Love Destiny

Love Destiny
TITIK TERANG



Sepulang dari rumah tuan agung, Crystal merasa ada yang berbeda pada dirinya. Tubuhnya terasa lebih fresh jika dibandingkan dengan sebelumnya.


Lea dan Alvin yang selalu berada didekat Crystal berusaha untuk membuat gadis itu selalu optimis dan berpikir positif terhadap semua hal yang sedang terjadi dan memasrahkan semuanya kepada yang diatas.


Meski tidak terlalu mempercayai semua yang diucapkan oleh tuan agung, Lea dan Alvin. Crystal yang selama ini selalu realistis mulai menelusuri lagi jalan hidupnya.


Jika benar, maka orang ini jugalah yang sudah menariknya dari kematian dan memberinya kesempatan untuk kembali hidup.


“ Tapi mengapa?...”, hal itu yang terus berada dalam benak Crystal sedari tadi.


Jika orang tersebut ingin memanfaatkannya, kenapa dia menariknya kembali kemasa lalu dan membuatnya hidup kembali.


Ingin sekali Crystal menemui orang tersebut jika dia masih hidup dan menanyakan semuanya agar permasalahan yang menjadi teka - teki ini bisa terjawab.


Tapi karena orang tersebut sudah meninggal, maka yang perlu dia waspadai adalah siapa dalang dibalik semua itu dan apa maksud dia melakukan semuanya.


Crystal yang masih dalam proses perawatan tidak diperbolehkan untuk meninggalkan pulau berlian hingga ritual yang dijalaninya selesai.


Tentu saja dia sangat senang mengetahui hal itu karena dia ada alasan untuk menunda waktu pernikahannya dengan Arnold yang tak mungkin untuk dibatalkannya.


Setelah kecelakaan diarea pertambangan, kerugian yang diderita oleh Abraham group tidaklah sedikit. Hal itu tentunya membuat papa Crystal akan semakin kekeh untuk mendesaknya menikah dengan Arnold, mengingat keluarga Lincoln pastinya akan membantunya keluar dari masa krisis tersebut jika hubungan kedua keluarga sudah terjalin.


Untung ada Alvin disini yang membantu menjelaskan semuanya kepada sang papa alasan kenapa dirinya harus tinggal lebih lama dipulau berlian.


Alvin menjelaskan jika kondisi tambang emas dan perkebunan sawit yang berada dipulau berlian sedang bermasalah dan tentang dugaan kemunculan Santoso disini serta kemungkinan mantan karyawannya itu terlibat dalam insiden ledakan ditambang  membuat alibi Alvin sempurna.


Dengan berat hati, Abrahampun mengijinkan putrinya untuk tinggal dan mengurus semuanya disana hingga semua permasalahan yang ada bisa terselesaikan.


Dengan adanya permasalahan yang terjadi diluar kendalinya, Abraham segera menemui Elisabeth dan  membicarakan semua hal yang terjadi dalam perusahaannya.


Meski agak kecewa, namun Elisabeth akhirnya bisa mengerti dengan keputusan sepihak yang diambil oleh Abraham saat ini.


Elisabeth juga cukup paham dengan posisi Crystal saat ini. Apalagi dia juga sempat mendapatkan kabar jika Crystal saat ini sedang perang dingin dengan Arnold, cucunya.


Wanita tua itu akan memberikan waktu kepada calon cucu menantunya untuk mendinginkan kepala sambil menyelesaikan permasalahan yang ada di perusahaannya.


Jika Elisabeth dapat berlapang dada menerima kabar mengenai pengunduran pernikahan sang cucu, lain lagi dengan respon yang diberikan oleh Arnold waktu mengetahui kabar tersebut.


Cucu kesayangannya itu terlihat sangat geram, belum juga permasalahannya dengan Crystal terselesaikan. Sekarang keluarga calon istrinya malah mendukung keingginan Crystal untuk menunda acara pernikahan yang tinggal sebentar lagi.


Meski alasan yang digunakannya sangat tepat, namun Arnold yang sudah tiga hari tidak mendapatkan kabar dari Crystal terlihat sangat kacau.


Dia masih ingat dengan jelas betapa marah dan kecewanya Crystal waktu pergi meninggalkan rumah.Meski dia mendapatkan laporan jika Crytsal sedang dipulau berlian dan dalam kondisi baik – baik saja, namun hal tersebut tidak membuat Arnold merasa tenang.


Tidak ingin hanya berpangku tangan dan diam tak mengambil tindakan apapun, Arnold yang berniat untuk menyusul Crystal ke pulau berlianpun segera menyelesaikan semua tugas yang diembannya diibukota.


