Love Destiny

Love Destiny
Epson 235



Malam hari Dena melihat Dea yang baru saja datang, tidak hanya Dea ada Mae dan Julian juga karena Dea sengaja menginap lagi di rumah mami Alin.


Sementara di rumah ayah Rio banyak saudara bunda Sisil contohnya kanita dan anak nya, Sabylla juga bersama anak nya.


Bahkan para aunty Dena itu menatap Dena dengan lembut, ada rasa bangga tersendiri dalam diri mereka untuk Dena.


"De kamu baru kesini." Sapa kanita.


"Hmmmmm, Dena mana?" Tanya Dea, yang tidak menyadari jika Dena sedang menatap nya.


"Aku disini." Ujar Dena, Dea tersenyum dan memeluk Dena.


Dea merasa jika mulai sekarang ia harus belajar menggantikan posisi bunda Sisil selama koma, meskipun mungkin itu tidak akan tergantikan di hati Dena.


"Keanu mana?" Tanya Dea.


"Di kamar bersama El." Jawab nya.


"Mommy Ellen dan dad Richard kemana?" Tanya Dea lagi.


"Mereka sedang bersiap-siap untuk pulang besok." Lirih Dena, mertuanya itu begitu baik dan perhatian bahkan sudah seperti orang tuanya sendiri.


"Kamu sudah makan de?" Tanya Sabylla yang mendekati Dena.


"Sudah aunty, kalian tidak perlu mengkhawatirkan aku." Ucap Dena duduk di meja makan.


"Bagaimana tidak mengkhawatirkan kamu, meskipun kamu sudah menikah dan memiliki anak. Bagi kami kamu itu tetap gadis kecil dan putri kecil nya kak Sisil dan kak Rio." Ucap Sabylla membuat Dena tersenyum.


"Berhenti memanggilku gadis kecil, bahkan sekarang aku sudah memiliki malaikat kecil." Ucap Dena mencebikan bibirnya.


"CK, iya deh yang udah jadi mommy. " Goda Sabylla membuat Dena tertawa kecil.


Bukan hanya Dena bahkan Sabylla menyembunyikan kesedihannya, karena tuan Dinata merawat dirinya dari sejak bayi.


"Haha, nyebelin ih." Kekeh Dena.


Rafael berlari di tangga membuat kedua anak Sabylla yaitu Delita dan Delia memekik khawatir jika El tergelincir di tangga.


"Awas jatuh." Pekik Delita adik dari Delia anak pertama Sabylla.


"Gendong aja ta, kakak takut itu nanti gelincir bapak nya murka." Kekeh Delia.


"Berasa liat berlian mau jatuh gak si." Ucap Delita tertawa dengan menuntun Rafael.


"Makasih aunty." Ucap Rafael.


"Sama-sama duid." Canda Delita.


"Huh?" Sahut El tidak mengerti.


"Delita ngarang." Kekeh Delia mengambil El, dan mengajak nya duduk di sofa.


"El mau kemana?" Tanya Delia.


"Ke mommy aunty." Jawab El membuat Delia tersenyum.


"Anak siapa nih." Kekeh Arshal.


"Anak Dena ars." Jawab Delia.


"Ganteng bener." Ucap Arshal gemas.


"Mommy." Panggil El, Dena mengangkat tubuh mungil Rafael dan memangku nya.


"Ada apa?" Tanya Dena mengelus kepala El lembut.


"Ayok ke kamar." Ajak El, Dena tertawa kecil.


"Ada Daddy di kamar kenapa mencari mommy?" Tanya Dena lagi.


"El ingin mommy dan Daddy." Celoteh nya, para saudara Dena tertawa gemas melihat Rafael.


"Gemes banget, aku karungin boleh gak si." Ucap Delia, Dena menoleh dan tertawa.


"Tidak, ini kesayangan aku." Ucap Dena, dan mereka kembali tertawa.


Setelah berbincang dengan para saudara nya Dena beranjak ke kamar, ia melihat Keanu yang sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Dena ikut berbaring, kini posisi Dena berada di tengah dengan di apit oleh Rafael dan Keanu di samping nya.


"Bobok El." Ucap Dena, El pun mengangguk.


Keanu memeluk Dena dan menenggelamkan wajahnya di leher jenjang Dena, dan itu membuat Dena tersenyum manis.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: sweet ahhhh 😻


A: kapan gue punya laki model Keanu 😌


N: Kalo gak kaya Keanu gampang Lo ngayal aja Thor, bayangin kalo itu Keanu 😂


A: Heh, solimi 😭 tapi bener juga si 😂


N: 🤣🤣🤣*