Love Destiny

Love Destiny
Epson 355



Di sebuah perusahaan besar tepat di perusahaan milik keluarga Richard, terlihat seorang lelaki yang sudah memiliki dua anak itu sedang berkutat dengan pekerjaan nya.


Keanu di temani oleh tangan kanannya, Kean dan tangan kanannya itu sangat dekat. Bahkan Kean yang tak memiliki adik karena ia juga berstatus sebagai cucu paling muda di keluarga Richard menganggap tangan kanannya itu sudah seperti adik nya sendiri.


"Tuan bukankah anda memiliki putri yang begitu cantik." Ujar nya, Keanu mendongak dan menatap lelaki itu dengan tersenyum.


"Tentu saja cantik, kau jangan melupakan mommy nya yang super cantik." Ucap Keanu, tangan kanannya tertawa kecil. Jika sedang berdua Kean memang begitu baik dan ramah, tapi jika di hadapan banya orang Keanu selalu memasang sikap datar dan dingin nya.


"Benar, nyonya begitu cantik." Ucap tangan kanannya.


"Jangan berani-berani memuji istriku, karena hanya aku yang boleh memuji nya." Canda Keanu, lelaki itu tersenyum ia tahu betul bagaimana cinta nya Kean kepada Dena.


"Kenapa tuan tidak pernah mengajak nona muda ke kantor?" Tanya nya, Keanu meletakkan pena yang di pegang nya.


"Kau tahu bagaimana media mencari informasi mengenai gadis kecilku, bukan kah aku selalu memintamu untuk mengawasi nya dari jauh." Ucap Keanu, lelaki itu benar-benar tidak ingin ada yang menyentuh putri nya.


"Ya, tapi tuan muda selalu ke kantor meskipun dengan wajah yang tertutup." Ujar nya, Keanu tertawa kecil.


"Tentu saja, cepat atau lambat Rafael harus turun ke perusahaan. Maka dari itu meskipun sulit, ia harus bisa terbiasa untuk datang ke kantor." Ucap Keanu, tangan kanannya mengangguk dan mengerti.


"Ayo ikuti saya." Ucap Kean, tangan kanannya mengernyit heran ia akan di ajak kemana.


Tanpa protes ia pun mengikuti Keanu dari belakang, tanpa perintah dengan mengerti ia mengambil mobil dan pergi dengan arahan dari bos nya.


Tak butuh waktu lama kini merekapun sudah tiba di kediaman tuan Richard, Keanu berjalan masuk kedalam rumah dan disambut oleh mama dan Oma nya.


"Yan, kamu kesini bersama Aya atau El dimana mereka?" Tanya nyonya Ellen.


"Mom Kean kesini sendiri, Aya dan El ada di rumah." Jawab nya, nyonya Ellen merengut masam. Keanu tertawa kecil ia tahu mommy nya itu merindukan Ayaza.


"Yan kenapa harus Ayaza si panggilan nya, Oma suka belibet ini. Kenapa tidak Reva atau Vania saja." Protes Oma, lagi-lagi membuat Keanu tertawa.


"Oma Aya itu panggilan aku dan Dena kepada putri kecil kami, jika Oma ingin memanggil nya Reva atau Vania tidak apa-apa." Ucap Keanu, Oma mendengus ia ingin panggilan untuk Ayaza di ubah. Satu keluarga memanggilnya dengan sebutan Vania itu akan terdengar lucu, tapi Keanu ya Keanu, ia akan memanggil putrinya dengan apa yang membuat nya nyaman, tak bisa di ganggu gugat.


"Yan, Aya itu sama seperti Rafael mirip-mirip dikit Yan. Kamu tahu mommy benar-benar seperti melihat El versi wanita." Ucap Nyonya Ellen.


"Tentu saja mirip dia adik nya Ellen, kadang-kadang mommy kami suka ngelag Yan maklum saja sudah tua." Ucap Oma, nyonya Ellen mendengus bisa-bisa nya ia di Katai tua. Sementara Oma sendiri memiliki usia lebih tua dari nyonya Ellen.


"Ibu sebaiknya ibu berkaca dulu sebelum berbicara, apakah ibu fikir jika ibu itu masih muda." Ucap nyonya Ellen, Keanu tertawa melihat tingkah Oma dan mommy nya.


