Love Destiny

Love Destiny
Epson 392



Ria lari memasuki rumah sakit dengan terengah-engah, ia dan Kevan sangat mencemaskan keadaan Ayaza.


Ria berjalan pelan mendekati Dena yang sedang duduk di kursi, karena di dalam ruang rawat Ayaza ada Rafael yang tak ingin meninggalkan adiknya.


"Mom." Lirih Ria, Dena mendongak menatap Ria.


"Ri kamu kesini." Ucap Dena, Ria mengangguk membuat Dena memeluk Ria dengan erat.


"Mom bagaimana keadaan Aya?" Tanya Ria, Dena menggelengkan kepalanya karena memang Ayaza masih dalam keadaan koma.


"Ri Aya masih koma." Ucap Dena, Ria ikut menitihkan air matanya.


Dena melepaskan pelukan nya dari Ria kini Dena menatap Ria, mungkin Ria tahu apa yang menjadi penyebab Ayaza kecelakaan.


Harusnya Ria tahu karena sebelum kejadian itu Ria ada bersama dengan Ayaza, Dena memegang pundak Ria membuat jantung Ria berdegup kencang.


"Mom ada apa?" Tanya Ria.


"Bolehkah mom bertanya." Ucap Dena, Ria mengangguk pelan.


"Sebelum Ayaza kecelakaan kamu sedang bersama Ayaza bukan." Ucap Dena.


"Hmmmmmm, aku memang bersama dengan Ayaza. Tapi saat itu Ayaza menurunkan aku dipinggir jalan." Ucap Ria jujur.


"Benar, sekarang mom tanya apa yang menyebabkan Ayaza harus menurunkan kamu dipinggir jalan." Ucap Dena, Ria menelan saliva nya dengan sulit.


Ia bingung haruskah Ria mengatakan semuanya, tapi ini privasi Ayaza dan Kenzo. Namun Ria juga merasa tidak terima, akibat pesan tidak jelas itu Ayaza menjadi seperti ini.


"Sebelum itu Aya menerima pesan dari nomor asing, tadinya Ayaza memintaku untuk membuka pesan nya. Saat aku buka aku merasa ragu untuk memberitahu Ayaza, namun Aya malah merebut ponselnya dari aku." Ucap Ria, ia menjelaskan dengan benar-benar karena Ria tidak ingin Dena semakin khawatir.


"Apa isi pesan itu?" Tanya Rafael, lelaki itu keluar dari ruang rawat Ayaza.


Ria tersentak mendengar suara gagah El, ia menjadi gugup seketika apalagi saat melihat Rafael yang semakin tampan dan mempesona.


(Eh, yaampun za kakak kamu za ganteng amat. Bangun apa za kalau gak bangun nanti aku rebut kakak nya baru tau rasa kamu.) Batin Ria, bisa-bisanya ia menikmati ketampanan Rafael.


"Foto, ya isi pesan nya sebuah foto." Ucap Ria jujur, Dena mengernyit dengan cepat ia meminta seseorang untuk mencari dimana ponsel Ayaza.


Mereka yakin jika ponsel Ayaza ada di mobil bekas kecelakaan, namun Ria ingat jika Ayaza sempat menyebut nama Kenzo.


"Mom isi foto itu kak Kenzo dengan seorang wanita." Ceplos Ayaza, membuat Tata yang baru saja tiba tercengang.


"Apa maksudnya?" Tanya Tata, Ria dan Dena menoleh menatap tata yang sedang berjalan ke arah mereka.


"Aunty." Lirih Ria.


"Ada apa dengan Kenzo, kenapa kalian menyebutkan nama Kenzo." Ucap Tata, Chika dan Karen saling menatap satu sama lain.


"Be_begini seseorang mengirim pesan kepada Ayaza sebuah foto. Dan Ayaza sangat yakin jika itu adalah kek Kenzo bersama wanita, mungkin karena itu Ayaza merasa kesal." Ucap Ria, Dena diam ia menatap Tata kini kedua orang tua itu sedang saling menatap.


"Kenapa harus Kenzo." Gumam Dena.


"Karena pesona Kenzo gak main-main." Balas Tata, Chika mencubit pinggang tata membuat tata mendesis.


"Aassshhh, sakit." Pekik tata.


"Ini bukan saatnya kamu membanggakan ketampanan Kenzo, jangan lupa Dena juga punya anak bujang yang tampan." Ucap Chika, tata mengangguk ya ia keceplosan akan hal itu.


