Love Destiny

Love Destiny
JEBAKAN



Vreyan yang beberapa kali mendapatkan misi dari Casandra untuk mengambil obat mulai merasa curiga dengan tindak tanduk gadis itu.


Apalagi saat dia mengetahui jika orang yang menerima obat tersebut adalah orang kepercayaan Enrico, sepupu Arnold yang tidak memiliki hubungan yang baik dengan keluarga bosnya itu.


“ Untuk apa nona bekerja dengan bajingan itu ?...”, batin Vreyan penuh tanda tanya.


Meski begitu, Vreyan hanya bisa mengamati dari jauh, menunggu apa yang akan dilakukan gadis itu selanjutnya. Dan berusah menjaganya, seandainya hal tersebut membahayakan nyawa Casandra.


Vreyan yang sudah sangat lama ikut bersama dengan Arnold tentunya memiliki insting yang cukup kuat mengenai hal ganjil seperti itu.


Namun kemampuan tersebut tertutupi oleh rasa cintanya yang sangat dalam terhadap Casandra hingga kecurigaan awal yang dia rasakan akhirnya teralihkan waktu mengetahui tidak terjadi apapun setelan misi tersebut dia jalankan.


Sementara itu, untuk menjalankan rencananya, Enrico harus bekerja ekstra keras untuk bisa membujuk Crystal agar mau keluar bersamanya.


Crystal yang tidak ingin membuat Arnold cemburu sedikit banyak mulai menjaga jarak dengan Enrico. Apalagi dirinya juga tahu ternyata selama ini sepupu suaminya itu bekerja sama dengan Casandra.


Gadis yang pada kehidupan masa lampaunya selalu berusaha untuk menyakiti dirinya dan membuat Arnold menjauh serta membencinya.


Kali ini, dia tidak akan memberikan Casandra peluang sekecil apapun untuk kembali menyakitinya. Jika bisa, dia akan membalikkan keadaan dan membalas semua rasa sakit yang dia rasakan dahulu seribu kali lipat.


Melihat sang istri mulai menjaga jarak dengan sang sepupu membuat Arnold sedikit lega. Namun dia juga tidak bisa lengah, mengingat betapa liciknya Casandra dan Enrico.


“ Minggu ini rencana tersebut harus bisa kamu jalankan, bagaimanapun caranya. Ini adalah kesempatan emas yang kita punya saat ini…”, ucap Casandra mantap.


“ Tenang saja, kamu tinggal terima beres…”, ucap Enrico santai.


Sebenarnya saat ini Enrico cukup pusing karena beberapa kali ajakannya ditolak oleh istri sepupunya itu. Bahkan untuk bertemu dengannya saja sangat sulit mengingat jadwal gadis itu yang sangat padat, untuk menggurus perusahaan dan skripsi yang sedang dikerjakannya.


Tak ada cara lain diapun segera terpaksa meminta bantuan dari Stevanus. Meski pada awalnya Stevanus menolak permintaan Enrico karena takut dengan ancaman Arnold.


Namun dengan kegigihan Enrico dan jaminan yang diberikan kepadanya, bahwa Arnold tidak akan bisa mengutak – atik proyek yang sedang Stevanus kerjakan membuat dosen Crystal tersebut pun akhirnya menyetujui rencana yang diberikan Enrico kepadanya.


Pagi ini, semua anggota tim Stevanus sedang berkumpul di studio. Mereka semua berencana pergi berlibur dua hari satu malam disebuah vila yang telah Enrico siapkan untuk mereka setelah kerja keras yang mereka lakukan selama ini.


Tentu saja hal tersebut disambut baik oleh semua orang. Crystal yang sedikit mencurigai gelagat Enrico tersebut segera  menghubungi suaminya.


Arnold yang memang sedang menunggu pergerakan Casandra dan Enrico pun langsung mengerahkan anak buahnya untuk mempersiapkan diri disekitar vila yang akan dikunjungi oleh istri dan kawan- kawannya itu.


“ Kamu tenang saja, semua sudah aku atur. Yang penting, jangan sampai lengah…”, ucap Arnold mengingatkan sang istri agar selalu waspada.


Sebelum pergi, Crystal mendapatkan beberapa obat dari dokter Robert sebagai bekal jika nantinya terjadi sesuatu yang mendesak pada dirinya maka obat tersebut bisa dia gunakan.


Setelah semua anggota sudah lengkap, tim Stevanus pun segera meluncur kesebuah vila yang berada didaerah perkebunan teh yang ada dikota hujan.


Kebetulan salah satu proyek mereka juga ada disana, jadi nantinya pada saat pulang mereka akan menyempatkan diri untuk meninjau proyek yang ada dikota tersebut. Intinya, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.


Mereka berenam menikmati semua keindahan dan fasilitas yang disiapkan oleh Enrico untuk mereka. Semua berjalan dengan aman terkendali, tidak ada sesuatu apapun yang mencurigakan.


Bahkan seharian ini, Enrico juga sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya membuat Crystal mulai bertanya – tanya dan semakin waspada.


“ Kurasa ini terlalu tenang…dan hal ini akan semakin berbahaya…”, Crystal mengirim pesan tersebut kepada suaminya.