"Lanjutkan saja perdebatan kalian, aku kemari hanya ingin mengambil beberapa berkas penting." Ucap Keanu, mommy dan Oma nya pun saling pandang.


"Ibu si, pergi kan Kean nya." Ucap nyonya Ellen.


"Kok ibu, jelas-jelas kamu ngelag El malah nyalahin ibu lagi." Protes Oma, nyonya Ellen hanya diam ia tak ingin banyak berdebat dengan oma.


Sementara itu di kediaman Dena wanita itu sedang duduk di ruang tengah dengan memainkan ponselnya, tiba-tiba saja Ayaza datang memeluk sang mommy dengan menangis sesenggukan.


Hal itu membuat Dena terkejut kenapa putrinya menangis, selama ini Dena tak pernah melihat Ayaza nangis sampai sesenggukan.


"Loh kenapa ini, Aya kenapa ada apa kok nangis?" Tanya Dena, wanita itu memberikan banyak pertanyaan kepada putrinya.


"Hiks...hiks... Aya takut mom." Lirih nya, Dena terdiam ia heran apa yang membuat putrinya takut.


"Aya ada masalah dengan Kenzo?" Tanya Dena pelan-pelan, Ayaza menggelengkan kepalanya.


Bukan? Lalu apa? Tapi benar juga Aya bukan tipe orang yang akan menangisi lelaki, ia selalu berkata cinta boleh mommy tapi bo*oh jangan. seperti itulah kurang lebih.


"Ada apa, Aya tenang dulu ceritakan kepada mommy ada apa?" Tanya Dena.


"Di sekolah tadi teman Aya bercerita_" Ayaza pun menceritakan semuanya.


Gadis cantik itu mengatakan tentang teman nya yang bercerita jika Kaka teman nya menikah, setelah itu sang kakak pun pindah dari rumah nya. Tadinya Ayaza berfikir itu adalah hal yang biasa, namun saat teman nya mengatakan semenjak menikah sikap kakak nya jadi berubah.


Kakak lebih sayang kepada istrinya, Ayaza juga berfikir itu hal yang masih wajar. Namun saat teman nya berkata saat ibunya mengalami kesulitan kakak ipar nya sama sekali tidak peduli, bahkan tak pernah mengunjungi rumah. Ia bingung apa salah ia dan ibunya, bahkan kakak ipar nya juga membuat sang kakak menjual saham perusahaan.


Saat itulah Ayaza merasa takut, takut jika nanti El akan berubah dan tak lagi menyayangi nya. Ayaza hanya memiliki satu kakak, ia hanya memiliki harapan kepada Rafael.


Ayaza mendengar perkataan teman nya yang berkata dia bingung jika kakak nya seperti itu, bagaimana jika orang tuanya nanti sudah tiada. Umur tidak ada yang tahu, jika itu terjadi kepada siapa ia harus bersandar selain kepada kakak nya.


Dena yang mendengar cerita Ayaza tersebut lembut, sekalipun Rafael berubah nanti Dena tak khawatir karena ia akan menyiapkan banyak hal untuk putrinya. Berjaga-jaga jika dirinya tiada nanti, tapi Dena yakin secuek apapun El kepada adiknya lelaki itu sangat menyayangi dan mencintai Ayaza.


"Aya dengar mommy, tidak semua saudara ipar akan seperti itu. Aya jangan lihat keluarga orang lain, tapi lihatlah bagaimana bahagia nya keluarga Aya. Aya tahu jika Daddy anak lelaki Oma dan eyang, apa mommy ada sikap membiarkan eyang dan Oma? Apa mommy terlihat tak peduli kepada eyang dan Oma?" Ucap Dena, anak gadis nya itu menggelengkan kepalanya menatap wajah cantik mommy.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Haiiii maaf baru up, emang baru sempet hari ini up nya. Maaf banget udah bikin kalian nunggu, untuk hari ini dan kedepannya mulai aktif lagi ya guys. Yok dukung yok dengan vote nya 🤗*


N: Abis refreshing Kan Lo 😂


A: Kaga uun, abis nenangin fikiran gue biar nulis lancar jaya 🤣


N: Caaaaaa aeeeee jamileh 😂


A: 🤣🤣🤣🤣