
Tiga hari berlalu hari ini Ayaza memutuskan untuk meminta antar kepada Felly untuk pergi ke sebuah mall, tadinya Rafael tidak mengijinkan Ayaza pergi dengan Felly.
Namun apa apa daya adik bungsu nya itu malah mengadu kepada Dena dan Felly, hingga membuat El di serang oleh keduanya. Dengan perdebatan sengit di antara mereka akhirnya Ayaza lah yang memenangkan perdebatan itu.
Aya merasa dirinya berada di atas angin karena berhasil mengalahkan Rafael, sedangkan El merasa kesal kepada sang adik. Bukan apa-apa El hanya merasa takut jika nanti Felly akan bertemu lelaki g*la yang mencoba untuk mendekati nya.
Bukan hanya Felly saja, ternyata Aya juga mengajak Nathia untuk pergi. Daripada dengan Kyra Ayaza lebih dekat dengan Nathia yang dirasa memiliki sikap lembut dan keibuan seperti mommy nya.
"Za kamu mau cari apaan ke mall?" Tanya Nathia, Felly hanya mengikuti mereka saja.
"Kak Aya bingung, Aya butuh beberapa buku untuk tugas. Tapi Aya juga ingin shopping kak." Ujar nya, Felly dan Nathia tertawa mendengar perkataan Felly.
Nathia merasa mungkin Aya mencoba mendekati Felly agar El mau dengan gadis itu, Nathia tidak berfikir curiga kepada Felly yang diminta untuk menemani Ayaza.
"Coba deh kamu pikir-pikir dulu za apa yang kamu butuhkan." Ucap Felly, Ayaza tersenyum kepada Felly.
"Menurut kakak Aya butuh apaan ya?" Tanya nya, Felly tertawa kecil.
"Loh kok nanya kakak, kan yang minta antar kamu. Dikira kakak bisa baca fikiran orang kali ya." Kekeh Felly, Nathia menggelengkan kepalanya.
Dari kejauhan Nathia melihat lelaki yang dikenal nya, tunggu tapi kenapa memakai pakaian kantor? Sejak kapan lelaki seperti Kenzo memakai pakaian kantor.
Ketiga wanita itu tercengang melihat penampilan Kenzo yang terlihat formal, termasuk Ayaza ia ingin tertawa melihat Kenzo yang terlihat sangat formal.
"Kamu ada angin darimana Ken tumben amat formal begitu?" Tanya Nathia.
"Kayaknya ini bukan Kenzo deh nath, Kenzo kan suka pakai sweater Hoodie nath." Ucap Felly.
"Kayaknya ini hantu nya kak Kenzo deh, kok horor ya." Tambah Ayaza, Kenzo mendengus menarik satu persatu hidung dari ketiga wanita itu.
"Aaaaassshh, sakit." Pekik ketiga nya.
"Kalian bener-bener ya, orang ganteng gini dibilang hantu." Protes Kenzo, ketiganya tertawa lepas.
"Lagian kamu sejak kapan suka pakai pakaian formal Ken?" Ucap Nathia.
"Nath ingat aku laki-laki yang akan menjadi kepala keluarga, dan aku harus bekerja dengan baik untuk membahagiakan anak dan istri ku nanti." Ucap Kenzo, Felly tertawa kecil ia tahu kemana maksud ucapan Kenzo.
"Ya, terus kenapa sekarang kamu ada disini?" Tanya Nathia.
"Ya karena aku merasa kalau aku harus kesini." Ucap Kenzo, Nathia mengernyit heran. Sementara Ayaza gadis itu menatap Felly yang sejak tadi tertawa kecil.
Saat mereka tengah berbincang seseorang datang menghampiri mereka, Nathia menghela nafasnya dan menatap datar orang itu.
"Hai Queen." Sapa Niko, Kenzo menganga bisa-bisanya Niko yang terkenal dingin meleleh seperti itu di hadapan Nathia.
"Queen udelmu, dikira Nathia coklat kali ya." Protes Kenzo, Felly dan Ayaza tertawa.
"Maaf tuan muda Alexander, saya tidak sedang berbicara dengan Anda." Ucap Niko, Kenzo mendengus menatap Niko.
"Mau apa kamu kesini?" Tanya Nathia.
"Mau jemput kamu tentunya, aku tidak bisa membiarkan Queen ku berkeliaran sendiri." Ucap Niko, Kenzo, Felly dan Ayaza tercengang.
Jika Nathia berkeliaran sendiri lalu ketiga orang itu apa? Felly dan Ayaza ingin sekali memukul kepala Niko dengan keras.
"Berkeliaran kamu kira Nathia hewan." Sengit Kenzo, Niko menatap Kenzo sinis.
"Aku berbicara dengan_" Ucap Niko.
