
Di sebuah jalanan kota terlihat dua mobil mewah yang saling kejar mengejar, Rafael yang ahli dalam melajukan mobilnya membuat Kenzo jantungan.
"El hati-hati El belum nikah saya El." Ucap Kenzo, Kyra dan Nathia memukul kepala Kenzo.
"Ngapa harus mikirin nikah si Ken, gak ada yang lain apa." Protes Nathia.
"Gak nath, cinta Kenzo belum nyampe woyy masih di tengah jalan." Ucap Kenzo, Kyra tertawa ia tahu cinta yang dimaksud.
"Ken temb*k Ken." Ucap El, meminta Kenzo untuk menemb*k ban mobil milik lelaki yang mengejar nya.
"Siaaaap." Ucap Kenzo, dan berhasil Kenzo membuat mobil itu oleng ke kiri dan kanan.
Saat mobil itu terlihat oleng Rafael memutar balik mobil nya dan menabrak bagian depan mobil itu, membuat Nathia dan Kyra harus berpegangan erat.
Lelaki yang di dalam mobil itu terlihat sedang menelepon, tak memikirkan keselamatan nya lelaki itu melompat keluar dari mobil saat mendapat kabar jika sang adik berteriak histeris dengan keadaan kamar rawat yang terkunci.
Rafael yang melihat lelaki itu melompat mengejar nya, namun sayang lelaki itu lebih dulu menaiki taksi. El tidak mungkin mengorbankan orang lain, sebaiknya ia mengantarkan berkas-berkas penting itu dulu.
Sementara itu di rumah sakit wajah seorang gadis cantik terlihat membengkak akibat luka dari karya Felly, sementara Devika tertawa puas saat melihat rambut gadis itu yang tak lagi rapi.
"Kamu cantik hahaha kaya apa ya." Kekeh Devika.
"Sayang sepertinya tangan kamu masih terlihat mulus, kita ukir ya agar adil dan indah." Ucap Felly, lagi-lagi Felly memainkan p*sau kecil nya disana.
Devika meringis ia merasa dirinya yang sedang di kerjai oleh Felly, Devika sedikit menutup wajahnya ia merasa merinding.
"Jangan huaaaaaaaa, kakak tolong." Teriak nya, tak lama ada seseorang yang berusaha mendobrak pintu kamar rawat.
Felly yang sigap langsung melingkarkan tangannya di leher wanita itu, dengan benda kecil yang ia tempelkan di pipi gadis itu.
"Dek buka pintunya." Teriak seorang lelaki, Devika karena takut lelaki itu balik mengancam Felly meminta Devika berdiri di belakang nya.
Apakah Devika tidak memegang senjata? Tentu saja tidak Devika memegang p*st*l milik Felly. Kadang Devika berfikir Felly itu laki-laki atau perempuan kenapa ia begitu kejam.
"Kakak tolong hiks...hiks.... sakit." Teriak nya histeris.
Braaaaakkkk... Pintu pun terbuka dan lelaki itu terkejut melihat keadaan adiknya, ia berjalan mendekati Felly dengan emosi.
Namun Felly menekan benda yang di pegang nya ke wajah wanita itu, hingga membuat wanita itu kembali histeris.
"Aaaaaaaa, sakit kakak jangan mendekat." Teriak nya.
"Lepaskan dia." Teriak lelaki itu, s*al ia tidak bisa menarik Devika karena Felly benar-benar menyembunyikan Devika dibalik tubuh nya.
Lelaki itu menatap Felly kenapa Felly begitu cerdik dan licik dari yang ia bayangkan, padahal informasi yang ia dapat Felly begitu lugu karena gadis itu di besarkan oleh keluarga biasa saja.
Sepertinya informasi yang ia dapat mengenai Felly anak angkat tuan James salah, justru Felly malah mewarisi kekejaman Daddy nya.
"Kau ingin aku berkarya di bagian mana? Sini atau sini?" Tanya Felly, meletakkan benda itu tepat di leher gadis itu
"Jangan macam-macam, lepaskan dia kau dengar lepaskan dia." Teriak nya frustasi.
"Kau tau aku melakukan ini kepada Liodra." Ucap Felly, menarik rambut gadis itu dan membenturkan nya kepada dinding.
"Araaagghhh." Pekik gadis itu.
"Berhenti kau tahu dia masih dalam masa pemulihan, kenapa kau melakukan hal seperti itu." Teriaknya.
"Ooowww bagus dong itu artinya aku akan memberikan pekerjaan baru kepada dokter." Ucap felly.
"Kau." Ucap lelaki itu menodongkan pist*l.
"Jangan macam-macam." Ucap Devika yang itu menodongkan senjata, benar-benar kedua wanita yang sulit untuk di kalahkan.
"Kakak tolong aku hikksss.... sakit." Lirih nya.
"Good boy, kenapa tidak dari tadi kamu mengatakan hal itu." Ucap Felly, lelaki itu menatap tajam Felly.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya nya lagi.
"Tidak banyak, cukup kau katakan dimana orang tuamu." Ucap Felly, lelaki itu diam seakan tak mau bicara.
"Katakan atau kau akan melihat kepala adikmu pecah di tanganku." Ucap Felly, lelaki itu menatap Felly dengan benci.
"Untuk apa kau mencarinya?" Tanya lelaki itu.
"Huh, sepertinya kau ingin bermain denganku." Ucap Felly, menekan benda kecil di tangan nya lagi.
"Kakak katakan saja kau jangan meny*ksaku lagi, jika kau tidak mengatakan dimana mami dan papi maka aku yang akan menjadi sasaran mereka." Teriak nya.
"Lihat adikmu sudah begitu kesal, kau tahu kakak mu tidak menyayangimu. Dia lebih memilih untuk melindungi orang yang menjadi penyebab kamu seperti ini." Ucap Felly, benar-benar harus diberi penghargaan putri nyonya Alicia ini.
"Seperti nya dia sudah tidak memperdulikan kamu, dia lebih peduli kepada orang yang sudah menyebabkan berita palsu." Ucap Devika, lelaki itu mulai membuka mulutnya dan mengatakan keberadaan orang tuanya.
"Di ams*****m." Jawab nya, Felly tersenyum baik menyingkirlah jangan menghalangi jalanku." Ucap Felly, dengan menyeret wanita itu keluar kamar rawat.
"Mau kau bawa kemana adikku." Tanya nya.
Felly dan Devika dan menggubris nya, ia membawa wanita itu ke parkiran rumah sakit, Felly memastikan jika Devika masuk ke mobil lebih dulu.
Setelah itu ia masuk dan menjatuhkan gadis itu, Devika melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat lelaki itu murka dan menembak mobil Devika, namun sayang mobil itu sudah terlanjur jauh
Wanita yang tadi di jatuhkan oleh Felly tak sadarkan diri, mungkin karena rasa sakit yang di rasakan nya. Lelaki itu kembali membawa wanita itu masuk kedalam rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N***: Felly aku padamu huaaaaaaa😂
A: Seneng ye kan liat orang tertekan 😌
N: Seneng gak, seneng gak, seneng gak? Ya seneng lah masa enggak 😂
A: Saaaaaaaa aeeeee Lo Marni 😂
N: Tinggal nunggu itu orang rada kali ye 😂
A: Aslinya 😌
N: 😂😂😂😂