Love Destiny

Love Destiny
Epson 182



Pagi hari Dena terbangun lebih dulu, ia tersenyum dan menatap wajah tampan suaminya.


"Selamat pagi suami baik." Ucap Dena membuat Keanu mengerjapkan matanya.


"Emmmhhh, pagi mommy baik." Balas Keanu.


"Hari ini kerja?" Tanya Dena.


"Enggak, aku hari ini mau di rumah saja bersama kamu dan El." Ucap Keanu, Dena pun tersenyum lalu mengecup kening Kean.


"Aku mandi dulu." Ucap Dena.


"Hmmmmm." Balas Keanu, ia kembali memejamkan matanya dan memeluk El yang kini posisinya ada di samping Kean.


Setelah selesai mandi Dena memakai pakaian nya, lalu ia berjalan keluar kamar dan menuju dapur.


"Pagi de." Sapa Karen.


"Pagi kak." Balas Dena.


"Kean kerja?" Tanya Karen.


"Enggak, dia di rumah hari ini." Jawab Dena.


"Lah kok kompakan." Ucap Karen.


"Maksudnya kakak?" Tanya Dena.


"Kata Niken Nathan juga gak kerja, terus kai juga sama gak kerja." Jawab nya.


"Ohhh, biarin aja deh lagian El juga sudah kangen sama Daddy nya yang sibuk Mulu." Kekeh Dena.


"Benar juga." Ucap Karen.


Kini Dena masak untuk sarapan pagi dibantu oleh Karen dan Niken, setelah selesai sarapan Dena berjalan ke kamarnya ia akan memanggil Keanu.


"Bee." Panggil Dena.


"Sayang bangun." Panggil nya lagi, kali ini mengelus pipi Keanu lembut.


"Bangun ayok sarapan dulu." Ucap Dena.


"Emmmhhh, sebentar." Jawab Keanu.


"El bangun boy." Ucap Dena.


"Ngantuk mommy." Lirih El, membuat Kean tertawa.


"Aku mandi dulu." Ucap Keanu, Dena pun mengangguk dan berjalan ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian Kean.


Hari ini Kean hanya menggunakan pakaian santai, karena emang mereka hanya akan di rumah saja.


Setelah Keanu selesai mandi dan Dena pun sudah memandikan El mereka turun ke meja makan, Dena mengambil makanan untuk suaminya.


Merekapun makan dengan tenang, setelah selesai makan Keanu langsung kembali ke kamarnya, sementara Dena ia menyuapi El terlebih dahulu.


"El mau ke kamar lagi atau mau main disini?" Tanya Dena.


"Main." Jawab nya.


Dena pun tersenyum ia menyusul Keanu ke kamar setelah selesai menyuapi El, Dena menutup pintu kamar nya.


"Dad." Panggil Dena.


"Hmmmmm, aku kangen kamu." Lirih Keanu memeluk Dena.


"Kok manja." Kekeh nya.


"Kok solimi." Ceplos Keanu.


"Haha nyebelin." Ucap Dena.


Dena bersandar di dada bidang Keanu, ia memainkan jemari tangan nya di atas dada Keanu.


"Udah jarang berduaan sekarang." Ucap Kean.


"Kamu nya udah ada bodyguard si." Ucap Dena tertawa kecil.


"Sini." Kenau memeluk Dena.


"Kamu kenapa?" Tanya Dena bingung.


"Pengen peluk kamu aja emang gak boleh?" Tanya Kean.


"Ya boleh lah, aku gak akan nolak." Balas Dena tertawa kecil.


"Kamu kalau dirumah baju nya gaada ahlak." Ucap Keanu.


"Kalau di depan kamu aja gak ada ahlak, kalau keluar aku pakai kardigan." Ucap Dena.


"Bee, wangi kamu tuh candu banget tau gak." Bisik Kean.


Keduanya masih dalam posisi berpelukan, Kean seakan enggan untuk melepaskan pelukannya dari Dena.


"Sehat-sehat ya kamu, biar bisa terus ngurus aku dan El." Ucap Kean.


"Hmmmmm, kamu juga baik-baik ya biar bisa selalu jadi pelindung aku dan El."Balas Dena.


Keanu melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik Dena, ia mendekatkan b*b*r nya dengan bibir Dena.


Keanu m*l*m*t dan bermain dengan b*b*r istrinya, Dena yang sejak tadi merasa prasaan nya mulai tidak enak pun diam saja.


"Feeling aku bener ya, kalau kamu udah ngomong gitu pasti ada something ujung nya." Ucap Dena dengan nafas terengah-engah.


"Hehe, kamu nya candu banget si." Ujar Keanu.


"Masi pagi bee, baru satu jam yang lalu kamu mandi yakai mau mandi lagi." Ucap Dena.


"Ya gak apa-apa, yang penting sama kamu." Ucap Keanu, kembali menyerang Dena.


"Daddy, eeeeemmmmmhhhh." Pekik Dena mencoba melepaskan diri dari Kean.


"Mumpung El lagi main." Ucap Kean di sela-sela kegiatannya.


"Enggak gini caranya, Daddy aku belum mau mandi lagi." Rengek Dena.


"Buat suami itu ibadah bee." Ucap Kean, jika sudah seperti itu sudah lah. Dena hanya bisa mengikuti permainan suaminya saja, toh ia tidak ingin berdosa jika menolak keinginan Kean.


Setelah selesai dengan kegiatan nya Kean mengangkat tubuh Dena yang terlihat lelah ke kamar mandi, bukan hanya mandi namun merekapun melakukan nya lagi.


Setelah selesai Dena mengganti pakaian nya dan kembali berbaring di atas tempat tidur, ia merasa tubuhnya hampir remuk mengimbangi Keanu.


"Makasih." Ucap Kean menciumi wajah Dena.


"Hmmmmm, aku ngantuk." Lirih Dena.


"Sini sayang." ucap Kean, lelaki itu menarik tubuh Dena kedalam pelukannya.


Kean mengelus kepala Dena lembut hingga istrinya terlelap, Kean tersenyum melihat wajah damai istri nya yang sedang tertidur.


Kean menekan sebuah benda yang terhubung ke lantai satu, tepat nya ke salah satu pekerja di rumahnya untuk menjaga El sementara.


Setelah itu Kean pun menyusul Dena yang terlelap, mereka tidur dengan posisi yang saling berpelukan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊ðŸĪ— jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


***N**: Buat Dena boleh tukar posisi tidak 😂


A: No 😒


N: Tukeran yuk sehari aja 😂


A: Kaga mau ðŸĪŠ


N; Pelit syekali anda 😭


A: Bodo Mamat 😂


N: 😭😭😭


**Note:


***Buat yang komen penasaran karena perjalanan yang cukup lama, Mon maap ni ya ini novel gak usah di sama-sama in sama dunia nyata. Dan kalau komen lebih baik yang bikin penulis semangat, jangan yang nambah beban. Mau itu perjalanan 4/18 jam juga kalau yang namanya novel pasti di percepat. jadi kalo komen yang bener aja gitu Lo ya, jangan komen yang bikin gue males up!


SEKIAN TERIMA GAJI***!!!