Love Destiny

Love Destiny
Epson 304



Tiga hari berlalu kini Devika dan Kyra sedang duduk di taman kampus, mereka berbincang dengan penuh canda.


Sampai tiba-tiba seseorang menghampiri Devika, orang itu menarik tangan Devika lalu mendorong tubuh Devika.


"Eh." Ucap Kyra terkejut.


"Liodra, kamu apa-apaan si." Pekik Devika.


"Jauhin Rafael dia milikku." Ucap Liodra.


"Jangan ngarang deh, jelas-jelas Rafael aja gak mau sama kamu." Sinis Devika, tidak banyak anak kampus tahu jika Devika sudah menjalin hubungan dengan Samuel.


"Kamu jangan macam-macam Devika, aku bisa melakukan apapun untuk mendapatkan Rafael." Ancam Liodra.


"Aku gak takut." Balas Devika.


"Liodra stop, aku gak bakal biarin Rafael dekat dengan wanita kaya kamu. Lagian kita sama Rafael itu cuma sahabatan." Ucap Kyra.


"Aku gak peduli, dan kamu jangan mentang-mentang kamu sahabatan sama Devika kamu bisa bikin El sama dia."Ucap Liodra.


"Hati-hati salah orang neng." Sinis Devika pergi begitu saja, sementara Kyra wanita itu menatap tidak suka kepada Liodra.


Sepulang dari kampus seperti biasa Devika selalu di jemput oleh Samuel, mungkin itu yang membuat Liodra cemburu karena mengira Samuel adalah Rafael.


Karena keduanya memakai mobil yang sama namun beda warna, namun karena Liodra tidak memperhatikan hal itu maka ia mengira bahwa yang berada di mobil itu adalah Rafael.


"Kamu kenapa kok manyun gitu?" Tanya Samuel, mengelus kepala Devika.


"Akutuh kesel sama Liodra masa dia ngira yang sering antar jemput aku Rafael, mana mau si El antar jemput cewek." Dengus Devika.


"Antar jemput lah sayang, mana mungkin El gak mau anter jemput cewek nya." Kekeh Samuel.


"Gak baka mau dia dijamin, El itu tipe orang yang gak mau ribet." Ucap Devika, sementara Samuel hanya tertawa kecil.


"Ya baiklah, karena aku bukan Rafael maka aku antar jemput kamu." Ucap El, Devika pun tersenyum senang melihat kekasihnya.


Devika begitu bahagia karena memiliki Samuel yang begitu memanjakan nya, bahkan Devika berharap teman-teman nya bisa mendapatkan pasangan seperti dirinya.


...


Di tempat lain Ayaza yang sedang duduk dengan Dena teringat sesuatu, ah ya kejadian saat sang mommy mengadakan pesta.


"Mom." Panggil Ayaza.


"Hmmmmm, ada apa sayang?" Tanya Dena.


"Saat pesta kemarin mom memanggil kakak yang bekerja di toko kue, apa ada sesuatu penting yang harus dibicarakan?" Tanya Ayaza, Dena tersenyum melihat keingintahuan putrinya.


"Kau tahu tuan James Wilthon." Ucap Dena, Ayaza terlihat sedikit berfikir.


"Apakah teman bisnis opa Richard?" Tanya nya, karena yang Ayaza tahu dad tuan James sering mengatur pertemuan dengan tuan Richard.


"Tepat sekali." Ucap Dena, Ayaza pun bingung.


"Lalu apa hubungannya dengan kakak cantik itu?" Tanya Ayaza.


"Tentu saja ada sayang, karena kakak cantik itu adalah putri dari tuan Wilthon." Ucap Dena, lagi-lagi membuat Ayaza bingung.


"Huh? Bukankah cucuk dari tuan Wilthon sedang menjalankan studi nya di luar negeri." Ucap Ayaza.


"Tidak sayang, itu bukan anak tuan James tapi anak dari sepupu tuan James. Mereka memang tidak memberikan kabar kehilangan putrinya, karena tuan James khawatir jika banyak orang yang mengincar putrinya." Ucap Dena, Ayaza pun mengangguk ia mengerti kenapa selama ini opa nya selalu menyembunyikan identitas Ayaza dan Rafael saat kecil.


"Baiklah aku mengerti." Ujar nya, Dena pun tersenyum melihat anak perempuan nya sudah remaja.


"Daddy ku sibuk bekerja, jadi aku tidak ingin mengganggu nya." Ucap Ayaza, Keanu pun tertawa kecil.


"Kau sudah besar tidak lagi merengek meminta susu." Ledek Kean, membuat putri nya mendengus kesal.


"Dad aku sudah tidak butuh susu, yang aku butuhkan sekarang hanya uang Daddy." Ujar nya, Keanu mencebikan bibirnya. Entah kenapa Ayaza menjadi solimi seperti ini.


"Siapa yang mengajarkan kamu seperti itu hmmmmm." Tanya Kean.


"Mommy, kata mommy apa gunanya memiliki Daddy kaya dan kakak kaya jika tidak bisa mendapatkan uang banyak." Ujar nya, Dena menelan Saliva nya.


"Kheemmmm, Ayaza kaya nya kamu belum makan ya kan. Lebih baik makan dulu setelah itu masuk ke kamar." Ucap Dena, Ayaza bingung prasaan ia baru saja selesai makan bersama mommy nya tadi.


"Mom, Yaza udah selesai makan kan tadi bareng mommy." Ucap Ayaza.


"Gini yak punya istri solimi, anak nya aja di suruh manfaatin bapak nya sendiri." Sindir Keanu.


"Nah iya, mom bilang uang Daddy gak akan habis. Jadi dad semangat kerja biar Ayaza ada kerjaan buat ngabisin uang nya Daddy." Ucap Ayaza.


"Anak Dena beda ya bund, orang kerja biar dapet duit lah ini anak kerja mau ngabisin duit." Ucap Kean, Dena tertawa.


"Gak apa-apa demi anak gak apa-apa sumpah." Kekeh Dena, Ayaza tertawa kecil melihat kedua orang tuanya.


"Kalo gitu apa gunanya Daddy kamu kerja kalo duit nya mau kamu abisin cantik, mending kamu abisin dulu baru Daddy kerja lagi." Ucap Kean.


"Oh tidak bisa seperti itu Daddy, dad harus kerja masalah ngabisin duit tenang serahkan kepada Ayaza dan mommy. Kita bersedia dengan senang hati untuk membantu Daddy menghabiskan uang." Ujar nya, Kean yang merasa gemas memeluk Ayaza, terlihat bukan seperti anak dan Daddy nya tapi lebih seperti kakak dan adik.


Dena tertawa melihat Ayaza yang di gelitik oleh Keanu, bahkan putrinya sampai mengeluarkan air mata karena banyak tertawa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Untuk nona Ayaza Mon maap kalo mau tukar posisi boleh kok, dengan senang hati gue terima ye kan😌


A: Jangankan elo un gue ge mau, siapa si yang kaga mau kan πŸ˜‚


N: Masalahnya itu Ayaza nih ya beruntung amat, punya emak bapak bibit unggul Abang juga serbuk berlian gitu kan. Dan gitu bonus nya kaya lagi 😌


A: Hallu aja un dijamin dalam sekejap Lo bisa miliki apa yang Ayaza miliki sekarang πŸ˜‚


N: Suee sekali anda 😭


A: 🀣🀣🀣*