
Semua orang tidak mampu menutupi rasa penasaran yang terlihat jelas diwajah mereka. Dengan mengumpulkan semua keberanian, Veron kembali bersuara.
“ Tuan muda, ini….”, tanya Veron gugup.
Arnold sangat benci saat ada orang yang menyelidiki tentang masalah pribadinya. Veron tampak sangat menyesal setelah mengucapkan kata tersebut dan sama sekali tidak berharap jika Arnold akan meresponya.
“ Dia kekasihku…”,ucap Arnold datar.
Mendengar kata yang diucapkan oleh Arnold semua orang langsung membulatkan matanya hingga mau keluar karena syok.
“ Kekasih ???….”
“ Aku sudah sangat yakin dia bukan gadis biasa…”
“ Gadis ini istimewa…”
“ Pantas, Arnold bisa menatap lembut kearah gadis ini…”
Itulah semua yang ada dipikiran semua orang saat ini. Mereka sudah menduga bahwa gadis itu special saat Arnold membiarkannya menyentuh tangannya tanpa merasa jijik.
“ Apa ini !!!...Apa dia benar – benar berniat mempublikasikan hubungannya…”, batin Mike tak kalah syok dengan yang lainnya.
“ Aiya…pantas saja tuan tidak pernah berdekatan dengan wanita…ternyata tuan muda sudah memiliki kekasih yang sangat cantik dan sempurna dirumah. Bolehkah aku tahu siapa namamu nona?...”, ucap Veron sopan.
“ Halo semuanya…nama saya Crystal Abraham…salam kenal…”, ucap Crystal sambil tersenyum samar.
“ Abraham…”, batin semua orang terkejut.
Seingat mereka hanya ada satu keluarga Abraham di kota ini. Dan anak gadis keluarga itu sudah menikah dengan laki – laki dari keluarga Adams.
Semua orang terlihat diam, sibuk dengan pikirannya masing – masing. Meski ada beberapa hal yang masih menganjal dan ingin bertanya, namun semua kata tersebut mereka telan bulat – bulat. Takut kembali membangunkan iblis yang sudah tertidur.
Mereka terus minum, makan, dan ngobrol seputar proyek yang akan mereka kerjakan bersama. Tentu saja Arnold sebagai penerus keluarga Lincoln lah yang memegang kendali dalam proyek ini.
Proyek besar ini sudah menghabiskan waktu empat bulan lamanya, hanya untuk melakukan pembahasan. Namun, sampai detik ini belum juga mencapai kata sepakat.
Semua itu terjadi karena suasana hati Arnold yang tidak menentu, bahkan lebih sering buruk, sehingga lagi - lagi pembahasan tersebut tertunda.
Tapi sekarang, dengan adanya Crystal disisi Arnold, lelaki itu lebih mudah untuk diajak berdiskusi. Dan tidak sampai satu jam, pembahasan sebelumnya yang terasa sangat alot akhirnya berhasil dicapai dengan kata mufakat.
Dengan mata berkaca – kaca penuh haru, Veron dan semua orang menatap Crystal dengan tatapan memuja. Seolah – olah dirinya adalah dewi welas asih yang sudah menyelamatkan nyawa banyak orang.
Pada awalnya mereka mengira jika Crystal hanyalah gadis biasa, tapi siapa tahu jika gadis itu bisa membuat Arnold mencapai kesepakatan dengan semua pihak.
Benar kata orang, dibalik kesuksesan seorang laki – laki ada perempuan yang yang mendukungnya dari belakang tanpa pamrih.
Jika tidak ingin hal lebih buruk dari yang terjadi tadi akan menimpah mereka. Maka dari itu mereka tidak boleh ceroboh sedikitpun, mengingat kesepakatan baru saja mereka buat.
