Love Destiny

Love Destiny
Epson 191



Tepat pukul 2:30 dini hari Dena terbangun, ia menatap ruangan yang serba putih. Dena mengedarkan pandangannya dan melihat Kean yang terlelap di sofa.


Air matanya menetes begitu saja, Dena bungkam dan fikiran nya berkelana mungkinkah Keanu marah dan merasa j*j*k kepasanya.


"Kamu sudah bangun de." Tanya Kean membuat Dena tersentak, karena Kean memanggil namanya.


"Emmmhhh." Jawab Dena memalingkan wajahnya.


Sebenarnya Keanu tidak marah kepada Dena karena kejadian itu, tapi ia merasa sakit hati dan khawatir saat melihat sisi lemah Dena kemarin.


Dan Kean saat ini pura-pura dingin agar Dena tidak mengulangi kesalahannya yang mencoba menyakiti dirinya sendiri, Kean benci itu tapi Kean tidak bisa membenci istrinya dan tidak bisa marah atau berbicara dengan nada tinggi kepada Dena.


"Ada yang ingin kamu makan?" Tanya Kean, ia ingin membuat Dena emosi dan mengeluarkan unek-unek atau beban yang ada di hatinya.


"Tidak ada." Balas Dena datar.


"Tapi kata kak Karen kamu belum makan dari kemarin." Ucap Kean ia mencoba untuk melihat wajah cantik istrinya, namun Dena berusaha keras untuk memalingkan wajahnya.


"Aku tidak lapar." Jawab Dena, ia kembali memejamkan matanya.


"Baiklah kalau begitu, karena kamu sudah sadar jadi aku bisa keluar sebentar." Ucap Keanu, tidak mendapatkan jawaban apapun dari Dena.


"Apa kamu tidak mau melarangku pergi." Ucap Kean lagi.


"Tidak, pergilah." Ucap Dena dengan suara dan tertahan karena menahan tangis.


Keanu menghela nafasnya, ia bingung harus bagaimana. Tapi biarkan saja dulu Kean ingin Dena berbicara dan berteriak.


"Baik." Ucap Keanu.


Dena menarik selimut hingga menutupi kepala nya, Kean melirik Dena ia tahu istrinya sedang menangis dalam diam.


Keanu keluar dari kamar rawat Dena dan menghubungi seseorang, Keanu tidak akan membiarkan orang itu membuat istrinya bersedih seperti sekarang.


****Panggilan telepon**!!*


???: Hallo.


Keanu: Cari tahu dimana lelaki itu tinggal.


???: Saya sudah mendapatkan informasi nya tuan.


Keanu: Katakan!


???: Karena dulu ia sempat mengalami kehanc*ran dalam perusahaan nya, kali ini ia berhasil bangkit dan menjalin kerjasama dengan nona Bella.


Keanu: Lalu.


???: Nona Bella juga yang memberi tahu keberadaan nona muda tuan, dan nona Bella mengirimkan pesan beserta video kepada ponsel milik nona muda.


Keanu: Awasi mereka jangan sampai lengah, aku akan memberikan mereka wantu selama satu bulan untuk bersenang-senang. setelah itu lakukan apa yang harus kau lakukan.


???: Tanpa sisa bukan.


Keanu: Ya.


???: Baik tuan muda*.


Keanu mengakhiri panggilan telepon nya, ia tersenyum smirk saat tahu Bella berada di pihak David.


"Bukan kah kau terlalu merasa tinggi Bella sampai berani mengusik keluarga kecil ku, cih bahkan jika kau tidak menggunakan lelaki itu Dena saja bisa menanganimu sendiri." Sinis Keanu.


Lelaki itu kembali ke kamarnya, ia melihat Dena yang masih menangis. Kamar Dena adalah kamar rawat pribadi keluarga Richard.


"Apa kau tidak lelah menangis Dena." Ucap Keanu.


"Setelah kau membuat ku kecewa apa kau tidak berfikir untuk meminta maaf." Ucap Keanu lagi.


"Ma_maaf." Lirih nya, Kean mendekati Dena dan memegang bahu Dena.


"Kita kembali ke rumah besok, keadaan kamu sudah membaik bukan." Ujar nya, Dena mengangguk pelan.


...


"Ayok." Ucap Keanu, Dena pun mendongak dan mengangguk.


Kean mengulurkan tangannya agar Dena menggenggam tangan Keanu, namun wanita itu berjalan begitu saja tanpa menerima uluran tangan Keanu.


Skip perjalanan!!!


Seriba nya di rumah Dena langsung masuk kedalam rumah, ia memeluk Rafael yang sedang bermain lalu menciumi wajah putranya.


"De, kamu istirahat saja biar El kakak dan Niken yang jaga." Ucap Karen, karena tidak tega melihat wajah pucat Dena.


"Hmmmmm." Balas Dena, ia berjalan ke kamarnya.


Dena duduk di atas tempat tidur dengan memeluk guling, Keanu masuk kedalam kamar dan mengunci pintu kamar.


"Mana yang dia sentuh." Ucap Kean membuat Dena tersentak.


"Ma_maksud kamu?" Tanya Dena.


"Bagian mana yang baj*ngan itu sentuh." Ucap Keanu datar, Dena menatap Keanu dengan tajam.


Ia tidak menjawab dan masih bisa memendam rasa kesal dan marah nya, Kean menarik guling yang di peluk oleh Dena.


"Kamu apa-apaan sii." Pekik Dena kaget.


"Kamu yang apa-apaan Dena, kamu diam sejak kemarin. Kamu gak bicara kamu anggap aku apa? Bukan kah aku suami kamu, apa kamu tidak mau mengadu dan berlindung kepada suamimu." Ucap Kean membuat mata Dena berkaca-kaca.


"Aku_aku." Lirih nya.


"Kamu suka di sentuh sama dia?" Sinis Kean, sontak membuat Dena tercengang.


Dena menatap Keanu dengan tajam, Dena sedang meyakinkan diri nya bisakah dia menghilangkan sentuhan David dengan cara ia menerkam suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Kaga jadi sedih dah gue, ini ujung nya jadi enak soalnya 😂


A: Heh sueee😭


N: Kapan lagi Dena mikir mesum kan 🤣


A: Yaampun solimi banget kamu 🤪


N: 🤣🤣🤣*