Love Destiny

Love Destiny
Epson 375



Di dalam sebuah kamar terlihat sepasang suami istri yang saling menatap satu sama lain, Dena menatap Keanu yang juga menatap nya dengan tersenyum.


"Ada apa tuh senyum-senyum kaya gitu?" Tanya Dena, Keanu mendekati Dena dan menyembunyikan wajahnya di dada sang istri.


"Daddy kenapa ih bilang dong jangan kaya gini." Ucap Dena, Keanu tertawa kecil mengajak istrinya untuk berbaring di tempat tidur.


"Bagaimana?" Tanya Keanu, membuat Dena mengernyit heran melihat tingkah suaminya.


"Bagaimana apanya hmmmmmm, kamu kenapa di dad." Ucap Dena, Keanu tertawa mengecup bibir Dena sekilas.


"Kamu tidak ingin mempertemukan Ayaza dan El dengan para saudara nya sayang?" Tanya Kean, Dena diam selama ini ia bukan tidak ingin mempertemukan anak-anak nya dengan para keponakan Dena.


Hanya saja Dena merasa waktu nya belum tepat, lagian usia Aya dan para keponakan nya itu berbeda jauh.


"Dad aku bukam tidak ingin, hanya saja aku merasa ini bukan waktu yang tepat." Ucap Dena.


"Hmmmmmm, baiklah jika kamu berfikir seperti itu sayang." Ucap Keanu, Dena mengangguk membuat Keanu tersenyum senang.


Kean tahu jika Dena selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak nya, maka dari itu Kean memutuskan untuk mengikuti saja keinginan Dena.


....


Di tempat lain terlihat seorang wanita tengah duduk di sebuah ayunan taman belakang rumah nya, melihat putrinya yang merenung tentu saja membuat nyonya Alicia merasa khawatir kepada Felly.


"Sayang kamu kenapa hmmmmmm?" Tanya nyonya Alicia, mengelus kepala Felly lembut.


"Mom, aku tidak apa-apa hanya merasa bosan saja." Ujar nya, nyonya Alicia tersenyum manis.


Ia tahu jika akhir-akhir ini ada yang menggangu putrinya, nyonya Alicia dan tuan James juga menjaga Felly meskipun dari kejauhan.


"Katakan kenapa anak gadis mommy merasa bosan, apa mommy harus mengajak kamu jalan-jalan agar kamu tidak bosan lagi." Ucap nyonya Alicia.


"Mom aku tidak apa-apa sungguh, dan ya kenapa mom ada dirumah." Ucap Felly, nyonya Alicia tersenyum gemas kepada putrinya.


"Tentu saja, memangnya harus dimana lagi mommy kamu berada hmmmmmm." Ujar nya, Felly tersenyum memeluk pinggang sang mommy.


"Apakah mommy tidak ikut dengan Daddy?" Tanya nya.


"Tidak sayang, bagaimana bisa mommy ikut dengan Daddy kamu sementara anak mommy sendiri sedang galau di rumah." Ucap Nyonya Alicia setengah mengejek.


"Mom aku tidak galau." Ucap Felly merengut, nyonya Alicia tertawa kecil mengecup puncak kepala Felly.


Sementara itu di sebuah perusahaan besar terlihat seorang lelaki yang tengah menatap sinis sang adik, ya ia adalah Kenzo dan Kevan.


Kenzo merasa kesal karena Kevan susah sekali di ajak kerjasama olehnya, lalu untuk apa adik nya itu datang jika bukan untuk membantu Kenzo.


"Jika kamu tidak ingin membantuku lalu untuk apa kamu kemari?" Tanya Kenzo sinis, Kevan menatap sang kakak yang tengah menatap nya sinis.


"Bolehkah aku memasukan kembali dirimu kedalam perut mami, kau sama sekali bukan seperti adikku." Sengit Kenzo, Kevan tertawa kecil menatap kakak nya.


"Jika begitu mengalah lah kepadaku, maka aku akan membantu apapun yang kau inginkan." Ucap Kevan percaya diri, Kenzo mengernyit ia tak akan mengalah lagi kepada adik solimi nya itu.


"Males, ngapain aku harus selalu mengalah. Ingat Kevan hidupku berubah sejak kau lahir, semua yang aku suka selalu kau dapatkan juga. Tapi kali ini aku tidak akan membiarkan kamu menyukai hal yang sama lagi." Ucap Kenzo, Kevan diam menatap kakak nya. Ya, selama ini Kevan memang merasa ia selalu memanfaatkan posisi nya sebagai anak bungsu untuk mendapatkan semua yang ia inginkan.


Wajar jika Kenzo selalu sensitif jika menyangkut sesuatu yang diinginkan oleh adiknya, Kenzo tidak ingin dirinya dan Kevan sampai menyukai wanita yang sama.


"Kenapa kau tidak seperti kakak pada umumnya, mereka akan mengalah kepada adiknya tidak seperti dirimu." Ucap Kevan, Kenzo tertawa sinis.


"Mereka akan melakukan hal yang sama jika mereka memiliki adik seperti dirimu, aku lebih memilih memiliki adik perempuan daripada memiliki adik laki-laki!" Tegas Kenzo, Kevan tertawa kecil nyatanya Kevan lah yang di takdirkan untuk menjadi adik seorang Kenzo Alexander.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A**: Oke sedikit dulu, besok kita sambung lagi 😂*


N: Oke gue tunggu besok lagi 😁


A: *Yg minta anak-anak Dena di gabung sama anak Dea plis lah ini gak bisa ya, bukan apa-apa kalo nanti di gabung ujung nya gue juga yang di hujat karena umur mereka berbeda.


Umur Aiden dan Rafael itu beda nya belasan tahun, jadi ga mungkin bisa di gabung. Kalopun di gabung kalian juga bakal bingung, tar kalo udah bingung othor nya yang kena hujat. Plis ngertiin ya 🙏*


N: Maha deterjen mengertilah, kalau mau Dena nongol di kisah Aiden tunggu yang ini tamat dulu. Karena yang ini masih berjalan jadi sabar 😂


A: Tull Uun 😌


N: 😂😂😂