
Di sebuah kampus ternama seorang gadis tengah berjalan dengan santai, ia baru saja selesai dari kelas nya. Dari kejauhan terlihat juga tiga orang gadis yang juga mengejar nya.
"Kyra." Panggil Nathia, Kyra menoleh dan tersenyum melihat sahabat dan saudara nya.
"Hmmmmmm ada apa?" Tanya Kyra.
"Ra kita ngemall yuk, udah lama kan kita gak belanja gak nonton juga." Ucap Devika, Kyra terikik geli melihat Devika yang memotong perkataan Nathia.
"Boleh si boleh-boleh saja." Ucap Kyra, Nathia tersenyum senang namun tiba-tiba Kyra teringat dengan Nathia yang selalu di buntuti oleh Niko.
"Nath kamu beneran gak apa-apa ikut pergi, lelaki aneh itu sudah tidak mengikuti kamu lagi?" Tanya Kyra, Nathia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Gak kok, kamu tenang saja dari yang aku tahu dari papi kalau hari ini Niko lagi di luar negeri Ra." Ucap Nathia, Kyra tersenyum menggoda.
"Cieee yang udah info-infoan." Goda Kyra.
"Ih apaan si, bukan gitu maksudnya. Selama ini tuh aku gak nyaman aja karena dia selalu tahu aku dimana, jadi mungkin papi kasian sama aku dan dia nyari info tentang Niko." Ucap Nathia, Felly tertawa kecil.
"Papi Nathia nyari info tentang Niko, lah Niko nya nyari info tentang Nathia keren gak tuh." Ucap Felly, Devika dan Kyra tertawa kecil.
Setelah puas menggoda Nathia akhirnya merekapun memutuskan untuk pergi ke mall, namun sebelum makan dan belanja keempat wanita cantik itu memutuskan untuk mengisi perut nya terlebih dahulu.
"Kita mau makan dimana?" Tanya Felly, ia tak fokus dengan jalan dan sibuk dengan ponselnya.
Hingga ia tak menyadari bahwa seseorang tengah menghadang jalan nya, Kyra dan yang lain mengernyit menatap orang itu dengan heran.
Felly mendongak dan terkejut hampir saja ia menabrak orang yang berdiri di depan nya, Felly menatap orang itu dengan dingin.
"Kita bertemu lagi rupanya." Ucap lelaki itu.
"Kau menghalangi jalan kami tuan." Ucap Felly.
"Aku tidak menghalangi jalan mereka, aku hanya menghalangi jalanmu." Jawab nya, Kyra mengernyit ia seperti pernah melihat orang itu.
"Terserah, tapi kau menghalangi jalan aku dan teman-teman ku." Ucap Felly kesal.
"CK, aku tidak akan menghalangi jalanmu jika kau mau dekat dengan ku." Ucap nya, keempat wanita itu mengernyit heran.
"Aku tidak ada waktu untuk hal itu, jadi menyingkirlah." Ucap Felly, namun lelaki itu bersikukuh menghalangi jalan Felly.
Felly yang kesal memilih untuk berjalan kesamping lelaki itu, Daniel ya lelaki yang tidak terima dengan sikap Felly yang selalu cuek pun memegang tangan Felly.
"Aku tidak akan melepaskan kamu sebelum kamu mengatakan ya." Ucap nya, Felly tersenyum tipis dan memutar tangan lelaki itu hingga membuat nya memekik kesakitan.
"Araaaaaaaaggggghhhh, shut!" Umpat nya, membuat Nathia, Devika dan Kyra terkejut.
"Jangan coba-coba menyentuhku, kau tidak tahu siapa aku mangkanya kau berfikir jika aku wanita yang mudah untuk kamu permainkan." Bisik Felly, ia melepaskan tangan nya dan mendorong tubuh Daniel.
Daniel yang duduk bersimpuh di lantai menatap tak percaya jika ada wanita yang berani menolak nya, sementara itu Kyra dan Nathia merasa khawatir kepada Felly.
"Kamu gak apa-apa fell?" Tanya Kyra.
"Aku gak apa-apa kok Ra." Jawab nya.
"Itu orang ngeselin banget sumpah, di ajak ngomong baik-baik tapi malah ngeyel." Grutu Devika.
"Sabar vik sabar, jangan emosi nanti cepat tua." Goda Nathia, Devika mendengus mendengar ledekan Nathia.
