Love Destiny

Love Destiny
Epson 381



Hari ini adalah hari dimana Kenzo harus pergi meninggalkan negara kelahirannya, Tata, Tio dan Kevan ikut mengantar Kenzo menuju bandara.


Tata melihat Kenzo yang sedikit resah pun mengerti, ia tahu mungkin saja Kenzo sedang mencari gadis yang di sukai nya.


"Siapa yang kamu cari boy?" Tanya Tio, Kenzo menoleh menatap sang papi.


"Tidak ada pi." Jawab nya, Tio pun mengangguk lalu menepuk bahu Kenzo penuh sayang.


"Semua akan baik-baik saja boy, jika kalian berjodoh maka dia akan menjadi milikmu saat kamu kembali." Ucap Tio, Kenzo mengangguk ia menatap sang adik yang sejak tadi hanya diam saja.


"Jaga dirimu baik-baik, dan jaga mami untukku." Ucap Kenzo, tata tersentuh dengan perkataan putra sulungnya.


Kenzo dan Kevan benar-benar berbeda dan hal itu lah yang membuat Tata lebih dekat dengan Kenzo, bukan tidak menyayangi Kevan Tata sangat menyayangi kedua putranya.


Hanya saja Kenzo selalu mengutamakan tata sebagai mami nya, meskipun Kenzo suka sekali membuat tata marah namun setelah itu Kenzo akan meminta maaf dan mengecup kening mami nya dengan lembut.


Berbeda dengan Kevan yang hanya mempedulikan dirinya sendiri, bahkan sering kali Kevan membuat Kenzo mengalah karena keinginan nya.


Hal itu dilakukan oleh Kenzo agar tata tidak merasa pusing akibat perdebatan keduanya, tata memeluk Kenzo dengan erat.


"Sering-seringlah mengabari mami boy." Ucap tata.


"Hmmmmmm, pastinya mom." Jawab Kenzo, lelaki itu tersenyum dan mengecup kening mami nya.


Tak lupa juga Kenzo memeluk sang papi yang sudah merentangkan kedua tangannya, Kenzo memeluk Tio dengan hangat.


"Pergilah dan hati-hati." Ucap Tio, Kenzo mengangguk lelaki itu masih mengedarkan pandangannya mencari Ayaza.


Tanpa Kenzo ketahui dari kejauhan terlihat seorang gadis cantik yang memakai kaos putih lengan panjang, dan celana jeans warna hitam dengan kacamata hitam dan topi yang membuat siapapun yang melihatnya tidak akan mengenali gadis itu.


"Pergilah, maafkan aku jika aku tidak bisa muncul di hadapan kamu kak. Aku hanya tidak ingin membuat kamu merasa berat jika harus meninggalkan aku." Gumam nya, Ayaza tersenyum saat melihat Kenzo yang berjalan menjauhi keluarga nya.


"Terimakasih atas semua kenangan yang sudah kamu berikan, terimakasih atas sikap konyol kamu yang selalu membuat aku tersenyum dan tertawa lepas. Kembali lah dengan kesuksesan yang kamu inginkan." Gumam nya lagi, Ayaza menunduk lalu membalikkan tubuhnya.


Gadis itu berjalan keluar bandara dan memasuki mobil yang sudah menunggunya di luar bandara, Ria menatap wajah sendu Ayaza saat gadis itu sudah masuk kedalam mobil.


"Kamu sudah bertemu dengan dia?" Tanya Ria.


"Tidak." Jawab Ayaza, membuat Ria terkejut untuk apa Ayaza jauh-jauh ke bandara jika tidak bertemu dengan Kenzo.


"Apa? Kenapa tidak bertemu dengan dia za? Kan kamu tahu ini perpisahan untuk kalian, entah seberapa lama dia disana." Ucap Ria, meskipun mengoceh Ria tetap melajukan mobilnya.


"Ri aku tidak ingin menjadi penghalang atas kepergian nya, biar saja dia merasa jika aku tidak peduli dengan dia. Daripada aku harus menemuinya dan membuat dia merasa berat untuk meninggalkan aku." Ucap Ayaza, Ria mencubit pipi Ayaza dengan gemas.


"Gak gitu za, justru dengan kamu kaya gini dia pasti akan kefikiran tentang kamu." Ucap Ria.


