Love Destiny

Love Destiny
Epson 303



Dan disinilah mereka berada di sebuah cafe tempat tongkrongan holang-holangan kayah, Felly menghela nafas panjang ia merasa kesal dengan ketiga sahabat nya.


Sementara Rafael, Samuel dan Kenzo, hanya melihat keempat wanita itu yang sedang perang dingin.


"Felly jangan ngambek fell, itu lihat barista nya ganteng fell." Ucap Devika, membuat Kyra dan Nathia menoleh.


"Bujuk pengen aku Pepet ye kan." Ucap Kyra, Felly mendengus kesal.


"Kalian bisa-bisa nya mikirin barista ganteng setelah kalian bikin aku terkurung." Ucap Felly.


"Syukuri aja Fell, udah jangan ngambek setelah kamu gak mikir buat kabur lagi kita pasti bisa kumpul biasa fell." Ucap Devika.


"Tapi kerjaan aku gimana Devika, aku gabisa dapet uang kalau aku gak kerja." Ucap Felly, membuat Nathia dan Kyra menganga.


"Felly kamu udah jadi nona Wilthon masih mikirin kerjaan, pabrik nya bisa dad kamu beli Felly." Ucap Kyra.


Kini Felly pun terdiam keempatnya menatap barista yang sedang bekerja, Rafael dan Samuel merasa di acuhkan oleh para wanita.


"Dasarnya betina gabisa liat yang cakep dikit." Cebik Samuel membuat Devika menoleh.


"Kalau gak di lihat sayang kan mubajir." Ucap Devika, Felly, Nathia, dan Kyra pun tertawa mendengar ucapan Devika.


Setelah selesai berbincang dan lagi-lagi para sahabat yang meminta Felly untuk bersikap layaknya seorang nona, kini merekapun memutuskan untuk pergi dengan urusan nya masing-masing.


Rafael membawa Felly ke danau tempat ia bertemu Felly dan menculik Felly ke apartemen nya, kini mereka sedang duduk dengan menatap keindahan danau itu.


"Apa yang kau takutkan?" Tanya Rafael.


"Banyak." Jawab Felly, El pun menoleh dan menatap wajah cantik Felly.


"Salah satunya?" Tanya El.


"Salah satunya aku takut orang mengira jika aku menipu tuan James, dan aku juga takut jika lelaki yang selama ini mengira aku orang biasa saja merasa jika aku seorang pembohong." Ucap Felly, El tersenyum.


"Bagaimana mereka bisa berfikir jika kau berbohong, kau sendiri saja tidak tahu jika tuan James adalah dad mu." Kekeh El.


"Kau tahu selama ini aku tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya, karena aku menyukai kehidupan ku sebelumnya." Ucap Felly.


"Aku tahu itu." Jawab Rafael tersenyum.


"Huh? Darimana kau tau?" Tanya Felly.


"Saat kau memiliki kartu nama mom ku, kau tidak peduli marga yang tersemat di nama belakang mom ku." Ucap El, Felly tersenyum.


"Oooh itu, ya karena aku merasa itu tidak penting bagiku. Siapapun mom mu aku tidak berhak memanfaatkan nya." Ucap Felly, El mengangguk.


"Kau wanita yang baik." Ucap Rafael.


"Jika aku jahat maka aku akan memakanmu hidup-hidup." Ujar nya, kelakuan random Felly selalu mengundang tawa Rafael.


"CK, makan saja jika kau mampu." Ucap El.


"Jika aku memakan mu itu artinya hanya aku yang memiliki mu." Goda Felly, tepat membuat Rafael tidak bisa berkata apa-apa.


"Kau tampan seperti dad mu." Kekeh Felly, El menoleh.


"Berhenti menggoda ku." Ujar nya, wajah datar Rafael sudah mode on.


"Wajahmu merona kau pasti gerogi kan." Kekeh nya, oh God Felly bukan titisan Dena kan.


"Aku akan membuatmu diam kali ini." Ucap El, membuat Felly mulai panik.


"El badak terbang El." Ucap Felly, Rafael tidak menoleh.


"Ish, menoleh lah mana gitu." Dengus Felly.


Rafael mendekatkan wajahnya kepada Felly membuat Felly melotot, jika kebanyakan wanita akan memejamkan matanya Felly malah membuka matanya lebar-lebar.


"Rafael aku mau makan malam sama kamu." Ucap Felly tiba-tiba, membuat El menghentikan kelakuan nya.


"Apa maksudnya?" Tanya El.


"Anu, lepas dulu jangan dekat-dekat aku mau makan malam sama kamu." Ucap Felly, tubuh nya sudah keringat dingin.


Rafael tertawa kecil melihat tingkah Felly yang terlihat sedikit ketakutan, aksi nya berhasil membuat Felly mengatakan hal itu.


"Jadi kapan?" Tanya El.


"Ish, kirain mau nolak." Ucap Felly.


"Tidak baik menolak ajakan orang." Ucap El, membuat Felly mengerucutkan bibirnya.


"Terserah kau saja aku mau pulang." Ucap Felly, Rafael tersenyum dan menggenggam tangan Felly.


"Aku antar." Ucap El, kini keduanya pun pergi dan memutuskan untuk pulang.


Rafael melirik Felly yang sejak tadi diam, sebenarnya Rafael ingin mengajak Felly makan malam. Entah kenapa Felly bisa mengatakan hal yang ada dipikirannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: El makin ngegas ya bund🀣


A: No jaim-jaim ye kan πŸ˜‚


N: Sukak nih gue kalo kaya gini πŸ˜‚


A: Mantep gak tuh πŸ˜‚


N: Tinggal nunggu baper-baperan nya 🀣


A: Gaada ya gaada πŸ˜’


N: 🀣🀣🀣*