
Siang hari ini Kean sedang berada di kantor nya, begitupun dengan para sahabat nya yang masih sibuk bergulat dengan pekerjaan.
Nathan mengirimkan pesan agar Kean meminta Dena untuk tidak ke kantor nya, setelah satu Minggu kemarin istrinya itu rutin mengunjungi Keanu.
Tepat pukul 11 siang Kean menelpon istri tercinta nya agar tidak ke kantor, begitupun dengan yang lainnya.
Sementara itu di rumah Dena menjadi penasaran apa yang membuat Keanu melarang nya ke kantor, Dena menghubungi para emak-emak solimi di grup.
***Solimi group π€€
Dena**: Guys kumpul!
Tata: Wet?
Chika: Uyy?
Karen: Ada apa?
Niken: Kenapa kak?
Dena: Kalian nganter makan siang ke suami kalian gak?
Tata: Lah kaga, tadi Tio telpon gak usah ke rumah sakit katanya.
Chika: Sama Devin juga bilang begitu, mana tadi gue udah rapi banget mau jalan ye kan.
Karen: Kalau aku memang gak mau kesana, soalnya tadi Kyra lagi ngeyel ngajak gelud Mulu.
Niken: Nathan bilang dia mau makan di luar saja, dan aku gak usah ke kantor katanya.
Dena: Ini kenapa pada kompak banget dahπ€
Karen: Lah emang kamu gak ke kantor?
Dena: Kalo aku ke kantor ngapain aku ngumpulin emak-emak gaada ahlak kaya kalian π
Tata: Dah lah karena kita gaada kegiatan apapun di rumah, mending kita juga cabut aja. π
Chika: Bener banget, mana gue udah cantik kan sayang kalo gak keluar rumah π€£
Karen: Gas lah, mumpung anak gue lagi anteng sama Rafael π
Niken: Tunggu, aku siap-siap dulu. π
Dena: Kita ke cafe ganteng aja kali yak π
Chika: Cakep, lagian kita kesana cuma makan doang. Devin juga gak akan marah lahπ€£*
Akhirnya merekapun membubarkan diri di grup, Dena dan yang lainnya memutuskan untuk pergi ke cafe barista itu lagi.
Skip perjalanan!!!
Kini Dena dan para sahabatnya sudah tiba di cafe, seperti biasa mereka akan duduk di kursi yang biasa mereka tempati.
"Selamat datang mbak-mbak cantik." Sapa barista itu.
"Hmmmmm, ini ngapa cafe Lo isinya jadi cewek semua. Mau bikin asrama putri Lo." Ceplos Chika, yang kini sudah duduk di kursinya.
"Haha, gak lah gila kali gue bikin asrama." Kekeh nya.
"Lah terus ini para penghuni isi nya cewek semua, apa karena pekerja disini cowok semua gitu." Ucap Tata.
"Ya mana gue tau mbak, emang gue yang trawang ini cafe bakal dapet pelanggan cewek apa cowok." Ujar nya, membuat Karen dan Dena tertawa.
"Mungkin mereka pada pergi ke cafe yang di bundaran sana mbak, gue denger si pelayan disana cantik-cantik." Ujar nya, kelima emak-emak itu belum sadar dan hanya mengangguk saja.
"Bikinin kita jus." Ucap Karen, barista itu pun mengangguk.
"Lagian tumben mbak Lo kesini lagi, gak ke kantor suami Lo." Ujar nya membuat Dena menoleh.
"Kaga katanya mereka mau makan di luar, gue kira mereka kesini." Ucap Dena, barista itupun tertawa kecil membuat para emak-emak ikut tertawa.
"Suami Lo pada udah lama gak kesini mbak, lagian ngapain mereka kesini kalau mau ngajak gelud doang sama gue." Ucap si barista.
"Ya mana gue tau, karena kan dulu Lo pernah bilang kalau mereka suka kesini." Ucap Dena lagi.
"Mungkin mereka pindah cafe mbak, ke cafe bundaran." Canda nya membuat para emak-emak saling menatap.
"Heh, emang bener disana cewek nya cantik-cantik." Tanya Dena.
"Cantik lah mbak, tapi lebih cantik elo si." Jawab nya.
"Lo jangan ngada-ngada gue gebok juga Lo, gue nanya serius disana beneran cantik-cantik." Ucap Dena lagi.
"Mbak yang namanya cewek ya pasti cantik, mana ada cewek ganteng. Ngaco Lo mbak." Kekeh nya, Dena pun menggeram kesal kepada barista itu.
"De gimana kalau kita cek aja kesala, gue was-was de takut si Tio ada disana." Ujar tata.
"Oke, kita kesana tapi jangan sampai ketauan." Ucap Dena.
"Kita nyamar gitu maksudnya." Ucap Karen.
"Ya iyalah, yakali kakak mau masuk sana ngelenggang aja gitu." Ujar Dena, Karen pun terkikik geli.
Akhirnya para emak-emak memutuskan untuk menjadi detektif sementara, mereka akan mengintai para suami kadal nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Kemana Lo kemarin π
A: Mon maap gue gak up, ada urusan wooy π
N: Oke ganti yg kemarin sekarang!
A: Galak bener π
N: Bodomamat π*