Arnold membantai musuh-musuhnya dengan sangat brutal sambil melampiaskan kegundahan hatinya. Dia ingin segera menyelesaikan semuanya dengan cepat hingga bisa segera bertemu dengan Crystal.


Dalam pertempuran yang dimenangkan olehnya, Arnold yang pakaian dan tubuhnya berlumuran darah segera masuk kedalam mobil menuju bandara untuk menyusul calon istrinya dan membicarakan semuanya.


Meski sedikit marah dengan keputusan Arnold, namun Vreyan, terutama Casandra harus berlapang dada menerima semuanya.


Meski sedih, kecewa, dan marah, namun keduanya juga tidak bisa melakukan apapun jika Arnold sudah mengambil keputusan.


Apalagi keputusan itu menyangkut masa depan dan kebahagian Arnold. Yang bisa mereka lakukan hanya mendukung semua keputusan yang telah diambil pimpinan mereka dan berharap Crystal mampu mengimbangi Arnold.


Didalam mobil, Arnold membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian bersih yang telah Emily siapkan untuknya.


Selama bekerja dengan Arnold, Emily baru kali ini melihat tuan mudanya itu dalam kondisi kacau karena seorang gadis.


Siapa lagi yang bisa membuat seorang Arnold Lincoln menjadi seperti ini jika bukan Crystal pelakunya.


Emily sangat berharap, pada saat keduanya bertemu nanti keduanya bisa membicarakan semuanya dengan kepala dan hati yang dingin.


Sebenarnya saat ini bukanlah waktu yang tepat bagi Arnold untuk terbang menyusul Crystal, mengingat jika gadis itu sedang menghadapi permasalahan yang cukup kompleks disana.


Takutnya, lelah fisik dan psikis yang dialami Crystal malah semakin memperburuk keadaan yang sedang tidak baik – baik saja ini.


Namun, pemikiran Emily tidak sejalan dengan pemikiran Arnold yang ingin menyelesaikan semuanya secepatnya.


Apalagi persiapan pernikahannya juga sudah hampir selesai, tinggal menunggu kata setuju dari Crystal maka pernikahan akan langsung diselenggarakan secepatnya.


Kali ini Arnold berusaha untuk mengesampingkan egonya dengan datang menemui calon istrinya lebih dulu dan membicarakan semuanya dengan tenang.


Dia tidak ingin semuanya berakhir seperti terakhir kali mereka berbicara dan berakhir dengan tidak pulangnya Crystal kembali ke rumah.


Sementara itu, Crystal yang sedang berdiskusi dengan Alvin mengenai permasalahan yang ada akhirnya memutuskan untuk coba menghubungi Andreas, papinya Vely.


Crystal sangat berharap papinya Vely mau menjadi investornya hingga kerugian yang terjadi bisa segera teratasi.


Tidak ingin membuang waktu lagi, Crystalpun segera menghubungi Andreas untuk menyampaikan niatnya untuk bekerja sama dengan papi sahabatnya itu.


Andreas yang sudah mengetahui kabar yang menimpah Abraham group dari Vely dan Nicholas segera melakukan panggilan video call guna mengetahui kondisi cabang perusahaan yang ada disana.


Presentasi yang dilakukan oleh Crystal cukup memukau membuat Andreas tidak segan untuk menggelontorkan uangnya dan berinvestasi pada tambang emas milik Abraham group tersebut.


Bukan hanya berinvestasi di pertambangan, Andreaspun juga berniat untuk berinvestasi di perkebunan sawit milik Abraham group yang nilai saham perusahaannya sangat tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan yang bergerak dibidang yang sama.


Sementara itu, pihak kepolisian yang sedang melakukan pengejaran terhadap Santoso mulai mendapatkan titik terang.


Mantan karyawan Abraham group tersebut diperkirakan saat ini sedang berada disalah satu kediaman istri muda papanya Lea, Markus bolermo.


Karena penjagaan yang super ketat, polisi menunggu waktu yang tepat untuk masuk dan mengebrek kediaman yang telah dicurigai sebagai salah satu tempat bandar narkoba yang sudah masuk dalam target kepolisian pulau berlian.


Polisi yang merasa mendapatkan durian runtuh saat ini, karena selain mendapatkan Santoso mereka juga akhirnya bisa menemukan salah satu bandar narkoba yang paling dicari, yaitu istri mudanya Markus.


Tidak ingin aksinya kembali gagal, pihak kepolisian merencanakan penangkapan tersebut dengan sangat matang dan menunggu waktu yang cukup tepat untuk melakukan penangkapan.