
Saat tiba di kamar Dena melihat El yang hampir terlelap dalam pelukan Keanu, Dena terdiam menunggu putranya benar-benar tidur.
Setelah memastikan El tertidur Kean merebahkan tubuh mungil putranya di atas tempat tidur, Kean duduk dan menatap Dena dengan senyum yang membuat bulu kuduk Dena berdiri.
"Ada apa, kok liatin nya begitu." Tanya Dena.
"kamu kenapa?" Ucap Kean balik bertanya.
"Ma_maksud kamu?" Tanya Dena lagi.
"Nakal sudah berani berbohong hmmmm." Ucap Kean menarik Dena hingga membuat Dena duduk di pangkuan nya, dan Kean mencubit hidung Dena hingga merah.
"Aaaakkhhh, bohong apa aku tidak berbohong." Sengit Dena.
"Pelankan suaramu nona muda, kau tidak melihat putramu tidur kelelahan karena menangis." Ucap Kean memeluk Dena.
"Hmmmmm, lalu apa yang kamu maksud aku berbohong?" Tanya Dena.
"Aku tahu El tidak jatuh." Ucap Keanu, Dena pun terdiam seakan tubuh nya tiba-tiba menjadi kaku.
"Ja_jatuh kok El tadi jatuh." Ucap Dena mulai gugup.
"Benarkah, kalau El terjatuh itu artinya kamu tidak menjaga putramu dengan baik begitu." Ucap Kean tenang, Kean tidak pernah marah dengan membentak atau berteriak kepada Dena.
Jika Dena salah Kean akan menegurnya dengan cara nya sendiri, bukan tidak bisa keras. Kean bisa tegas tanpa berlaku kasar dan tanpa menyakiti hati istrinya.
Ia melakukan itu karena takut membuat Dena sakit hati, Kean tidak ingin menjadi lelaki yang membuat wanita nya bersedih dan tertekan.
Jika ada yang mengatakan Keanu tidak bisa tegas itu bohong, dan Dena pasti akan protes. Ketegasan yang di lakukan Keanu bukan sebuah kekerasan.
Buktinya sekarang Kean sedang berlaku tegas dengan menegurnya secara lembut, karena hal itu akan lebih membantu dalam menyelesaikan masalah. Bukan malah memperkeruh keadaan.
"Tentu saja aku menjaga El dengan baik." Protes nya, Keanu tersenyum tipis.
"Jika kamu menjaga El dengan baik, lalu kenapa El bisa terjatuh dan nyungsep seperti apa yang kamu katakan tadi." Ucap Kean, membuat Dena terdiam.
Tepat sasaran, dengan seperti ini Kean sudah tahu jika Dena sedang berbohong. Kean mengelus kepala Dena lembut, membuat hati Dena tersentuh.
"Aku_" Lirih nya.
"Aku tidak menyalahkan kamu, selama ini kamu sudah menjadi mommy dan istri yang baik untuk El juga untuk aku. Aku juga yakin jika kamu tidak akan membiarkan anak kamu terluka." Ucap Kean, Dena menatap wajah Kean dan melingkarkan tangannya di leher Keanu.
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk berbohong." Lirih Dena, ia menenggelamkan wajahnya di leher Keanu.
"Tidak masalah, lain kali jangan seperti itu." Ucap Kean.
"Kamu tidak marah?" Tanya Dena.
"Konyol jika aku tidak marah melihat putraku menangis tersedu-sedu, tapi aku juga tidak bisa marah karena saat kejadian El sedang dijaga oleh mommy nya." Jawab Kean.
Dena tersenyum dan mengecupi wajah tampan suaminya, Kean terkekeh pelan.
"Mommy mulai meresahkan ya." Ucap Kean tertawa.
"Aku kangen kamu, aku kangen Daddy nya El, aku kangen suapi aku." Ucap Dena memeluk Keanu erat.
