Love Destiny

Love Destiny
Epson 239



Malam hari tepat pukul 01:30 malam ponsel Keanu berdering, ini sudah hampir satu Minggu Dena kembali ke rumah nya. Dan saat Keanu membuka matanya ia melihat Dena yang sedang terlelap, Keanu tersenyum lalu mengecup kening Dena.


Lelaki itu bangun dari tidurnya dan mengambil ponsel nya, Kean mengangkat panggilan telepon dari Abang ipar nya. Kean berjalan menuju balkon kamarnya, ia tidak ingin Dena terbangun karena suara dirinya.


***Panggilan telepon!!!


Justin**: Hallo, Kean sorry Abang ganggu kamu malam-malam begini.


Keanu: Ah, iya tidak apa-apa bang. Bagaimana apa Abang sudah menemukan informasi?


Justin: Begini Abang sudah menemukan beberapa petunjuk yan, sudah dapat di pastikan bahwa kecelakaan ini sudah di rencanakan.


Keanu: Ya, aku juga berfikir seperti itu bang. Lalu bagaimana?


Justin: Sepertinya memang ada yang sengaja ingin mencelakai ayah dan bunda karena sesuatu.


Keanu: Apakah ayah memiliki musuh lain?


Justin: Sepertinya tidak, bukankah musuh ayah sudah kau berabtas semua.


Keanu: Benar juga, ini masih orang dalam bang*.


Tanpa Keanu ketahui Dena terbangun dan menguping pembicaraan Kean yang sedang melakukan panggilan telepon, Dena membekap mulutnya dengan tangan.


"Ap_apa? Orang yang sengaja mencelakai ayah dan bunda." Gumam Dena.


*Justin: Ya kau benar, Abang akan mencari tahu semuanya. Kau jaga Dena jangan sampai dia mengetahui hal ini.


Keanu: Kau fikir aku akan diam, aku tidak akan membiarkan orang yang membuat istriku terluka hidup nyaman bang.


Justin: Ah ya aku tahu itu, satu hal lagi kondisi ayah semakin memburuk yan*.


(Keanu termenung.)


*Kean: Aku akan meminta beberapa orang kepercayaan ku, untuk berjaga di depan ruang rawat ayah.


Justin: Kenapa?


Keanu: Aku takut jika orang itu memanfaatkan situasi dan kembali melukai ayah.


Justin: Ah, kau benar. Yasudah Abang tutup dulu telepon nya.


Keanu: Baik bang*.


Panggilan telepon pun berakhir, Dena yang tadi berdiri di dekat pintu balkon buru-buru kembali ke tempat tidur nya.


"Tidur nyenyak istri baik." Ucap Keanu, lelaki itu berjalan keluar kamar menuju ruang kerja nya.


Dan Dena kembali terbangun setelah Keanu pergi, Dena mengambil laptopnya dan mulai mengerjakan kegiatan nya.


"Benar, ada orang yang menyabotase mobil ayah." Ujar Dena tersenyum smirk.


"Kau fikir aku bo*oh, kau fikir aku akan diam saja setelah apa yang kau lakukan hampir membuatku kehilangan ayah dan bunda." Sinis Dena.


Setelah mendapatkan beberapa informasi Dena kembali merebahkan tubuhnya, ia berjanji akan menghancurkan orang itu sampai ke akar.


Jika Dena harus kehilangan kedua orang tuanya, maka orang itu harus kehilangan semua hal berharga dalam hidup nya.


"Hmmmmm, aku mencari kamu dad." Ucap Dena merentangkan kedua tangannya.


Keanu tertawa kecil dan memeluk Dena, pelukan Keanu memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi Dena.


...


Di tempat lain lebih jelas nya tempat yang tidak di ketahui banyak orang, terlihat dua orang yang tengah berbincang.


"Bagus, kau melakukan pekerjaan yang bagus. Bukan hanya Rio dan Sisil tapi juga kedua ayah mereka." Ujar nya.


"Haha, kau fikir aku tahu jika lelaki tua itu ikut dengan Rio dan Sisil." Balas nya.


"Aku tidak sabar menunggu tangis duka seperti kemarin." Ujar nya bangga.


"CK, apa kau tidak lihat anak bungsu Rio dan Sisil begitu terpukul?" Balas nya.


"Aku tidak peduli akan hal itu, yang aku ingin mereka kehilangan Rio dan Sisil." Ujar nya lagi.


"CK, kau itu benar-benar membuat ku bangga." Balas nya.


"Tentu saja kau harus bangga, aku ini putrimu kau tahu." Ujar nya.


"Dan kau memperalat ayah mu begitu." Balas nya.


Keduanya berbincang dengan penuh semangat, mereka melupakan siapa yang sedang mereka hadapi.


Selain keluarga Abrisham, ada keluarga Richard yang memperkuat pertahanan keluarga Artadinata.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Bisa-bisanya Lo bikin gue penasaran 😒


A: Bagus kan 🤣


N: Bagus hidungmu 😒


A: 🤣🤣🤣*