kecil." Ucap Keanu, lelaki itu begitu mencintai putra kecil nya.


"Hmmmmm, Lo bener-bener care sama Rafael." Ucap Nathan, Keanu menoleh.


"Daddy mana yang gak care sama anak nya sendiri." Ujar Keanu, kali ini para Daddy mengungkapkan perasaan nya tentang anak-anak mereka.


"Benar juga, terus gimana tentang percintaan El nanti?" Tanya Devin, lelaki itu sedikit membahas tentang Rafael.


"Gue gak bakal ikut campur dalam urusan cinta Vin, gue tahu cinta yang dipaksakan itu gak enak." Ucap Keanu, Tio dan Devin saling pandang.


"Jadi?" Tanya Kai.


"Biar saja Rafael memilih pasangan hidup nya sendiri, toh aku juga kaya gitu. Aku memilih Dena tanpa campur tangan mommy and Daddy." Ucap Keanu.


"Lo yakin?" Tanya Tio.


"Semua orang tua punya cara didiknya sendiri Yo, dan itu pasti beda-beda seperti gue dan Dena kita membiarkan anak kita memilih jalan yang mereka inginkan terkecuali itu mendesak." Ucap Keanu.


"Bukankah para kakak Dena menikah atas perjodohan yan, Lo gak mau nyoba gitu?" Tanya Devin penasaran.


"Gue mau nyoba tapi itu bukan untuk percobaan, kalaupun harus dengan perjodohan gue mau anak gue Nerima hal itu dan nantinya bisa bahagia kaya kakak nya Dena." Ucap Keanu.


Jujur saja Kean merasa bangga kepada ayah Rio yang berhasil menjodohkan anak-anak nya dan berakhir bahagia, tetapi tidak dengan dirinya dan Dena. Kean tidak termasuk kedalam kategori perjodohan.


"Dah lah ngomongin perjodohan bikin pala gue penat." Ucap Devin, membuat Tio dan yang lain tertawa.


"Jelas penat Lo sama Chika kan nikah karena perjodohan." Kekeh Nathan.


"Mangkanya itu, gue udah bahagia jadi gak semua perjodohan itu buruk dan gak semuanya baik juga." Ucap Devin, Kean mengangguk.


"Handphone gue dimana ya." Ucap Tio tiba-tiba.


"Lah mana gue tau." Ucap Nathan.


"Kayaknya ketinggalan di mobil dah." Ucap Tio, Devin hanya mengangkat bahu nya.


"Tar deh gue jalan dulu ke mobil ngambil handphone sama dompet." Ucap Tio, para bapak yang lainnya pun mengangguk.


Saat keluar cafe Tio melihat kesamping parkiran cafe, dan ia melihat mobil yang sangat dikenal nya.


Setelah itu Tio berjalan mendekati mobil yang dikenal nya, lalu melihat plat nomor mobil tersebut.


"Lah mobil bini gue ini, ngapain dia kesini." Gumam Tio, matanya berkeliling ternyata bukan hanya mobil tata yang ia lihat.


Setelah selesai Tio kembali masuk ke cafe dimana para sahabat nya sedang berkumpul, Tio masuk dengan wajah datar nya.


"Lo ngambil dompet kemana lama amat." Protes Devin.


"Tau nyasar kayak nya ini anak." Kekeh Nathan.


"Nyasar pale Lo, gue liat mobil tata di samping." Ucap Tio, membuat yang lain menoleh menatap Tio.


"Tata?" Tanya Kai.


"Hmmmmm, dan bukan cuma tata mobil para istri Lo semua juga ada disana terparkir dengan rapi." Ucap Tio, membuat Keanu mengernyit.


"Gak beres nih." Ucap Kean, lelaki itu langsung bangkit dari duduknya dan berjalan keluar cafe.


Natan Devin dan yang lain mengikuti langkah Keanu, mereka juga memiliki ke khawatiran yang sama takut jika istrinya macem-macem.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Maaf aku baru up ya, maaf juga sekarang malah jarang up 😌


N: Rajin apa Thor gue capek Lo gantungin Mulu 😒


A: Oke Mon maap ye kan 😂 oiya buat yang komen katanya salut sama cerita ini, gak kaya cerita sebelah yg selalu soal perjodohan. plis lah hargai aku yang nulis, yakali gue mau bersaing sama karya gue sendiri 😒


N: Yang komen gak ada hati mungkin, kalo sama ya Lo baca yang Dena ganti nama doang Jamal 🤣


A: Itu yg komen sampe gua hafal namanya 🤣


N: Yang meresahkan emang mudah di hafal 😂


A: Masalahnya kalau gak kaya gitu gue bingung kisah Aiden mau kayak gimana, gue takut nanti datar 😌


N: Gak usah difikirin Thor, gak tau aja dia nulis gak segampang baca 😏


A: Hmmmmm 😊*