Love Destiny

Love Destiny
Epson 308



Di sebuah kampus ternama kini terlihat begitu heboh karena melihat kehadiran nyonya Alicia dan beberapa bodyguard nya, Devika dan Kyra yang melihat itu mengernyit heran kenapa nyonya Alicia ke kampus nya.


Apakah nyonya Alicia saah satu pemilik saham terbesar di kampus? Sepertinya tidak karena hampir 80% pemilik saham terbesar di kampus nya itu tuan Richard.


"Itu mom nya Felly kan." Ucap Nathia.


"Iya ada apa ya, kok tumben kesini." Balas Devika.


"Gak usah di fikirin dah, mikirin tugas aja bikin pala berasa mau pecah." Ucap Kyra, mereka bertiga pun tertawa kecil.


Kini mereka berjalan menuju tama kampus dan merasa terkejut saat melihat keberadaan seorang gadis yang sangat dikenalnya, mereka berlari cepat untuk menghampiri gadis itu.


"Felly." Panggil Devika dan Kyra.


"Loh kalian." Ucap Felly terkejut.


"Kamu ngapain disini?" Tanya Devika, Felly memutar pandangan nya.


"Aku rasa kalian pasti tahu kenapa aku ada disini." Ucap Felly, Devika dan yang lainnya pun saling menatap.


"Jangan bilang kalau kamu mau kuliah disini?" Tanya Kyra dengan wajah senang.


"Ya seperti itulah yang kalian ketahui." Jawab Felly dengan senang Devika, Nathia, dan Kyra memeluk Felly.


"Aaaaaaaa, akhirnya kita bisa satu kampus." Pekik ketiganya.


"Apakah kalian ingin memb*nuhku, kalian mencekikku." Pekik Felly, membuat ketiganya tertawa.


Sementara di tempat lain masih di area kampus Rafael melihat kehadiran nyonya Alicia, pantas saja kampus terlihat ramai.


"Tante." Sapa El.


"Rafael, ah Tante baru ingat jika kamu juga kuliah disini." Ucap nyonya Alicia.


"Hmmmmm, Tante sedang apa disini?" Tanya El.


"Tante sedang mendaftarkan Felly untuk kulia disini." Jawab nyonya Alicia Rafael terkejut bukan main, ia melihat sekeliling mencari keberadaan Felly.


"Kamu mencari Felly?" Tanya nyonya Alicia, Rafael terlihat gerogi.


"Felly ada di taman pergilah." Ucap nyonya Alicia, wanita itu tersenyum melihat tingkah gugup El.


Setelah selesai mendaftarkan Felly nyonya Alicia pergi ke taman, beberapa mahasiswa kampus berbisik-bisik saat melihat kehadiran nyonya Alicia yang dekat dengan Rafael.


"Siapa ya wanita itu kenapa dia bisa dekat dengan Rafael." Ucap mahasiswi A.


"Kau tidak lihat kalau dia nyonya Wilthon." Ucap si B, membuat yang lainnya ikut menggosip.


"Benarkah cantik sekali, akhirnya aku bisa melihat wajah asli nyonya Wilthon." Ujar nya.


Di sebuah taman nyonya Alicia melihat Felly yang sedang berbincang dengan para sahabat nya, nyonya Alicia begitu senang karena Felly memiliki sahabat yang baik-baik.


"Sayang." Panggil nyonya Alicia.


"Hmmmmm." Sahut Felly.


"Baik-baik ya, mom pulang dulu dan nanti supir akan mengantarkan mobil kamu." Ucap nyonya Alicia, karena Felly pergi bersama dengan mommy nya.


"Baiklah mommy hati-hati." Ucap Felly, Devika dan yang lainpun ikut mengantar nyonya Alicia ke parkiran.


Kini Felly sudah resmi menjadi mahasiswi kampus tersebut, beberapa lelaki banyak yang mencuri pandang kepada gadis cantik itu.


Namun bukan Felly namanya jika tidak bersikap datar dan cuek, jangankan kepada laki-laki kepada perempuan saja Felly cuek karena ia tidak ingin membuat masalah dengan para penghuni kampus.


"Fell kita ke kelas duluan ya." Ucap Devika, Felly dan Devika satu jurusan hanya beda kelas saja.


"Hmmmmm, baiklah." Ucap Felly, kini wanita itu berjalan menuju perpustakaan.


"Kamu anak baru itu?" Tanya Liodra, Felly mendongak menatap Liodra.


"Hmmmmm, apa kamu mengenal saya." Ucap Felly.


"Tidak, justru aku ingin mengajak kamu berkenalan." Ujar nya.


"Baiklah." Ucap Felly datar, sebenarnya Liodra malas berkenan dengan Felly jika buka karena Felly dekat dengan Devika.


"Nama aku Liodra." Ucapnya.


"Felysia." Balas Felly datar, Liodra menghela nafasnya kesal.


"Kamu dekat dengan Devika?" Tanya Liodra, membuat Felly menatap Liodra penuh selidik.


"Ya, memangnya kenapa." Balas Felly.


"Cih, di kampus ini gak ada yang mau dekat sama dia. Karena dia perebut kekasih orang." Ucap Liodra, Felly memicingkan matanya.


"Benarkah, tapi aku melihat semua orang menyukai Devika. Malah aku tidak melihat kau memiliki teman." Telak Felly, membuat Liodra dongkol.


"Apakah aku harus menunjukkan jika aku memiliki teman." Ucap Liodra.


"Sepertinya ya, karena kau sudah mengatakan hal yang tidak aku percaya." Ucap Felly.


"Baiklah kalau begitu kau harus menjadi temanku." Ucap Liodra, Felly tertawa sinis.


"Maaf saya tidak ingin memiliki banyak teman, 3 teman wanita sudah cukup bukan." Tegas Felly, wanita itu tahu jika Liodra memiliki maksud tertentu maka dari itu Felly akan menyelidiki nya.


Felly berjalan ke kelas nya lalu duduk di kursi dengan menyembunyikan wajahnya, ia merasa semakin risih berada di lingkungan seperti ini.


Felly dan Rafael tidak menunjukkan kedekatan nya, entahlah Felly tidak minat untuk menghampiri lelaki itu begitupun dengan sebaliknya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Gue kira si El nyamperin si Felly 😂


A: Kaga takut Uun bapeure 🤣


N: Saaa aeee Lo Thor 😁


A: Oooo tentu 😁


N: Solimi sekali ye kan 😂


A: 😁😁😁*