
Keanu mengajak Dena untuk ke kamar nya, Kean melihat tatapan kecewa dari Mei kepada Dena.
Karen dan Niken mengikuti Keanu dan Dena, karena Kean meminta para ipar nya untuk menemani Dena di kamar.
"Sayang apa yang kamu lakukan?" Tanya Keanu, saat mereka sudah berada di kamar.
"Aku hanya melakukan hal yang harus aku lakukan." Jawab Dena santai, Keanu menghela nafasnya dan menangkup wajah cantik Dena.
"Aku tahu, tapi bukan seperti ini caranya sayang. Kita harus mengikuti dulu permainan nya, dia sedang berpura-pura baik maka kita harus berpura-pura baik pula." Ucap Keanu, membuat Dena mendengus malas.
"Kelamaan, aku sudah mendapatkan bukti semuanya." Ucap Dena membuat Keanu tersenyum, sementara Nathan dan Kai tercengang mendengar ucapan Dena.
"Kok bisa?" Tanya Nathan, lelaki itu saja butuh waktu untuk mencari tau semuanya.
"Tentu saja, aku sudah terbiasa melakukan ini sejak kecil. Dan untuk kamu please, biarkan aku melakukan ini semua sendiri." Lirih Dena, Keanu memegang baju Dena lembut.
"Haruskah aku membiarkan istriku dalam bahaya?" Ujar Keanu merasa tidak rela.
"Percayalah istrimu ini tidak akan kenapa-napa, aku akan melakukan nya dengan hati-hati. Lagi pula kamu bisa menjaga ku dari kejauhan bukan." Ucap Dena, Keanu tersenyum tipis.
"Aku akan terus memantau istriku." Ucap Keanu dan Dena pun mengangguk.
Saat Dena dan Keanu berpelukan tangan Dena di tarik dengan keras oleh seseorang, Dena yang terkejut menatap orang itu dengan kening mengernyit.
"Ada apa?" Tanya Dena.
"Apa yang kamu lakukan Dena, kau tahu apa yang kamu lakukan bisa mencelakai dia." Ucap Dio, membuat Dena tersenyum sinis.
"Lalu aku harus apa hah? Apa aku harus bersujud dan berterima kasih karena dia sudah membuat opa ku pergi." Teriak Dena menatap jengah Abang nya.
"Tapi tidak seperti itu Dena, kamu menyakiti hati Mei." Ucap Dio.
"Apakah istrimu tidak tahu betapa sakit nya aku?" Sengit Dena, tanpa Dio dan Dena sadari Mei melihat perdebatan keduanya.
"Kau tahu kamu sudah memiliki keluarga baru Dena, jadi berbahagialah dengan keluarga mu." Ucap Dio, sebenarnya ia tidak ingin mengatakan hal ini kepada Dena.
"Lalu apa Abang fikir aku tidak butuh orang tuaku? Kau jangan egois bang, kau tahu siapa yang mendidik ku dan asal kau tahu aku tidak akan melepaskan orang itu." Ucap Dena, membuat Mei sedih karena adik nya bertengkar dengan suaminya.
"Dena_" Teriak Dio.
"Cukup Dio." Teriak Justin dan Dea yang juga berada disana.
"Kak ayolah." Ucap Dio.
"Bang." Lirih mei, membuat Dena kesal namun ia juga merindukan kakak ipar nya. Dulu mei yang selalu memeluk nya disaat Dena bersedih.
"Sayang kamu disini?" Tanya Dio, Mei mengangguk membuat Justin Dea dan Keanu menatap Mei.
Meskipun memiliki rasa kecewa dan sakit hati Mei tidak bisa marah kepada Dena, Mei menarik tubuh Dena dan memeluknya erat.
"Maafkan kakak de, kakak tahu kamu begitu menyayangi ayah bunda dan opa. Maka mulai hari ini kakak akan mendukung semua yang kamu lakukan, jika dia memang salah hukum lah kakak berada di pihak kamu." Lirih Mei, membuat Dena tertegun.
"Apa kakak sedang ber akting?" Tanya Dena.
"Bocah nakal, kau fikir aku aktris yang suka ber- akting." Sengit Mei, membuat Dena tidak tahan untuk tertawa.
"Apa kau takut jika aku melupakan kamu sebagai kakak ku?" Ledek Dena.
"Cukup, sampai kapanpun kamu itu adikku adik bungsu ku. Tetap kesayangan ku." Ucap Mei tulus, Mei menciumi wajah Dena penuh sayang.
Hal itu membuat Dea terharu dan ikut memeluk Dena juga Mei, beginilah jika mereka bertengkar tidak akan lama.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Hayooo dag dig dug pasti 🤣
N: Bodomamat 😌
A: 🤣🤣🤣
N: 😭😭😭*