
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Dena turun ke dapur, kali ini ia melihat Oma dan nyonya Ellen yang sedang berkutat di dapur.
"Mom, Oma apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Dena.
"Konser de." Jawab Oma.
"Terserah Oma saja, karena Oma selalu seperti itu." Ucap Dena, nyonya Ellen tertawa kecil.
"Mommy sudah bangun?" Tanya Ayaza yang baru saja tiba.
"Hmmmmm, kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Oma kepada Ayaza.
"Karena kemarin mommy tidak turun untuk sarapan." Jawab Ayaza polos.
"Kenapa apa kau sakit?" Tanya nyonya Ellen khawatir.
"Tidak aku tidak sakit mom." Jawab Dena.
"Bukan sakit itu Ellen, mungkin Dena kurang tidur karena kerja lembur bersama Keanu." Ceplos Oma, membuat Ayaza menoleh.
"Apa Daddy menyuruh mommy kerja?" Tanya Ayaza polos.
"Tidak, jangan dengarkan eyang mu sayang." Ucap Dena.
"Ibu berhenti menggoda Dena." Ucap nyonya Ellen.
"Gak ada niat buat nambah anak de." Tanya Oma, kali ini ayaza melotot.
"Tidak eyang." Jawab Ayaza.
"Kenapa kamu yang menjawab, Oma kan bertanya kepada mommy mu." Ucap Oma.
"Tentu, mommy tidak akan kasi adik kalau Ayaza tidak mengijinkan." Ucap Ayaza bangga.
"Kau tidak tahu saja dulu juga Rafael seperti dirimu, eh taunya Daddy kamu kelepasan kan hadirlah kamu yang berasa dari cebong hingga menjadi seorang Revalia Ayaza Richard." Ucap Oma.
"CK, cebong gak tuh." Kekeh Dena.
"Mommy awas aja kalau Daddy ternak cebong lagi." Sengit Ayaza.
"Tidak sayang, tapi kalau Daddy kamu kelepasan maka terima nasib ya nak ya." Goda Oma.
Saat mereka meledek Ayaza Keanu dan Rafael tiba, tidak hanya itu tuan Richard juga ikut turun untuk sarapan.
"Wajah kamu kenapa za?" Tanya Kean, lelaki itu meminum teh yang dibuat Dena.
"Eyang menyebalkan." Kesal Ayaza.
"Ada apa?" Tanya El, Keanu menatap El dan Ayaza.
"Eyang bilang kalau Daddy kelepasan lepasin cebong nanti Ayaza punya adik lagi." Adu nya, sontak saja membuat Keanu terbatuk.
"Oma jangan menodai kepolosan Ayaza Oma." Ucap Keanu.
"Daddy gak ternak cebong kan dad, kalau iya kan gak lucu masa adik Ayaza cebong." Ujar nya, tuan Richard tertawa kecil melihat kepolosan Ayaza.
(CK, kenapa bisa Kenzo suka sama ayaza yang masih polos. Sementara ada Kyra dan Nathia yang lebih dewasa, aku jadi takut untuk melepaskan Ayaza.) Batin El.
"Kalau mau ternak itu ternak sapi dad yang menguntungkan, jangan ternak cebong namanya saja Ayaza baru dengar." Ujar nya.
Kini tuan Richard meminta semua orang untuk makan, karena tidak ingin ayaza sang cucuk membahas cebong terus.
Setelah selesai sarapan semua orang pergi untuk kesibukan nya masing-masing, hanya ada Dena dan Oma juga nyonya Ellen di rumah.
"De." Panggil Oma.
"Iya Oma." Sahut Dena.
"Oma bosan ah, mau ke taman belakang dulu ya." Ucap Oma, Dena mengangguk dan tersenyum.
Kini Dena duduk bersama dengan nyonya Ellen, den bercerita bagaimana repot nya ia menghadapi kedua anak nya.
Apalagi Ayaza yang selalu mengingatkan Dena agar tidak hamil lagi, Dena dan nyonya Ellen sadar jika ayaza tidak ingin kasi sayang Oma dan kedua orangtuanya terbagi.
Nyonya Ellen tersenyum tentu saja Nyonya Ellen selalu mendukung keputusan Dena, apalagi selama ini nyonya Ellen mendengar jika Dena selalu memberikan kenyamanan untuk kedua cucuk nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Seadanya dulu othor lagi gak mood banyak kerjaan, tapi gue kemarin baca komen ada yg nanya Thor kalo halu sambil bayangin gak?
N: Gimana tuh bayangin gak?
A: Pengen bayangin si tapi gaboleh Uun, nanti bahaya gue belum nikah woy 😭
N: Lah iya juga jangan dah Thor bahaya 😂
A: Mangkanya seinget nya aja jangan dibayangin 😂
N: Bisa-bisanya 😂
A: 😂😂😂*