Love Destiny

Love Destiny
Epson 175



Sore hari Keanu dan Dena keluar dari kamar nya, mereka berjalan menuruni anak tangga. Dena melihat El yang sedang menangis karena di kerjai oleh Dea, Mae, dan Mei.


"Anak aku di apain?" Pekik Dena, sementara Kean tersenyum melihat tingkah para kakak iparnya.


"Keren kan, lihat nih gemoy banget." Kekeh Dea.


"Solimi banget, El kenapa gak ngelawan si." Ucap Dena tertawa kecil.


"Mommy huaaaaaaaa." Tangis nya, El mencoba bangun dari duduk nya untuk menghampiri mommy dan Daddy nya.


Namun ketiga emak-emak usil itu menahan tubuh El agar tetap duduk, dan hal itu membuat Dena tertawa kecil lalu mendekati El.


"Yaaaahhh, anak mommy nangis." Ucap Dena mengelus kepala El.


"Gemoy banget." Ucap Keanu, Dea dan yang lain nya pun menoleh.


"Iya gemesin banget kan, tapi lucu ini pengen kakak karungin." Ucap Mei membuat Dena mendengus.


"Ini anak orang yakali dikarungin." Cebik Dena.


"Haha, emak nya sewot." Ucap Mae.


"Dalam hati El begini, kenapa kakak emak gue pada horor." Ucap Mei, sontak malah mengundang tawa.


"Iya, padahal El baru pertama kali kesini udah di kerjain." Ucap Dena, sementara Kean duduk di sofa melihat kebersamaan istri dan para kakak iparnya.


"Justru baru pertama kesini kita kerjai, karena nanti pasti lama lagi kesini nya." Ucap Dea tertawa kecil.


"Kamu terlalu solimih untuk putraku yang masih polos." Ucap Dena mendramatisir.


"Gak usah lebay Daddy nya aja santai." Ucap Dea lagi.


"Lah iya santai, dia kan suka banget liat anak nya ternistakan." Ucap Dena tertawa kecil.


Dena mengingat bagaimana usil nya Keanu yang membuat El menangis sebelum mandi, hal itu membuat Dena selalu ingin tertawa mengingat tingkah usil suaminya.


"Nah, kan yang penting mah gak luka." Ucap Dea.


El yang tadinya menangis menjadi diam dan menatap keempat wanita di hadapannya, yang satu adalah mommy nya yang sangat ia kenal.


"Ada apa boy?" Tanya Dena.


"Mommy." Lirih nya.


"Duduk dulu disitu, anggap saja ketiga emak-emak ini fans kamu." Ucap Dena membuat Dea, Mei dan Mae melongok.


"Nanti kalau pulang si El jangan di bawa ya, biarin aja tinggal disini." Ucap Dea.


"Mana ada, di ajak lah yakali anak aku mau ditinggal." Ucap Dena.


"Tinggal saja, kita siap kok jadi suster nya El. Gak usah dibayar gak apa-apa." Ceplos Mae.


"Mon maap perasaan aku udah gak enak ini, lagian aku gak akan tinggalin El ya." Ucap Dena.


"Loh kenapa?" Tanya Mei.


"Lihatlah baru ditinggal sebentar saja putraku sudah berubah penampilan nya, bagaimana jika aku benar-benar meninggalkan dia." Ucap Dena menepuk dahinya.


"Ganteng kaya pangeran di kerajaan gitu." Ucap Mei.


"Gak ada pangeran-pangeran." Ucap Dena.


"Loh El kenapa?" Tanya bunda Sisil yang baru saja datang, merasa terkejut melihat cucuk nya.


"Keren gak bund cucuk nya." Ucap Dea.


"Ya gemesh ih, kalian apain cucuk bunda." Ucap bunda Sisil.


"Cucuk bunda dinistakan." Adu Dena.


"Kalian ini ada-ada saja." Kekeh sang bunda.


"Daddy." Panggil El.


"Ya, boy." Sahut Kean.


"Aku ingin Daddy." Lirih nya, dengan senang hati Keanu menggendong tubuh mungil El.


"Ada apa hmmmmm." Tanya Keanu mengelus kepala Rafael.


"Numi." Ujar nya, Dena yang mendengar langsung bangun dari duduk nya.


"Sebentar mommy ambilkan." Ucap Dena, ia berjalan ke dapur untuk mengambil minum.


"Hmmmmm." Balas El.


El memeluk leher sang Daddy dan meletakkan kepalanya di bahu kokoh Keanu, Kean tersenyum dan mengelus punggung putranya.


"Enak ya kalau punya anak Deket sama Daddy nya." Ucap Mei.


"Iya bener, si Aleta sama Axel mana mau dulu begitu ke papi nya." Ucap Mae.


"Memang nya aku gimana, hanya Aiden yang bisa seperti itu ke Daddy nya. Tapi tidak berlaku untuk Alexi dan Anes." Ucap Dea.


Para ibu-ibu senior curhat mengenai anak nya waktu seusia El, bahkan mereka terlihat heran karena El bisa sedekat itu dengan Keanu.


"Dari El bayi Kean tuh selalu bantu aku buat ngurus El, bahkan kalau El bangun tengah malam dia yang akan menidurkan El kembali. Karena Kean tahu aku menjaga El di siang hari." Ucap Dena.


"Seriusan?" Tanya Dea.


"Hmmmmm, kadang aku bangun lebih dulu kalau El menangis tengah malam. Dan Kean akan ikut bangun, dia tidak pernah membiarkan aku menjaga putraku sendiri." Ucap Dena bangga.


"Iya deh iya, kamu mah emang beruntung. Udah nyari suami sendiri, terus dapet nya yang tak terduga sudah gitu baik dan pengertian pula." Ucap Dea.


"Hmmmmm, aku bersyukur." Ucap Dena.


Kini Dena menikmati kebersamaan nya dengan para kakak, ia merasa merindukan suasana seperti ini dalam kehidupan nya.


Dea banyak memberikan pengalaman kepada Dena, hal itu benar-benar di perhatikan oleh Dena. Begitupun dengan Mei dan Mae yang juga berbagi pengalaman selama menjalani rumah tangga, Dena tersenyum dan merasa senang karena para kakak nya begitu perhatian dan peduli terhadap dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jagoan yang nangis karena dikerjaiπŸ˜‚



Daddy yang merasa gemas kepada anak nyaπŸ˜‚



Mommy solimih 🀣



***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Emak gaada ahlak, ank gue diapain wooy 😭


A: Di dandani biar kuren 🀣


N: Bapak nya juga ngapa malah ketawa aja 😭


A: Mon maap laki gue emang suka begitu, gumush sama anak nya 🀣


N: Eits, bagi dua 😜


A: Ooowww tidak bisa 🀣


N: Bagi dua, gak apa-apa gue kebagian sehari doang gak apa-apa πŸ€ͺ


A: Berasa istri tua istri muda ya sist🀣


N: 😭😭😭 kalo ngomong suka bener 🀣


A: Solimi πŸ€ͺ


N: 🀣🀣🀣*