Love Destiny

Love Destiny
Epson 309



Sore hari sepulang dari kampus Felly berjalan menuju parkiran, kali ini ia melihat orang yang tidak dilihat nya seharian ini.


"Kenapa tuh muka." Ledek Rafael.


"Cantik ya kan." Ucap Felly, selalu saja seperti itu. Setiap El berniat untuk membuat Felly saah tingkah, maka saat itu juga Felly memutarkan keadaan.


"Ish percaya diri sekali." Cebik Rafael.


"Kalau gak percaya diri gak akan tuh bisa kenal sama tuan muda." Ucap Felly, disini status nya Felly adalah junior Rafael.


"Terserah." Ucap El, Felly masuk kedalam mobilnya tak lama setelah itu ia melihat Liodra yang menghampiri Rafael.


"El." Panggil Liodra.


"Hmmmmm." Sahut El.


"Aku mau ngomong sama kamu." Ucap Liodra.


"Aku sibuk." Ucap Rafael, langsung masuk kedalam mobil nya.


Felly tersenyum melihat sikap datar Rafael, apakah ia jahat? Tentu tidak karena Felly tahu orang seperti apa Liodra.


Felly melajukan mobilnya menuju rumah di perjalanan ia melihat mobil Rafael yang mengikutinya, Felly pun membelokan arah mobilnya menuju danau.


Disinilah mereka berada di sebuah danau yang indah, Felly turun dan duduk di kursi tempat biasa.


"Kenapa tidak pulang?" Tanya El.


"Tidak apa-apa aku hanya ingin berada disini." Jawab Felly, El tersenyum lalu mengusap kepala Felly.


"Kamu bosan?" tanya El.


"Tidak juga aku hanya ingin menenangkan diri sebelum pulang." Jawab nya, Rafael mengernyit heran.


"Masih kesal kepada para pelayan." Goda El.


"Jangan membahas hal itu, rasanya ingin aku culik mereka saja agar tidak terus menguntit ku." Ucap Felly, Rafael tertawa.


Saat keduanya tengah berbincang seorang gadis datang menghampiri Felly dan menarik tangan Felly, gadis itu men*mpar pipi Felly dengan keras.


"Dasar cewek gak tahu d*ri bisa-bisanya kamu pergi dan biarin kamu kesusahan." Teriaknya, Felly memegang pipinya yang memerah.


"Apa yang kamu lakukan." Bentak Rafael menghempaskan tangan wanita itu.


"Jangan ikut campur." Teriaknya lalu terkejut saat melihat ketampanan Rafael.


"Jelas saja aku ikut campur karena kau menyakiti nya!" Ucap El.


"Tapi dia juga menyakiti ku dan orang tua ku." Ujar nya pura-pura sedih.


"Apa aku tidak salah dengar." Ucap Felly, membuat wanita itu menatap nya.


"Cih, lihatlah bahkan pakaian mu terlihat seperti kau adalah putri dari orang kaya. Sadarlah Felly kau dilahirkan tapi tidak diinginkan, harusnya kau berterimakasih karena keluargaku mau merawatmu." Teriaknya.


"Keluarga mu memang merawatku tapi untuk dijadikan ATM berjalan begitu, kalian memintaku kerja lalu mengambil semua uang hasil kerja keras ku." Ucap Felly, wanita itu terlihat gugup di hadapan Rafael.


"Itu masih mending daripada kau harus menju*l d*ri seperti sekarang." Ucap nya.


"Jaga ucapan mu aku tidak seperti itu." Geram Felly.


"Pakaian yang kau pakai sudah membuktikan semuanya, apakah dia apakah lelaki ini yang menanggung hidupmu." Ujar nya, oh God Rafael benar-benar geram jika bukan seorang wanita sudah dapat dipastikan jika El sudah memukul nya.


"Dia tidak melakukan hal yang kau katakan, dan tarik kata-kata mu sebelum kau menyesalinya." Ucap El, wanita itu menelan Saliva nya melihat wajah mengintimidasi Rafael.


...


Di tempat lain di sebuah sekolah ternama seorang gadis sedang berdiri di depan gerbang, ia menggerutu kesal karena supir yang biasa menjemput nya belum juga datang.


Namun tiba-tiba ada sebuah mobil sport mewah yang berhenti tepat di hadapan nya, Ayaza gadis itu mengernyit melihat mobil yang berada di hadapannya.


"Kak Kenzo." Ucap Ayaza.


"Kamu ngapain di pinggir jalan?" Tanya Kenzo.


"Aku lagi nunggu supir jemput." Jawab Ayaza.


"Masuklah." Ucap Kenzo.


"Huh?" Sahut Ayaza terkejut.


"CK, masuk." Ucap Kenzo mengulangi ucapan nya.


"Eh, gak usah kak." Ucap Ayaza.


"Ayaza." Tegas Kenzo, mau tidak mau Ayaza pun menurut kepada Kenzo.


Setelah Ayaza masuk Kenzo melajukan mobilnya kembali, Kenzo benar-benar terlihat dewasa bahkan Kenzo tidak terlihat menanyakan kenapa Ayaza selalu cuek kepadanya.


"Kamu sudah makan?" Tanya Kenzo.


"Belum." Jawab Ayaza.


"Kita makan dulu oke." Ucap Kenzo Ayaza menolak.


"Tidak kak, Aya mau makan di rumah saja." Ujar nya, Kenzo menatap Ayaza sekilas.


"Kamu yakin?" Tanya Kenzo.


"Hmmmmm, Ayaza yakin." Jawab nya, Kenzo pun tersenyum Ayaza masih terlihat kaku mungkin merasa canggung.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama akhirnya merekapun tiba di kediaman Richard, lebih tepatnya rumah Keanu dan Dena.


Ayaza turun dari mobil dan melambaikan tangan nya kepada Kenzo, karena lelaki itu tidak ingin turun dulu untuk mampir.


"Mommy." Panggil Ayaza.


"Kamu sudah pulang sayang." Tanya Dena.


"Sudah, Aya ke kamar dulu untuk mengganti baju." Jawab nya, Dena tersenyum ia tahu dengan siapa putrinya pulang.


Namun Dena tidak ingin mengintrogasi sang putri yang nantinya akan membuat Ayaza tidak nyaman, jadi Dena biarkan saja sampai putrinya uang cerita nanti.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Akhirnya Lo up Thor 😂


A: Mon maap baru keluar dari goa 🤣


N: Gue tau mikirin alur kan Lo😂


A: Tau aja Lo Uun 🤣


**N: 😂😂😂***