Love Destiny

Love Destiny
Epson 399



Hari-hari berjalan begitu cepat hari ini Kyra memutuskan untuk pergi ke sebuah taman kota yang indah, Kyra gadis itu berjalan dengan santai lalu duduk di sebuah kursi dengan nyaman.


Kyra memandang lurus kedepan ia menikmati keindahan yang ada di hadapannya, saat Kyra sedang menikmati keindahan taman seseorang duduk di samping nya.


Kyra tercengang karena orang itu adalah orang yang selalu mengunci pandangan nya, lelaki yang berbadan tinggi dengan mata elang nya membuat tubuh Kyra mematung seketika.


"Kau menyukai taman ini nona?" Tanya nya, ini adalah kali kedua lelaki itu berbicara kepada Kyra setelah pertemuan yang tak sengaja di pantai kala itu.


"Eh, hmmmmmm aku cukup menyukai pemandangan yang indah." Ucap Kyra, lelaki itu mengangguk dan menatap lurus kedepan.


"Aku tidak pernah menyangka jika kita akan bertemu lagi." Ujar nya, Kyra menoleh menatap lelaki itu.


"Hmmmmmm, ini kali keempat kita bertemu." Ucap Kyra, ia begitu mengingat setiap pertemuan keduanya yang selalu tidak di sengaja.


"Kau mengingatnya." Ucap lelaki itu, Kyra hanya mengangguk saja lalu kembali menatap lurus kedepan.


"Hmmmmmm." Sahut Kyra.


"Sebanyak pertemuan kita belum pernah berkenalan." Ujar nya, Kyra menoleh kembali menatap lelaki itu.


"Ya, kita memang tidak saling mengenal." Ucap Kyra, melihat sikap Kyra yang terlihat dingin membuat lelaki itu semakin penasaran.


"Apakah kamu tidak ingin mengetahui namaku?" Tanya nya, Kyra tertawa kecil ia bukan lah Kyra yang dulu. Yang akan menunjukkan rasa simpatik nya kepada orang lain.


"Haruskah aku mengenalmu." Kekeh Kyra, lelaki itupun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sepertinya, sebelum aku pergi dari negara ini. Apa tidak sebaiknya kita berkenalan." Ujar nya, Kyra menunduk dan tersenyum manis.


"Untuk apa kita saling mengenal, jika pada akhirnya akan saling meninggalkan." Ucap Kyra, lelaki itu tertegun mendengar perkataan Kyra.


"Mungkin suatu saat nanti aku akan kembali, dan kamu adalah orang pertama yang akan aku cari." Ujar nya, Kyra diam haruskah ia menyebutkan namanya.


"Hmmmmmm, baiklah namaku Kyra. Kyra Zivanna Richard." Ucap Kyra, lelaki itu tersenyum manis mendengar nama Kyra yang terdengar lucu.


"Nama yang cantik." Ujar nya, Kyra hanya tersenyum tipis mendengar perkataan lelaki itu.


"Dan ya, namaku Rivaldo Argantara." Ujar nya, Kyra terdiam mendengar nama itu.


"Nama yang bagus." Ucap Kyra, Rivaldo pun hanya tersenyum tipis kepada Kyra. Ia bangun dari duduknya membuat Kyra mendongak menatap wajah tampan Rivaldo.


"Aku harus pergi dulu, semoga kita bisa bertemu lagi nanti." Ujar nya, Kyra hanya bisa mengangguk tanpa ekspresi.


Rivaldo tersenyum dan mengelus kepala Kyra dengan lembut, setelah itu ia pun pergi menuju mobil yang sudah datang menjemput nya.


Kyra menatap kepergian Rivaldo dengan senyum tipis nya, setelah sekian lama ia merasa penasaran kepada lelaki itu. Akhirnya kini Rivaldo lah yang mendatangi nya, dan memberi tahu nama lengkap lelaki itu.


Di tempat lain terlihat Nathia yang sedang duduk di sebuah cafe, ia termenung memikirkan perkataan sang papi terhadap nya.


Nathia memang merasa kesepian setelah Niko tidak lagi mengganggu nya, namun Nathia juga tidak bisa melawan rasa gengsi nya untuk mengaku itu.


Saat Nathia sedang duduk santai seseorang datang dan tidak sengaja menumpahkan minuman di baju Nathia, wanita itu sontak berdiri dan melihat siapa yang berani melakukan itu.


"Ma_maaf nona saya tidak sengaja." Ucap nya, seorang pelayan cafe ternyata yang hilang keseimbangan. Hingga membuat minuman yang dibawanya tumpah mengenai Nathia.


"Tidak apa-apa, lain kali kamu hati-hati oke." Ucap Nathia.