"Ya kau berbicara dengan Queen mu, tapi apa kau tidak lihat jika kami bersamanya. Jika kau mengatakan Nathia pergi sendiri lalu kami ini apa." Potong Kenzo, Niko tersenyum tipis.
"Maaf aku tidak melihat kalian." Ucap nya tanpa dosa, Ayaza mula geram ia menatap Niko tajam.
"Tuan kenapa anda tiba-tiba muncul seperti tuy*l, apa anda sudah membuat janji sebelumnya?" Ucap Ayaza, Felly memeluk Aya menyembunyikan tawa nya.
"Gadis kecil kau cantik sekali, tapi maaf aku tidak perlu membuat janji untuk bertemu dengan nya." Ucap Niko, Ayaza diam sementara Kenzo kesal karena Ayaza di katai gadis kecil.
Itu akan membuat Kenzo minder karen ia lebih tua dari Ayaza, oh God kenapa Kenzo menjadi seperti seorang pedofil sekarang.
"Sudah kenapa kalian malah berdebat." Ucap Nathia, Ayaza menatap kakak sepupu nya.
"Benar, kenapa kita malah berdebat. Gadis kecil aku kesini hanya ingin meminjam kakak mu saja oke." Ucap Niko, ia menarik tangan Nathia membuat Kenzo, Aya, dan Felly tercengang karena Niko begitu cepat membawa Nathia pergi dari hadapan mereka.
"Karena Nathia sudah di bawa oleh pawang nya, maka aku akan membawa pergi pawangku juga." Ucap Kenzo menarik Ayaza, membuat Felly tersadar.
"Kenzo jangan macam-macam kamu ya, Aya pergi bersamaku itu artinya dia juga harus pulang denganku." Ucap Felly.
"Tidak." Balas Felly.
"Fell carilah pawang mu sendiri, jangan menjomblo mulu." Ucap Kenzo, Felly kesal menendang kaki kenzo.
"Ngada-ngada kamu ya, Ken ayolah jika kamu bawa Aya pergi aku bagaimana." Ucap Felly, Kenzo tersenyum jahil.
"Tangan kananku jomblo fell, jika kamu berminat pergilah bersama dengan nya." Ucap Kenzo menunjuk ke belakang, membuat Felly dengan cepat melepaskan Ayaza.
Bisa gawat jika Kenzo benar-benar meminta tangan kanan nya untuk menemani Felly, ia bisa di hukum oleh El. Mungkin bukan hanya dirinya Ayaza juga akan kena hukuman.
"Kak aku tidak bisa meninggalkan kak Felly." Ucap Aya.
"Pergilah za gak apa-apa, kakak akan langsung pulang." Ucap Felly, Kenzo tersenyum penuh kemenangan.
"Bye mblo, jangan jomblo mulu mangkanya." Goda Kenzo, menarik Ayaza pergi.
"Iiihhhh menyebalkan." Ucap Felly melemparkan sepatunya, namun bukan mengenai Kenzo sepatu itu justru mengenai orang lain dan membuat Felly terkejut.
"Aassshhh." Desis orang itu.
"Waduh, salah sasaran cuy." Gumam Felly, ia berlari menghampiri orang itu.
"Maaf, maafkan aku. Sungguh aku tidak senga_" Ucap nya terhenti, saat tahu siapa yang kena lemparan nya.
"Kau." Ucap Felly.
"CK, kita bertemu lagi ternyata nona." Ujar nya, Felly langsung memasang wajah datar nya.
"Sekali lagi aku minta maaf." Ucap Felly, wanita itu memakai kembali sepatu nya dan berniat untuk pergi.
"Tunggu." Ucap orang itu, membuat Felly menghentikan langkahnya.
"Ya." Sahut Felly.
"Siapa namamu, setidaknya beri tahu aku siapa namamu." Ucap nya, Felly menoleh ke arah orang itu.
"Namaku tidak penting untuk kamu ketahui." Ucap Felly, wanita itu berlari dengan cepat keluar mall.
Sementara orang itu memandang Felly, rasa penasaran nya begitu besar mengingat Felly yang sulit sekali untuk di dekati. Tekat nya untuk mengenal Felly semakin besar, ia yakin suatu saat ia bisa mengetahui nama Felly.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Sabar fell Kenzo sama Niko memang kudu di bombardir 🤣*
A: Bisa-bisanya Felly ditinggal sendirian 😭
N: Nanti babang El coming soon fell, nunjukin pada dunia bahwa kamu milik nya eaaaaaakkkk 😂
A: Stop Uun, bisa-bisa gue yang Bapeureu 😌
N: Itu yang gue harapkan 🤣🤣
A: Solimi emang 😒
N: 🤣🤣🤣