Love Destiny

Love Destiny
Epson 299



Setelah tiba di tempat tujuan Rafael turun dan membuka pintu mobil untuk Felly, sebuah danau yang indah.


"Kenapa kamu ngajak aku kesini?" Tanya Felly.


"Kenapa kamu gak suka." Ucap El, membuat Felly menatap danau itu.


Namun ia merasa hatinya teriris tiba-tiba saat melihat genangan air itu, sebenarnya El sedikit mencari tahu mengenai kehidupan Felly.


"Fel." Panggil El, Felly pun menoleh.


"Hmmmmm." Jawab nya.


"Aku mau nanya sesuatu." Ucap El, Felly menatap mata Rafael.


"Apa yang ingin kamu tanyakan." Ujar Felly, namun tiba-tiba.


Dor... Membuat Felly tersentak dan tubuhnya gemetar hebat, Rafael yang melihat reaksi tubuh Felly melirik sekeliling.


"Hei itu bukan apa-apa." Ucap El, membuat kepala Felly pening dan pandangan nya buram tiba-tiba.


"Felly, fel bangun." Ucap El.


Dengan cepat Rafael mengajak Felly ke rumah nya, bukan lagi ke apartemen nya.


Dan disinilah mereka berada di kediaman Richard, Dena tercengang saat melihat Rafael masuk kedalam rumah dengan menggendong tubuh seorang wanita.


"Kak apa yang kau lakukan?" Tanya Dena.


Rafael menceritakan jika ia mengajak Felly ke salah satu danau di daerah xx, Dena mengernyit lalu melihat wajah pucat Felly.


Dena yang sudah mengetahui beberapa informasi mengenai Felly akan mencari kebenaran yang sesungguhnya, namun Dena juga dibuat fokus oleh kalung yang dipakai oleh Felly.


"Kenapa kau membawanya kesana, tapi apa yang menyebabkan dia sampai pingsan." Ujar Dena.


"Entahlah mungkin dia hanya kelelahan." Jawab El, Dena menelisik wajah putranya.


Setelah 30 menit akhirnya Felly pun sadar dan ia merasa kepalanya pusing, Felly melihat Dena yang sedang berdiri dengan senyum cantik menghiasi wajah nya.


"Kau sudah sadar, bagaimana apa yang kau rasakan?" Tanya Dena duduk di samping Felly.


"Nyonya." Lirih Felly, ia menatap kamar yang begitu mewah dan luas.


"Kenapa girls, kau berada di rumahku tenanglah." Ucap Dena, Felly langsung bangun dan berniat untuk pergi.


"Kau mau kemana?" Tanya Dena.


"Maaf nyonya saya harus pergi, dan terimakasih karena lagi-lagi nyonya menolong saya." Ujar nya, Dena tersenyum membiarkan Felly pergi.


Saat berjalan Felly di hadang oleh Rafael, Felly menghela nafasnya malas melihat El yang menatap nya.


"Kau mau kemana?" Tanya El.


"Aku harus pergi." Jawab Felly.


"Kau tidak boleh pergi." Ucap El, membuat Felly mengernyit.


"Apa maksudnya? Aku harus pergi sekarang." Ucap Felly, gadis itu berlari kecil dan membuat Rafael mengejar nya.


Dena tersenyum melihat tingkah Rafael dan Felly, ia tidak percaya jika kisah nya terulang kepada sang putra.


...


Tiga hari berlalu setelah kejadian itu, hari ini Devika memutuskan untuk menemui Felly, entahlah Devika ingin sekali dekat dengan gadis itu.


Tidak hanya Devika tapi Kyra dan Nathia juga ikut, sepertinya mereka akan menjadi the next emak-emak kemana-mana bareng Mulu.


"Yakin nih si Felly mau temenan sama kita?" Tanya Nathia.


"Mau pasti dia itu baik banget orang nya." Ucap Devika, kini mereka duduk di toko kue tempat kerja Felly.


"Felly." Panggil Devika.


"Kalian." Ucap Felly, menghampiri ketiganya.


"Gimana kabar kamu, kita udah lama gak ketemu." Ucap Devika.


"Baik kok kabar aku baik." Jawab Felly.


"Kerjaan kamu sudah selesai kan, ikut kita pergi yuk." Ajak Devika, Felly ingin menolak karena merasa tidak pantas berada di antara Devika dan yang lainnya.


"Santai saja Felly kamu teman kita sekarang." Ucap Kyra.


"Tapi aku_" Lirih Felly.