"Maaf nona sekali lagi saya minta maaf." Ujar nya.


"Tidak masalah, aku bisa membersihkan nya sendiri." Ucap Nathia, beberapa pengunjung cafe menatap sikap lembut Nathia.


Mereka merasa takjub dengan cara Nathia yang tidak marah sama sekali, jika itu terjadi kepada orang lain mungkin akan terjadi kerusuhan di cafe itu.


Nathia berjalan menunduk menuju toilet, namun belum sampai di toilet Nathia bertabrakan dengan seseorang.


Bruuuuukkk....


"Aaakkkhhhh." Pekik Nathia, hampir saja Nathia terjatuh jika orang itu tidak menahan tubuhnya.


Nathia membuka matanya yang terpejam, betapa terpesona nya ia melihat siapa yang sedang memeluk nya saat ini.


Niko tersenyum tipis melihat Nathia yang menatap nya dengan kagum, ia pun tersenyum jahil kepada Nathia.


"Aku tahu aku tampan, sampai membuat kamu tak berkedip." Ucap Niko, Nathia pun tersadar setelah mendengar suara Niko.


"Hah?" Sahut nya, ia melihat ke kiri dan kanan banyak orang yang menatap nya.


"Ish, lepasin. Lepasin ishh." Pekik Nathia, Niko tersenyum dan melepaskan Nathia dari pelukan nya.


"Bagaimana nona kau sudah terpesona sekarang?" Goda Niko, beberapa orang terkejut mendengar perkataan Niko.


"Tidak ada yang terpesona dengan kamu." Ucap Nathia, Niko tertawa kecil ternyata gadis nya itu masih sama seperti dulu.


"Kau yakin." Goda Niko, Nathia menelan saliva nya dan mengalihkan pandangan nya dari Niko.


"Hmmmmmm, aku yakin." Jawab nya.


"Baiklah, menyedihkan sekali karena penantian ku berujung sia-sia. Sepertinya aku harus benar-benar pergi." Ucap Niko, Nathia menoleh menatap Niko.


"Begitu saja?" Ceplos Nathia, Niko menoleh dan terkekeh kecil.


"Lalu harus bagaimana? Gadisku masih saja galak dan tidak ingin menerima aku " Kekeh Niko, Nathia memutar bola matanya lalu pergi di hadapan Niko yang sedang tersenyum puas. Niko tahu jika Nathia sudah mulai tertarik kepadanya, ia hanya perlu bersabar untuk segera mendapatkan hati seorang Nathia sepenuhnya.


Jika kedua wanita itu sedang berkecamuk dengan prasaan nya, tidak dengan Devika ia begitu bahagia bersama dengan Samuel.


Seperti saat ini Devika sedang duduk di taman belakang rumah nya, dan tanpa Devika sadari ternyata Samuel tiba-tiba datang untuk memberikan kejutan.


"Gadis cantik gak baik melamun sendirian." Ucap Samuel, Devika menoleh menatap lelaki itu.


"Kamu kembali." Ucap Devika.


"Tentu saja aku kembali, aku tidak bisa meninggalkan gadisku lama-lama." Ucap Samuel, Devika berlari ke arah Samuel dan memeluk nya.


"Huhu, aku merindukanmu." Ucao Devika.


"CK, gadis nakal. Kau tau aku lebih merindukan kamu." Ucao Samuel, mengecup puncak kepala Devika.


"Kenapa kamu tidak memberi tahu aku jika kamu akan kembali?" Tanya nya, Samuel menyentil kening Devika.


"Jika aku memberi tahu kamu itu namanya bukan lagi kejutan honey." Kekeh Samuel, Devika pun ikut terkekeh menatap wajah tampan kekasih nya.


"Ck, benar juga." Kekeh nya, Samuel membalas pelukan Devika dengan lembut. Setelah meninggalkan Devika cukup lama, membuat Samuel semakin menyayangi gadis itu.


Devika tidak pernah menuntut apapun dari dirinya, bahkan Devika selalu mendukung setiap pekerjaan yang dilakukan oleh Samuel. Hal itulah yang membuat Samuel sadar, jika Devika memang yang terbaik untuk dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Tu_tunggu Thor, di part ini ngapa lengkap amat ya. Ko prasaan gue mulai kaga enak gitu 🙄*


A: 😂😂😂 kaga enak kenapa Uun, dibilangin kalo kaga enak dikasi kucing aja 😂😂


N: Othor huaaaaaaaa, jujur Lo ada apa ini 😭


A: Kaga ada apa-apa yaampun heran dah 😂


N: Kaga percaya gue 😭


A: Ish, apaan si 😂


N: 😒😒😒


A: 😂😂😂