
Sore hari Dena dan Kean menjaga El berdua, kini mereka sedang berada di halaman belakang.
Dena sengaja mengajak El keluar agar putranya tidak sumpek, Dena memantau kegiatan El.
"Hati-hati jatuh." Ucap Dena.
"Tidak akan, dia bersamaku tidak akan jatuh." Ucap Keanu.
"Ya, kau memang selalu menjaga putramu dengan baik." Balas Dena tertawa kecil.
"De." Panggil Anna membuat Dena menoleh.
"Hmmmmm." Sahut Dena tersenyum.
"Aku boleh duduk disini?" Tanya Anna.
"Silahkan." Balas Dena.
"Kamu kelihatan bahagia banget ya." Ucap Anna menatap Kean dan El yang sedang bermain.
"Ya, aku sudah bahagia bersama anak dan suamiku. Maka dari itu kau pun harus bahagia bersama anak dan suamimu." Ucap Dena, membuat Anna menoleh menatap Dena.
"Kamu pernah mendengar jika sikap anak tidak akan jauh dari orang tuanya." Tanya Anna.
"Sering, bahkan putraku saat ini begitu persis seperti Daddy nya." Jawab Dena menatap suami dan putranya dengan bahagia.
"Apa yang kamu rasakan saat kamu merelakan orang yang kamu inginkan?" Tanya Anna.
"Yang aku rasakan, sedih pasti tapi dibalik itu aku harus merelakan nya bukan. Dan aku yakin bahwa aku akan mendapatkan pengganti lebih dari apa yang aku inginkan." Ucap Dena.
"Keanu maksudmu?" Tanya Anna.
"Ya, dia satu-satunya lelaki yang begitu percaya diri dan berusaha keras untuk membuat ku percaya bahwa masih ada orang tulus di dunia ini." Jawab Dena santai.
"Kamu benar, kamu mendapatkan yang lebih dari segalanya." Ucap Anna.
"Bukankah kebahagiaan itu datang dari diri kita sendiri, jika kita terlalu melihat kebahagiaan orang lain itu tidak baik. Karena sejujurnya kita tidak tahu kesulitan apa yang mereka alami." Ucap Dena.
"Ya benar, seperti aku yang berfikir bahwa aku tidak akan bisa sebahagia kamu." Lirih Anna.
"Kamu bisa bahagia jika kamu tidak mencoba menyaingi kebahagiaan orang lain." Ucap Dea tiba-tiba, membuat Dena dan Anna menoleh.
"Kakak." Ucap Dena tersenyum.
"Harusnya kamu tahu bukan dampak dari tindakan yang kau ambil." Ucap Dea.
"Ya, aku tahu aku salah." Lirih Anna.
"Buat suamimu kembali Anna, jangan biarkan dia bersikap seperti ayah nya." Ucap Dea.
"Kau benar kak, sebenarnya Abang orang yang baik. Kita harus mengerti dirinya, dan tidak membuat nya tersinggung." Ucap Dena.
Anna pun mengangguk dan tersenyum, entahlah ia bingung dengan ini. Sebenarnya hubungan dirinya dan Carl baik-baik saja kemarin, hanya saat melihat Dena sikap Carl sedikit berbeda.
...
"Rafael." Panggil Dena, saat El sedang duduk bersama Justin.
"Iya." Sahut nya.
"Kamar yuk, dipanggil Daddy." Ucap Dena, Dena belum sadar bahwa disitu ada Carl dan Julian.
"Tidak." Jawab El.
"Dih, ayo bro Daddy nunggu kamu." Ucap Dena tertawa kecil.
"Huh?" Sahut El.
"Mommy karungin juga kamu." Ujar nya, membuat semua orang tertawa.
"Ayok boy, sudah malam kamu harus bobok." Ucap Dena.
"Biarkan saja dulu de." Ucap Carl, Dena menoleh dan hanya tersenyum tipis.
"El kebanyakan main hari ini, jadi harus istirahat." Ucap Dena.
Saat Dena mengalihkan pandangannya karena melihat sang bunda yang sedang memotong kue, Daniel merebut mainan milik El, hal itu membuat El terkejut dan menarik tangan Daniel.
"I gwangsan-i aniya, (Tidak ini milik ku)." Pekik Rafael kembali menarik mainan nya.
"Berikan." Ucap Daniel, mendorong tubuh El.
Dan ternyata kejadian itu terlihat oleh Keanu yang langsung memanggil nama putranya membuat Dena dan semuanya tercengang, Dena langsung mengambil tubuh mungil El.
"Rafael." Panggil Keanu.
"Kemari." Ucap Dena mengangkat tubuh mungil Rafael.
Kean mengambil alih tubuh El dari Dena, lalu Kean menatap Carl tajam dan berjalan masuk membawa El ke kamar nya.
"Kenapa pake nepis tangan El si." Kesal Dena saat Kean sudah pergi.
"Ya anak kamu mau mukul anak aku." Ucap Carl, membuat Dena kesal.
"Tenaga El gak seberapa bang, lagian kemarin aja anak aku di lempar remot sama anak Abang." Sengit Dena, membuat Justin, Julian, Dio dan ayah Rio terbelalak.
"Apa maksudmu." Tanya Carl.
"Ajarin deh anak nya, anak gak akan seperti itu kalau orang tua nya gak terlalu manjain. Dan Rafael gak akan mengganggu kalau tidak di ganggu bang." Kesal Dena lagi, ia berlari ke kamar nya.
Dena melihat Kean dengan wajah yang merah, Kean menatap Dena dengan senyum sinis nya.
"Dad maaf." Lirih Dena.
"Bukan salah kamu." Ucap Kean memeluk Dena, guna untuk menghilangkan rasa marah nya.
"Aku tahu kamu udah gak nyaman disini, kalau mau pulang gak apa-apa kok aku mau ikut kamu pulang." Lirih Dena dalam pelukan Kean.
"Aku gak sejahat itu, aku tahu kamu masih merindukan keluarga kamu sayang." Ucap Keanu.
"Tapi." Lirih nya.
"Tidak masalah, lain kali kalau ada Daniel jangan biarkan El dekat dengan nya." Ucap Kean, mengecup kening Dena.
"Hmmmmm." Balas Dena.
Keduanya pun berbaring di tempat tidur dengan posisi El berda di tengah, Dena dan Kean mengusap kepala El hingga putranya terlelap.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Daddy yang lagi kesel
Mommy yang mulai gak nyaman
Jagoan yang selalu jadi korban 😂
*Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A: Dah ya, jangan hujat gue 😭
N: Siapa yang mau hujat elo 😭
A: ya mereka 😂
N: solimi 😭*