
Satu Minggu berlalu kini keluarga Dena, Karen, dan Niken pun sudah selesai dengan masa liburan nya.
Setelah pergi liburan bersama Felly dan Rafael terlihat lebih dekat, namun jika hanya berdua saja dan jika di hadapan Dena, Keanu juga Ayaza.
Berbicara tentang Ayaza gadis itu kini sudah mulai aktif lagi dengan sekolah nya, sepulang dari sekolah Ayaza berdiri di depan gerbang hingga ada mobil yang terhenti di depan nya.
Ayaza mengernyit ia tak mengenal mobil itu, tapi jika di lihat-lihat sepertinya memang Ayaza baru melihat mobil itu.
"Biasa aja kali za gak usah bengong gitu." Ucap seseorang, membuat Ayaza tertawa lepas.
"Aku kira kakak culik loh tadi." Ucap Ayaza, belum apa-apa Kenzo sudah di nistakan.
"Ngarang mana ada culik ganteng Ayaza." Ucap Kenzo.
"Ya kan kali aja gitu culik nya kaya oppa-oppa biar Aya betah di culik." Kekeh gadis itu.
"Ayaza dikasi makan apaan si sama mommy nya, kok pinter banget bikin orang mati kutu." Ucap Kenzo Ayaza tersenyum tipis.
"Mati kutu apa grogi hayooo." Goda nya, Kenzo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ayaza mending pulang yuk nak yuk pulang, kakak antar kamu pulang." Ucap Kenzo, lagi-lagi Ayaza tertawa dan menatap Kenzo.
"Pulang lah bang yakali enggak." Ujar nya, Kenzo tersenyum dan mengelus kepala Ayaza.
Satu Minggu tidak melihat tingkah Ayaza membuat Kenzo galau, sepertinya ia sudah merasa jika Ayaza selalu mengisi hari-harinya.
Sementara itu di tempat lain seorang gadis baru pulang dari kampus, Kyra berjalan memasuki rumah nya.
Ia melihat sang mami yang sedang menonton televisi, Kyra duduk disamping Karen dan memeluk Karen.
Tindakan Kyra sedikit membuat Karen heran dan bingung, ada apa dengan putrinya itu kenapa tumben sekali Kyra terlihat lemas.
"Loh anak mami kenapa kok lemes banget sayang?" Tanya Karen, mengelus kepala putrinya.
"Aku lelah mi, ingin sekali makan orang rasanya." Ucap Kyra, Karen tertawa ia merasa lucu dengan tingkah Kyra.
"Heh, mana ada makan orang." Kekeh Karen.
"Oma kapan kesini ya mi, aku kangen sama Oma." Ucap Kyra, Oma yang dimaksud adalah nyonya Desi mami dari sang papi.
"Oma sedang sibuk sayang, kamu tahu sendiri kan bagaimana opa mu." Ucap Karen, mencoba memberikan pengertian kepada putrinya.
"Hmmmmm, benar juga opa selalu sibuk dengan pekerjaan nya." Ucap Kyra, Kai yang saat itu baru pulang pun ikut duduk di samping anak dan istrinya.
"Anak papi kenapa nih kok galau gini si." Goda Kai.
"Mana ada galau, gak ada sejarah nya aku galau." Ucap Kyra tertawa.
"CK, bisa saja kamu." Balas Kai.
"Mi mami kok mau si nikah sama papi." Ceplos Kyra, membuat Kai melotot bisa-bisanya Kyra bertanya seperti itu.
"Jelas mau lah, dari sekian banyak laki-laki yang deketin mami kamu cuma papi yang paling ganteng." Ucap Kai bangga, Karen mencibir bisa-bisanya Kai begitu percaya diri.
"Papi nya Kyra doang yang percaya diri nya gak berubah." Cibir Karen.
"Padahal Daddy Keanu sama uncle Nathan juga ganteng ya gak si mi." Ucap Kyra, Kai tertawa kecil.
"Haha, gak kok papi Kyra paling ganteng menurut kyra dan mami tenang saja ya." Ucap gadis cantik itu, kai tersenyum ia tahu putrinya tak pernah mau mengecewakan Kai.
Di tempat lain Kenzo sudah sampai di kediaman Dena, ia melihat Dena yang berdiri di teras rumah.
Ada rasa gugup dalam diri Kenzo saat melihat wajah Dena yang menatap lurus mobilnya, Ayaza tertawa kecil melihat kegugupan Kenzo.
"Hadapi bang pawang nya, jangan cuma godain anak nya saja." Ucap Ayaza, Kenzo mendengus bisa-bisanya Ayaza menggoda di saat seperti ini.
"Ini keadaan nya lagi urgent za, jangan goda-goda kakak culik juga kamu." Ucap Kenzo.
"Mau di culik kemana tuh?" Tanya Ayaza.
"Ke pelaminan, yaampun Ayaza jangan bikin kakak makin grogi." Pekik Kenzo, keduanya tertawa lelaki itu keluar dari mobil dan membuka kan pintu untuk Ayaza.
Dena tersenyum manis saat melihat putri bungsu nya berlari dan memeluk sang mommy, Kenzo juga ikut menghampiri Dena.
"Mommy." Pekik Ayaza.
"Kau sudah pulang, kenapa tidak mengatakan jika akan pulang bersama dengan Kenzo hmmmmm." Ucap Dena, mencubit hidung Ayaza.
"Hmmmmm, maafkan Aya mom. Kak Kenzo tidak bilang juga kalau dia akan menjemput Aya." Ucap gadis itu, Dena tersenyum.
"Makasih ya Kenzo sudah mengantarkan Ayaza dengan selamat." Ucap Dena, jiwa cool Kenzo sedang dalam mode on saat ini.
"Iya aunty sama-sama, kalau begitu Kenzo pamit pulang." Ujar nya, Dena tersenyum lalu menepuk pundak Kenzo.
"Hati-hati, salam untuk mami ya." Ucap Dena, Kenzo mengangguk ia pasti akan menyampaikan salam itu untuk mami nya.
Kini Dena dan Ayaza sedang menatap kepergian mobil Kenzo, dan mereka masuk kedalam rumah saat mobil milik Kenzo tak lagi terlihat.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Kok ngakak liat Aya sama Kenzo π*
A: Jangan ketawa Uun π
N: Mon maap Thorπ