"Ini kamu mau ngajak berdiskusi apa silaturahmi." Ucap Kean, Dena menggeleng pelan.
"Diem gak tau istrinya lagi kangen." Rengek Dena.
"Dih ciri-ciri kesempatan ya sist." Kekeh Keanu.
"Mumpung anak lagi tidur pak, jadi gak usah protes." Kekeh Dena.
"Kok gemesin." Ucap Keanu.
"Kok aku makin cinta." Goda Dena.
"Nakal banget sama suaminya dih." Ucap Kean.
"Masalah buat anda." Ucap Dena.
Keanu menarik tengkuk leher Dena dan Mel*mat b*b*r mungil istrinya, Kean sangat merindukan Dena.
Karena bagi Keanu Dena sudah seperti candu untuknya, bahkan Kean merasa tidak bisa jika berjauhan terlalu lama dengan istri nya.
"Euuunnngghhhh." Lenguh Dena membuat Keanu semakin gemas.
"I love you " Ucap Kean mengecup kening Dena.
"Kenapa, mau lanjut." Goda Keanu.
"Gak bertanggung jawab banget." Ucap Dena mencebikan bibirnya.
"Dih, lanjut nanti malam saja jangan sekarang. Takut tiba-tiba El bangun." Ucap Keanu mengusap bibir Dena.
"Hmmmmm." Balas Dena meletakkan kepalanya di dada bidang Keanu.
Dena selalu merasa nyaman dengan menghirup aroma tubuh suaminya, ia selalu senang jika berada dalam pelukan Keanu.
Setelah melepaskan rindu nya Dena dan Keanu turun ke lantai satu dengan bergandengan tangan, mereka meninggalkan Rafael yang sedang tertidur pulas.
"El mana?" Tanya Dea.
"Tidur." Jawab Dena, ia meminta Keanu untuk duduk di sofa dan dirinya membuat teh untuk Kean.
"De." Panggil Anna, karena saat ini Dena dan ana berada di dapur.
"Iya." Sahut Dena menoleh.
"Maaf ya, aku dengar tadi Daniel mukul El." Ucap Anna.
"Iya mbak gak apa-apa kok, namanya juga anak kecil." Balas Dena tersenyum.
"Terus sekarang El nya dimana?" Tanya Anna lagi.
"El nya di tidurin sama Kean tadi, sekarang ada di kamar." Jawab Dena, Anna terdiam mendengar perkataan Dena.
"Kean sayang banget ya sama El." Ucap Anna.
"Sayang, kan sama anak nya." Balas Dena lagi.
"Hmmmmm, sampai bisa nidurin El." Ucap Anna lagi.
"Itu karena gak ada jarak di antara aku Keanu dan El, jadi El bisa tidur meskipun gak aku yang nidurin mbak. Tapi itu juga tergantung pada lelaki nya, dia mau atau tidak mendekat kan diri dengan anak nya." Ucap Dena.
"Hmmmmm, kamu benar." Ucap Anna, Dena hanya tersenyum lembut.
"Aku duluan mbak." Ucap Dena, ia berjalan menuju ruang tengah dimana suaminya berada disana.
Dena dan Kean memutuskan untuk bersantai dengan keluarga nya, ia ingin menikmati masa-masa seperti ini bersama suaminya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Pengen ada di posisi Dena π boleh tukaran gak siπ
A: Sebelum Lo yang tuker, gue duluan yang tukerπ€£
N: Kurang asem Loπ
A: Oiya buat yang nanya kenapa Mae ada di rumah Mei Mulu, aku Jawab karena Mae lagi main di rumah Mei. Mae kan udah anggap Dena kaya adik nya sendiri, jadi dia ngerasa kangen sama Dena dan El. Sementara Mei dia kan lagi sama Dea ceritanya, dan mereka bisa pergi nemuin Dena di negara Kean kapan saja. π
N: Akhirnya kebingungan gue terjawab π
A: Udah gue jawab tuh π
N: Ngokhey π*