“ Nona Crystal, ini pertama kalinya kita bertemu. Saya ada hadiah kecil untuk anda, sebuah token sederhana yang tulus dari dasar hatiku…”, ucap Veron sambil menyerahkan kartu emas dari dalam dompetnya.
Crystal mengamati kartu emas tersebut dengan sudut matanya dan seketika bola matanya berbinar senang waktu menyadari manfaat kartu itu.
“ Astaga !!!...itu adalah kartu emas dari mall terbesar dan termegah dikota ini. Dengan kartu ini dia bisa mendapatkan potongan harga hingga 90 persen dibrand – brand terkenal…”, batinnya takjub.
Bahkan dengan kartu tersebut dia bisa mendapatkan pelayanan VVIP dan barang mewah dengan harga super murah.
Sepengetahuan Crystal, hanya orang tertentu saja yang bisa memegang kartu itu, minimal sekelas direktur pelaksana.
Belanja minimal lima ratus juta baru per bulannya, maka secara otomatis akan mendapatkan kartu sakti itu. Bagi orang kaya hanya dengan membeli tas atau baju branded sudah bisa langsung mendapatkan member ekslusif itu dalam sekali transaksi.
“ Jangan – jangan dia adalah Veron Domalt…”, batin Crystal kembali terkejut saat menyadari jika apa yang dipikirkannya itu benar adanya.
Ingin sekali Crystal menerima kartu sakti tersebut namun dirinya tak berani karena ada iblis disebelahnya. Dengan pandangan berharap, Crystal sekilas melirik Arnold, berharap tunangannya itu mampu menangkap isyaratnya.
“ Terima itu…”, perintah Arnold saat dia melihat puppy eyes yang diberikan Crystal kepadanya, juga setelah melihat tidak hal yang mencurigakan dari Veron.
“ Terimakasih…”, ucap Crystal dengan mata berbinar.
“ Tidak…tidak…itu hanya hal kecil. Saya hanya merasa bahwa, kalian para wanita pasti sangat suka sekali berbelanja. Dan hal itu sangat bermanfaat…”, ucap Veron bahagia saat kartu saktinya diterima.
Veron sangat tahu jika Crystal sangat besar pengaruhnya terhadap Arnold, jadi dia tidak bisa meremehkan gadis itu. Setidaknya tindakannya ini sudah merupakan satu langkah maju untuk bisa mendapatkan perhatian dari pewaris Lincoln tersebut.
Maka dari itu, memberi kartu sakti adalah hal kecil baginya. Asalkan bisa membangun relasi yang baik dengan Crystal, tentunya keuntungan yang didapatkannya akan sangat besar daripada nilai kartu itu.
Setelah mobil yang membawa Arnold dan Crystal meninggalkan baseman club NT, Mike menepuk pundak Veron dengan bangga.
“ Pemikiran yang bagus kawan…”, ucap Mike tersenyum lebar.
“ Seperti kata pepatah orang yang bijaksana selalu menyesuaikan tindakan mereka dengan keadaan yang ada. Tuan muda Mike, kalau boleh saya tahu, gadis ini putri Abraham yang mana, karena setahu saya putrinya sudah menikah dengan putra dari keluarga Adams ?...”, ucap Veron mengutarakan pertanyaan yang masih menganjal dihatinya sejak tadi.
“ Kau tidak perlu mencari tahu akan hal itu, Arnold tidak akan suka. Tapi hanya satu hal yang bisa aku katakan… ”, ucap Mike sambil menyalakan rokok yang ada digenggaman jarinya.
“ Kau sudah menghisap orang yang tepat…”, ucap Mike tersenyum lebar.
Mendengar hal itu Veronpun tertawa bahagia. Dia memang cerdik karena bisa menarik perhatian Crystal dan bisa satu langkah didepan jika dibandingkan dengan yang lain.
Jika hubungan baik ini bisa diteruskannya, maka tidak mungkin jika Arnold bisa ditaklukannya dengan sangat mudah dalam memperlancar bisnisnya.