“ Tunggu hingga malam…jangan sampai lengah…”, bunyi pesan Arnold kembali memberi peringatan kepada sang istri.


Arnold yang mendapatkan laporan dari anak buahnya yang berada langsung dibawah Casandra mengetahui jika Enrico akan bergerak malam ini.


Tentu saja hal tersebut disambut antusias oleh semua orang. Apalagi saat laki – laki tersebut mengeluarkan sekotak daging segar untuk mereka panggang, membuat pesta malam  ini semakin meriah.


Saat sedang asyik menikmati hidangan yang ada, tanpa semua orang sadari Enrico mengambil satu gelas minuman dan langsung memasukkan obat yang telah dibawanya.


Agar tidak dicurigai, Enrico menyuruh Erani memberikan minuman tersebut kepada Crystal yang terlihat sedikit kepedasan setelah menyantap daging panggang yang di cocol kedalam saos cabai yang ada dihadapannya.


“ Terimakasih…”, ucap Crystal yang langsung meneguk habis orange jus yang baru saja diberikan Erani kepadanya.


Enrico tersenyum penuh kemenangan waktu melihat minuman tersebut telah tandas ditangan Crystal. Diapun segera mengistruksikan anak buah Casandra agar segera menyiapkan semuanya.


Ditengah – tengah acara, Crystal yang merasa kepalanya sangat pusing, dibantu oleh Erani untuk masuk kedalam kamar.


“ Kamu beneran nggak apa – apa nich aku tinggal ?...”, tanya Erani untuk kesekian kalinya dengan wajah cemas.


“ Iya, aku beneran nggak apa – apa. Habis minum obat juga pasti baikan…”, ucap Crystal sambil memejamkan kedua matanya.


Erani yang melihat temannya tersebut sudah menutup mata akhirnya perlahan berjalan keluar dari kamar dan melanjutkan pesta yang ada dihalaman depan vila bersama yang lain.


Melihat Erani sudah keluar dari dalam kamar, perlahan Enricopun segera masuk untuk menjalankan aksinya.


“ Ada apa dengan mataku ?...”, ucap Enrico sambil beberapa kali menggosok kedua matanya dengan telapak tangannya karena merasa pandangannya sedikit buram.


Diapun segera mengunci pintu kamar agar tidak ada seorang pun yang masuk dan menganggu aksinya sambil sesekali masih menggosok kedua matanya karena pandangannya masih sedikit kabur.


Melihat gadis yang sangat diinginkannya itu sudah terbaring diatas ranjang, Enricopun segera beraksi. Efek obat yang mulai bekerja dalam tubuh keduanya membuat suasana kamar menjadi panas.


Enrico tertidur dengan senyum puas diwajahnya setelah melalui malam panas dengan gadis yang selama ini selalu ada dalam angannya.


Sementara itu, semua orang yang sedang berpesta di luar sama sekali tak mengetahui semua hal yang telah terjadi didalam. Semua masih terlihat asyik berpesta, bahkan ada beberapa yang terlihat sangat mabuk dan tergelatak di halaman.


Para pekerja yang bertugas untuk melayani mereka, segera membopong tubuh masing – masih orang untuk dibawa kedalam kamar yang berjumlah empat buah tersebut, kecuali kamar yang saat ini Crystal dan Enrico tempati.


Pagi harinya, begitu terbangun Enrico merasa sedikit kecewa pada saat mendapati bagian ranjang disebelahnya dalam keadaan kosong.


“ Kapan dia pergi ?...ah, sudahlah….yang penting aku sudah bahagia telah melewati malam panas dengannya…”, batin Enrico tersenyum puas.


Selama membersihkan diri didalam kamar mandi, Enrico terus mengingat pergulatan panasnya semalam. Dia merasa sangat bahagia akhirnya gadis yang sangat diidamkannya bisa didapatkannya, meski melalui cara yang licik seperti itu.


“ Cepat atau lambat aku akan segera mengambilnya dari sisi Arnold…”, guman Enrico menyeringai licik.


Bukan hanya Enrico saja yang sangat bahagia pagi ini. Casandra pun juga merasakan hal yang sama, dia bangun tidur dengan senyum merekah diwajahnya.


Dia sama sekali tak menyangka jika obat yang dimasukkan ke dalam minuman Arnold semalam ternyata mampu membuat sahabat masa kecilnya itu akhirnya bisa dia miliki seutuhnya.


Casandra sudah sangat yakin, Arnold yang sangat possesif terhadap sang istri pasti akan mengikuti Crystal dari kejauhan.


Dan hal inilah yang digunakan oleh Casandra untuk menjebak Arnold dengan berpura – pura dia ingin melakukan healing dengan datang ke kota hujan demi proses penyembuhannya.


Agar aksinya semakin meyakinkan, diapun mengajak Vreyan dalam perjalanannya kali ini. Casandra yang sudah sangat matang menyiapkan semuanya tersenyum cukup puas karena usahanya kali ini berhasil dengan lancar.


“ Tunggu saja, cepat atau lambat…aku pasti akan mendapatkanmu…”, guman Casandra dengan senyum penuh kemenangan.