
Hari-hari begitu cepat berlalu kini di kediaman Devin dan Chika sedang sibuk untuk menyiapkan pesta pertunangan Devika dan Samuel, Rafael masih kurang respect kepada Samuel mengingat Sam yang kurang peduli saat Felly hilang demi menyelamatkan Devika.
Di sudut lain terlihat Felly yang tengah membantu Devika yang terlihat grogi, Devika masih belum tahu mengenai hubungan El dan Felly.
"Fell Devika sudah menemukan tambatan hatinya, kamu kapan?" Tanya Kyra, Felly tertawa kecil tak tahukah Kyra jika sepupunya berada dalam perangkap cinta Felly.
"CK, kenapa gak kamu dulu saja si ra." Kekeh Felly.
"Nathia dulu deh Nathia." Goda Kyra.
"Gak deh yang muda dulu saja, yang tua mah belakangan." Canda Nathia, gadis itu terlihat tertawa kecil.
"Kak Felly." Pekik Ayaza, gadis cantik dan menggemaskan itu keceplosan dengan sikap nya.
Dari kejauhan El menatap tajam adiknya yang langsung bersikap biasa saja, untuk mengurangi rasa canggung Ayaza memanggil semua kakak-kakak yang berada disana.
"Kak Devika, kak Kyra, Kak Nathia." Panggil nya, Devika, Nathia yang awalnya bingung kini terlihat tersenyum.
Dalam hati Ayaza mengumpati dirinya, bisa-bisanya ia keceplosan saat keadaan sedang ramai seperti ini.
"Hai, anak manis kau kesini bersama siapa?" Tanya Felly.
"Aku kesini bersama dengan mommy." Jawab Ayaza, gadis itu duduk dekat Felly dan Nathia.
"Za sebentar lagi lulus kan ya." Ucap Devika.
"He'em, kakak dan kak El juga kan sebentar lagi lulus." Ucap Ayaza, Devika dan yang lain mengangguk. Hanya Felly saja yang diam dan hanya tersenyum.
"Kakak jangan sedih, nanti Aya akan menjadi teman kakak." Ucap gadis cantik itu, Felly tertawa kecil.
Tak lama Dena muncul mendekati Devika, sebenarnya Dena ingin memeluk Felly. Namun karena El berkata tak ingin ada yang tahu mengenai hubungan nya terlebih dahulu, maka Dena bersikap biasa saja.
"Sayang selamat, akhirnya pesta pertunangan kalian akan di publikasikan." Ucap Dena, Devika mengangguk.
"Hmmmmmm, terimakasih mom." Ucap Devika.
"Felly bagaimana keadaan mu nak?" Tanya Dena.
"Baik Tante." Jawab nya, Dena sungguh tak nyaman. Iya ingin Felly memanggil nya dengan sebutan mom, seperti yang lainnya.
"Mom and dad sehat kan?" Tanya Dena lagi.
"Huum, mom dan Daddy baik-baik saja." Jawab nya lagi.
"Bagaimana keadaan mom dan yang lainnya?" Ucap Felly, kini gadis itu memberanikan diri untuk bertanya.
"Seperti yang kau lihat, mom baik-baik saja. Lain kali main kerumah, Aya sangat merindukan mu." Ucap Dena ikut keceplosan, El menepuk dahinya sendiri.
Mommy dan adiknya memang selalu keceplosan mengenai hal yang baik,saat menyadari dengan apa yang di katakan nya Dena tersenyum kikuk.
"Yasudah berbincang lah, mom kesana dulu." Pamit Dena, ia takut jika nanti keceplosan lagi.
Setelah kepergian Dena Kenzo menghampiri para kaum betina, ia menatap Devika dengan intens.
"Kenapa cantik kan aku, nyesel kan kamu gak sama aku." Goda Devika, Kenzo mendengus lalu menatap Devika dengan sinis.
"Kenzo pelit woy, jangan mau sama dia mah nanti ga dapet apa-apa." Ledek Kyra, Devika tertawa.
"Aku gak pelit kok Ra, tanya aja sama calon istri aku nanti." Ucap Kenzo, membuat Ayaza tercengang.
Sementara Kyra tertawa, ia tahu siapa yang di maksud Kenzo.
"Ngarang ah." Goda Kyra.
"Ayolah ra, mengertilah aku gak pelit tanya saja sama calon ibu dari anak-anak aku nanti." Ucap Kenzo, mata lelaki itu melirik Ayaza yang sedang duduk dengan tenang.
"Kenzo nikah aja belum kamu udah ngomongin anak." Ucap Devika.
"Tenang si vik, nanti aku nikah kamu tekejod lagi." Kekeh Kenzo.
"Emang ada yang mau sama kamu, aku gak yakin si." Ucap Devika.
"Waaaah ni anak, calon istri aku sama kamu cantikan calon istri aku." Ucap Kenzo, Ayaza menunduk ia tak tahu harus bersikap seperti apa.
"Gaya ah, dapetin Ayaza aja gak bisa sok-sokan nyari yang lain." Ucap Devika, Ayaza mendongak kenapa jadi dirinya.
"Waaaah parah, Aya tenang ya kamu mah bakal langsung Kaka gandeng ke pelaminan." Ucap Kenzo, terlihat becanda tapi lelaki itu tengah serius.
"Gas lah bang, ayok lah jangan tunda-tunda lagi." Canda Ayaza.
"Eaaaaaakkkk, Abang nanti udah ada gandengan kan ya." Ucap Devika, mereka semua tertawa.
Entahlah sebenarnya Kenzo tak ingin memperlihatkan prasaan kepada Ayaza di hadapan banyak orang, tapi ia juga ingin orang tahu jika dirinya menginginkan Ayaza.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Aya sama Kenzo uuuwwwww 😂
A: Ngapa Lu Marni 😂
N: Bapeureu ah 😂
A: Saaaaa aeeee jamileh 🤣
N: 😂😂😂