Setibanya di restoran mewah mereka memilih untuk duduk di meja pojok sebelah kiri, tepat dekat pintu masuk dan jendela.
Kyra mengedarkan pandangannya saat Nathia dan Felly sedang memilih menu, gadi cantik itu mematung saat pandangan nya bertemu dengan pandangan seseorang yang pernah bertemu dengan nya.
Kedua orang itu seakan tak ingin lepas dari pandangan nya, seakan saling mengunci agar tidak pergi jauh.
Tatapan tajam dan dingin itu membuat keduanya seakan saling mengikat, sampai tiba-tiba Nathia membuat Kyra kaget.
"Ra hello." Ucap Felly, masih sama Kyra tak menggubris nya.
"Kyra Zivanna Richard." Panggil Devika, tetap saja Kyra fokus pada tatapan yang mengunci nya. Sampai akhirnya Nathia mengelus pundak Kyra dan membuat Kyra memutuskan kontak mata dengan orang itu lalu menata Nathia.
"Eh, iya nath ada apa?" Tanya Kyra, Nathia mengernyit heran menatap sekitar. Sebenarnya apa yang membuat Kyra tidak fokus.
"Kamu mau pesan apa?" Tanya Nathi, Kyra tersenyum kaku ia merasa malu kepada Nathia.
"Aku pesan makanan yang sama saja dengan kalian." Ucap nya, Devika mengernyit heran jelas-jelas makanan yang mereka pesan berbeda.
"Ra kamu yakin? Gak terlalu banyak kah?" Tanya Nathia, Kyra menggelengkan kepalanya membuat ketiga wanita cantik itu bingung bukan main.
Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang, Kyra terkejut melihat makanan yang begitu banyak di meja mereka.
"Nath ini makanan siapa kok banyak banget?" Tanya Kyra.
"Yang ini kan pesanan kamu Ra." Ucap Nathia, Kyra mengigit bibir bawah nya.
"Kenapa sebanyak ini? Aku tidak mungkin menghabiskan nya sendiri." Ucap Kyra.
"Kamu ingin makanan yang sama dengan kami kan, karena kami memesan makanan yang berbeda jadi kami pesan ketiga nya." Ucap Nathia, Kyra menepuk dahinya sendiri.
"Si*l, kenapa sampai tidak fokus." Grutu nya, Kyra menatap ketiga sahabatnya dengan tatapan memelas.
"Enggak Ra, makanan yang kita pesan saja sudah banyak." Ucap Devika, Kyra menatap Nathia Karena selama ini Nathia lah yang selalu mengalah.
"Ra karena kemarin aku selalu dirumah, itu menyebabkan berat badan ku bertambah jadi maaf." Lirih Nathia, akhirnya Kyra pun pasrah membuat Felly tidak tega.
"Kamu makan saja makanan yang kamu mau, yang tidak ingin kamu makan bisa kita bungkus untuk dikasi ke orang yang membutuhkan Ra." Ucap Felly, seketika wajah Kyra berbinar dengan senyum manis di wajah nya.
"Aaaaaaaa, Felly terbaik emang makasih." Ujar nya, Felly tersenyum manis mengelus tangan Kyra.
Kini merekapun makan dengan santai dan tenang, Kyra hanya makan satu menu saja. Dua menu makanan yang lain nya ia bungkus, sebelum pergi berbelanja Kyra meminta karyawan restoran untuk memberikan makanan itu kepada orang yang membutuhkan. Atau mungkin dimakan oleh karyawan restoran juga tidak masalah, tak lupa juga Kyra memberikan beberapa lembar uang kepada karyawan restoran itu.
Sikap baik Kyra tak lepas dari pandangan orang yang tadi beradu tatap dengan nya, ia merasa Kyra terlihat manja, namun baik dan lucu.
Setelah itu Kyra dan kawan-kawan pun memutuskan untuk pergi melanjutkan niat mereka, keempat wanita itu berjalan kesana-kemari untuk berbelanja.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Seneng banget Marni bikin gue penasaran 😌*
A: Biarlah seperti ini Uun 😌
N: Takut kan Lo banyak yang nebak, terus ga sesuai harapan para deterjen 😂
A: Ssstttt, jangan berisik 😌
N: Mon maap 😂😂😂