"Gak ada penolakan untuk kali ini." Tegas Devika, Felly pun menghela nafasnya dan mengangguk.


Setelah selesai mereka berempat pun pergi namun tidak lama Felly pergi Rafael tiba, ia masuk dan mencari Felly.


"Dimana Felly?" Tanya El kepada salah satu karyawan.


"Felly baru saja keluar tuan." Jawab nya.


"Keluar, kemana?" Tanya El lagi.


Tidak lama Rafael langsung keluar dari toko kue dan bergegas mencari Felly, ia begitu khawatir setelah mengetahui kebenaran tentang jati diri Felly yang sesungguhnya.


*Flashback on!!!


Dena dan Keanu memanggil Rafael menyampaikan mengenai pertunangan yang akan dilakukan oleh Devika dan Samuel, namun Dena berkata di pertunangan itu akan ada para petinggi dan orang-orang penting.


Rafael pun mengerti dan tersenyum saat mendengar kemajuan hubungan Samuel dan Devika, namun tiba-tiba senyum nya hilang saat sang Daddy memberikan sebuah berkas.


"Ap_apa maksudnya?" Tanya El.


"Ini berkas mengenai informasi kehidupan Felly." Jawab Keanu.


"Dad." Panggil El.


"Kau menyukainya? Jika ya maka jaga dia, bukankah kau ingin memiliki pasangan yang tidak peduli siapa kamu dan orang tuamu." Ucap Kean tersenyum.


"Tidak itu_" Ucap El terhenti.


"Lakukan lah apa yang kau anggap baik Rafael, kau sudah besar sekarang." Ucap Dena membuat El terdiam, Dena dan Keanu pun pergi meninggalkan putranya yang kebingungan.


**Flashback off***!!!


Sementara Rafael bingung mencari Felly justru gadis itu sedang tertawa bahagia bersama dengan teman-teman barunya, Felly melihat orang mencurigakan yang mengikuti Kyra.


Di sebuah mall yang begitu ramai hanya Felly yang memperhatikan gerak-gerik orang itu, Felly tidak tahu apa maksud orang itu namun yang Felly yakin orang itu berniat tidak baik kepada Kyra.


Bughhh... Felly menendang kaki orang itu saat mereka mendekati Kyra, dan hal itu membuat Kyra menjerit kaget.


"Felly." Teriak Kyra.


"Menjauh Ra." Ucap Felly, ia menangani semuanya berdua dengan Devika.


Felly yang melihat Devika akan dipukul dari belakang berlari dan mendorong tubuh Devika, hingga pukulan itu mengenai punggung nya.


"Devika, Felly." Teriak Nathia dan Kyra.


"Kita gak bisa diem aja Ra." Ucap Nathia.


"Nathia disini banyak orang, kita gak bisa bongkar identitas kita." Ucap Kyra.


"Ra kita harus lakuin itu, kalau gak Devika dan Felly yang menjadi korban." Ucap Nathia.


"Ish jangan gegabah kamu pake rok mini ijem." Ucap Kyra, Nathia pun tersadar jika mereka menggunakan rok dan mini dress.


Devika terlihat kewalahan namun Felly terus mengimbangi nya, hingga akhirnya Felly mendorong Devika ke belakang berharap Nathia dan Kyra menangkap tubuh Devika yang terhuyung.


Saat Felly melakukan perkelahian itu security yang di panggil oleh Kyra pun tiba, mereka para orang-orang itu menjauh dari tempat kejadian.


"Kamu gak apa-apa?" Tanya Devika.


"Enggak kok aku gak apa-apa, kalian gak apa-apa kan." Ucap Felly, ketiganya menggelengkan kepala.


"Felly kamu terlihat berbakat dalam ilmu bela diri." Ucap Kyra.


"Hmmmmm, aku memang sering belajar bela diri sejak aku kecil lebih tepatnya saat mama masih ada." Jawab Felly, merekapun mengangguk.


Meskipun ada banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan namun mereka menahan nya, Devika memberi tahu Felly jika ia akan bertunangan dan berharap Felly datang.


Felly hanya tersenyum ia tidak bisa berjanji jika dirinya akan datang, Devika benar-benar berharap Felly datang dan hal itu membuat Felly mengangguk menyetujui permintaan Devika.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Felly udah kaya bodyguard Devika 😭


A: Ceritanya mata jeli Uun dan jago 😂


N: Kan gue bapeure ah 🤣


A: Bosen ah bapeureu Mulu 😒


N: 😂😂😂*