Love Destiny

Love Destiny
Epson 262



Malam hari Rafael baru pulang ke rumah nya, Ayaza yang melihat sang kakak baru kembali pun menghampiri kakak nya.


"Tumben kakak baru pulang." Ujar Ayaza.


"Hmmmmm, dimana mommy?" Tanya El.


"Mommy pergi bersama Daddy, katanya ada urusan penting." Jawab Ayaza.


"Kamu tidak ikut?" Tanya El.


"Tentu saja tidak, aku sudah besar untuk apa ikut bersama mommy." Jawab nya lagi, El pun tersenyum dan mengelus kepala sang adik.


Di kediaman lain tepatnya di kediaman Nathan terlihat seorang gadis yang merebahkan tubuhnya di atas sofa, Niken yang melihat putrinya pun menghampiri Nathia.


"Anak mami kenapa kok mukanya di tekuk." Tanya Niken lembut, Nathia pun mendongak dan tersenyum.


"Tidak apa-apa mom." Jawab nya.


"Nathia mami itu orang tua kamu, mami tahu kamu sedang tidak baik-baik saja. Katakan ada apa?" Tanya Niken, Nathia pun menarik nafasnya.


"Mi kalau aku mengagumi seseorang, tapi orang itu hanya menganggap ku sebagai sahabat nya. Aku harus bagaimana?" Tanya Nathia membuat Niken tersenyum.


"Tentu saja kau harus melepaskan nya sayang, jangan rusak persahabatan kalian hanya karena cinta yang tidak terbalaskan." Ucap Niken.


"Bohong girls, kamu harus berjuang untuk mendapatkan nya." Ucap Nathan yang baru saja tiba, ia duduk di hadapan anak dan istrinya.


"Maksud papi, aku harus mendapatkan nya sekalipun aku harus bersaing dengan saudara ku." Ujar Nathia membuat Nathan dan Niken saling pandang.


"Apa maksudnya, kenapa harus bersaing dengan saudara?" Tanya Nathan, membuat Niken kesal.


"Kamu itu bagaimana, kenapa kau menyuruh putrimu untuk egois. Biarkan dia membuang perasaannya, jangan racuni putri kesayangan ku." Kesal Niken.


"Sayang ayolah cinta itu harus di perjuangkan." Ucap Nathan.


"Harus di perjuangkan jika mereka saling mencintai, tapi jika dia saja hanya menganggap putri kita sebagai teman nya. Apa itu tidak menyakitkan untuk nya." Ujar Niken, membuat Nathan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Papi mami stooooppppp! Ini kenapa malah kalian yang bertengkar." Kesal Nathia.


"Mami mu tidak peka, sudah tahu putrinya sedang jatuh hati." Ucap Nathan, membuat Niken terbelalak.


"Tidak papi mu yang tega, dia lebih memilih putrinya sakit hati dan kecewa!" Ucap Niken membuat Nathan tercengang.


"Kalian itu kenapa berdebat, kalian saja tidak tahu siapa laki-laki yang aku sukai." Ujar Nathia, membuat Nathan dan Niken menatap putri nya.


"Memang siapa laki-laki yang membuat putriku jatuh hati?" Tanya Nathan.


"Kenzo, aku menyukai Kenzo!" Ujar nya.


"What?" Pekik Nathan dan Niken secara bersamaan, keduanya merasa terkejut dengan jawaban Nathia.


"Ish, kalian itu kenapa?" Kesal Nathia.


"Nathia apa kau tidak salah? Apa tidak ada laki-laki lain selain Kenzo." Ucap Nathan, membuat Nathia menghela nafasnya.


"Apa aku bisa menawar kepada siapa aku akan jatuh hati." Ujar nya.


"Benar, bukan kah tadi kau meminta nathia untuk mengejar nya Pi." Sindir Niken


"Itu jika laki-laki lain, tapi kalau Kenzo sudah sayang lepaskan saja." Ucap Nathan, membuat Niken dan Nathia mendengus kesal.


"Lalu apa maksud kamu sayang yang berkata jika kamu harus bersaing dengan saudara mu?" Tanya Niken.


"Kyra juga menyukai Kenzo mom." Jawab nya.


"Ish, mami dan papi bisa biasa saja tidak." Kesal nya, membuat Nathan dan Niken salah tingkah.


"Maaf sayang, tapi kenapa kalian harus menyukai laki-laki yang sama." Ucap Nathan.


"Lalu aku harus menyukai siapa, haruskah aku berjuang untuk mendapatkan Rafael." Canda Nathia.


"Apa?!" Lagi-lagi Nathan dan Niken di buat jantungan oleh putrinya.


"Kamu jangan ngarang Nathia, solimi ini anak minta di masupin lagi ke dalam perut." Ucap Niken, menjadi Nathan mencebikan bibirnya.


"Kau fikir anak mu itu apa hah." Kesal Nathan.


"Aku lelah, kalian benar-benar membuat aku pusing." Ucap Nathia pergi menuju kamar nya.


Nathan dan Niken terdiam menatap kepergian Nathia, mereka tidak habis fikir dengan Kyra dan Nathia.


Bahkan Nathan merasa ia kecolongan karena putrinya jatuh hati kepada Kenzo, Nathan berharap Nathia tidak akan sakit hati dan bisa melupakan perasaan nya kepada Kenzo.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Si Nathan bener-bener dah 🤣


A: Sekalinya nongol meresahkan ya bund 🤣


N: Bukan lagi, gue sampe ngakak baca nya 😂


A: Bagus itumah 🤣


N: suee Lo 😁


A: 😂😂😂*