"Kita tahu bagaimana Kenzo menjaga Ayaza dulu, mungkin mereka memiliki janji yang tidak kita ketahui." Ucap Karen, ia tahu bagaimana usaha Kenzo mendekati Ayaza.


"De tapi aku yakin Kenzo gak mungkin bersama wanita lain, bahkan sebelum pergi saja dia begitu berat untuk meninggalkan Ayaza." Ucap tata.


"Hmmmmmm, aku akan menyelidiki semua ini. Dan siapa orang yang dengan sengaja mengirimkan gambar itu kepada Ayaza." Ucap Dena.


"Haruskah aku meminta Kenzo pulang, seharusnya dia kembali untuk Ayaza bukan." Ucap tata, Dena menatap tata ia tahu bagaimana Kenzo mungkin Kenzo tidak akan mau pergi lagi karena mengkhawatirkan Ayaza.


"Tidak perlu ta, biarkan Kenzo menyelesaikan tugasnya dulu." Ucap Dena.


"Gak bisa gitu calon mantu lagi terbaring lemah masalah nya, Kenzo harus pulang." Ucap tata, Chika menepuk dahinya sendiri.


"Calon mantu nya belum resmi kaga usah heboh, lagian kalau Kenzo kesini sekarang yang ada dia gabakal mau pergi lagi. Ingat dia lagi menyelesaikan misi untuk tuan putri." Ucap Chika, sementara El ia diam mendengarkan ocehan para emak-emak.


"Kamu lagi apa za, kenapa kamu menghilang dan tidak bisa dihubungi." Lirih nya.


"Aku kangen kamu za, kamu kemana." Lirih nya lagi, saat Kenzo sedang termenung seseorang masuk kedalam ruang kerja nya.


"Ken." Panggil nya lembut, Kenzo menatap orang itu dengan diam.


"Ada apa, kamu masih memikirkan gadis itu?" Tanya nya, ia merasa Kenzo begitu mempedulikan Ayaza.


"Hmmmmmm." Jawab Kenzo datar.


"Ken come on, dia hanya seorang gadis kecil kapanpun bisa berubah fikiran." Ucap nya.


"Ayaza tidak seperti itu, dia selalu memegang teguh prinsip dan komitmen nya." Ucap Kenzo.


"Ken siapapun bisa berubah jika dia menemukan orang baru, mungkin saja disana ada orang yang membuatnya nyaman dan dia melupakan kamu." Ujar nya, Kenzo menggelengkan kepalanya ia tak percaya akan hal itu.


"Itu tidak mungkin, Ayaza bukan gadis yang seperti itu. Lebih baik kamu pergi dan jangan temui aku." Ucap Kenzo, wanita itu menatap Kenzo dengan kesal.


"Jika dia tidak melupakan kamu lalu kenapa dia tidak memberi kabar kepada kamu, kenapa dia tidak menjawab telpon kamu." Ujar nya.


"Karena Ayaza tidak mau aku mengkhawatirkan nya, selama ini dia selalu menjadi pendukung terbaik aku. Jika bukan karena Ayaza aku tidak mungkin ada disini, dan aku tidak mungkin bisa berada di titik ini." Ucap Kenzo, Ayaza benar-benar berperan penting dalam hidup Kenzo.


"Benarkah." Lirihnya, Kenzo menatap orang itu dengan tajam.


"Ya, dan aku tidak mau mendengar perkataan yang menjelekan Ayaza. Kamu boleh pergi sekarang." Ucap Kenzo, wanita itupun diam dan memutuskan untuk pergi dari ruang kerja Kenzo.


Ia benar-benar tidak bisa mengalihkan perhatian Kenzo dari Ayaza, padahal dirinya sering membuat alasan agar Kenzo mau menemani dirinya namun ternyata hati Kenzo tetap kepada Ayaza fikiran nya selalu memikirkan Ayaza.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Ria mana ria dicariin deterjen ria 😂*


Ria: Ada apa Hoy, ngapa pada nyariin kangen ya 😂


N: Pede g*la Lo, kemana aja Lo baru nongol 😒


Ria: Sabar apa gue istirahat bentar, lagian gantian jangan gue Mulu yg nongol nanti bosen 😂


N: Bisa-bisanya Lo istirahat di saat si Ayaza koma 😭


Ria: Mon maap gue capek abis di turunin Ayaza soalnya 😭


N: Alesan aeee Lo jamileh 😭


Ria: Nama gue Ria Hoy 😭


N: Oiya 😭😭😭