"Kamu tenang saja itu semua tidak akan terjadi." Ucap Ayaza, Ria pun hanya bisa diam untuk menghargai keputusan Ayaza.


Ayaza menyandarkan tubuhnya pada jok mobil dan mendongakkan kepalanya, Ayaza terlihat memejamkan matanya entahlah apa yang sedang di fikirkan gadis cantik itu.


"Za." Panggil Ria.


"Hmmmmmm." Sahut Ayaza.


"Kamu yakin dia akan kembali?" Tanya Ria.


"Aku tidak tahu ri, yang aku tahu saat ini hanya mendukung dia. Masalah dia kembali atau tidak itu hak dia, aku tidak punya hak untuk mengatur kehidupannya." Ucap Ayaza, Ria benar-benar tidak habis pikir kenapa Ayaza terlihat sangat tenang.


"Disana dia pasti bertemu dengan wanita-wanita yang baru za." Ucap Ria, Ayaza tertawa kecil menatap Ria.


"Justru itu biarkan saja semua berjalan seperti air mengalir, aku tidak ingin terlalu berharap karena harapan yang berlebihan selalu memberikan rasa kecewa yang mendalam." Ucap Ayaza, Ria tertawa menoleh dan menatap Ayaza.


"Kenapa kaya yang berpengalaman banget si za, kaya nya kebiasaan makan hati nih mangkanya kaya gini." Kekeh Ria, Ayaza memukul tangan Ria.


"Haha, baiklah ayok." Balas Ria melajukan mobilisasi menuju restoran.


Sementara itu di tempat lain terlihat Dena yang tengah tersenyum melihat laporan yang di dapatnya, Keanu yang memiliki Dena tersenyum pun menghampiri Dena.


"Ada apa sayang?" Tanya Kean, Dena menunjukkan ponselnya dan membuat Keanu ikut tersenyum.


"Gadis kecil kita sudah dewasa ternyata." Ucap Kean tersenyum manis.


"Hmmmmmm, kita telah berhasil membesarkan Ayaza dengan pemikiran yang dewasa dad." Ucap Dena, Kean mengangguk ia juga merasa bangga kepada putri kecil nya itu.


"Tentu saja, apa kamu lupa Aya memiliki mommy yang cerewet hmmmmmm." Ucap Kean, Dena tertawa lepas Kean selalu mengatakan jika dirinya cerewet.


"Ingat dad aku melakukan itu untuk putri kesayangan kamu, kalau Ayaza laki-laki juga aku tidak akan secerewet ini." Ucap Dena, Keanu tertawa kecil lalu memeluk Dena.


"Tentu saja, karena jika Ayaza laki-laki ia akan lebih memilih untuk pergi seperti Rafael yang pergi." Ejek Keanu, Dena mendengus kesal Kean selalu saja berhasil membuat Dena merajuk.


"Cih, menyebalkan." Kesal nya, Kean mengeratkan pelukannya lalu mengecupi wajah Dena.


"Tenang sayang biarpun kamu cerewet tetap membuat aku semakin sayang, dan semakin cinta kepada mommy El dan Aya ini." Ucap Keanu, Dena mencubit gemas pinggang suaminya.


"Araaaaaaaaggggghhhh." Pekik Keanu, Dena tertawa lalu memeluk Kean.


"Jangan gombal dad mau sudah tua, bagaimana jika Aya melihat nya." Ucap Dena, Kean tersenyum.


"Tidak masalah, agar Aya tahu bagaimana Dady nya mencintai mommy Aya." Ucap Keanu, Dena tersenyum manis kepada suaminya.


Kedua orang yang sudah memiliki dua anak remaja itu terlihat saling berpelukan, dan menatap foto keluarga kecil nya.


Dimana ada Dena, Keanu, Rafael, dan Ayaza, Dena senang karena pernikahan nya menghasilkan dua makhluk Tuhan yang begitu indah dan menggemaskan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Aya kuat amat ya, kalo gue jadi Aya udah ngerengek minta ikut da 😂*


A: Hilih sueee Lo Marni 😒


N: Bener kan Thor, emang Lo kalo LDR jauh mau 🙄


A: Ya, kaga lah tapi kalo sama El sama Kenzo mah boleh lah 🤣


N: Sama aja 😭


A: 🤣🤣🤣