Love Destiny

Love Destiny
Epson 317



Setelah pulang dari rumah sakit tadi Dena terus menemani Rafael, di kamar lelaki itu. Dena tahu keadaan putranya sedang tidak baik-baik saja.


"Kak kamu harus kuat, bukankah Felly ingin memiliki pasangan yang kuat seperti Daddy nya." Ucap Dena.


"Mom dia sedang apa, kenapa dia malah mengorbankan dirinya demi orang lain." Ucap Rafael, tatapan lelaki itu terlihat kosong.


"Felly pasti baik-baik saja percayalah, jauh dari orang tuanya bertahun-tahun saja Felly tidak apa-apa kan." Ucap Dena mencoba menenangkan Rafael, padahal dalam hatinya juga Dena merasa khawatir kepada Felly.


"Aku ingin sendiri mom." Ucap El, Dena tersenyum tipis.


"Baiklah mommy keluar dulu sayang, ingat Felly akan baik-baik saja." Ucap Dena mengecup kening Rafael.


Dengan ragu wanita itu berjalan keluar meninggalkan putranya, Dena menutup pintu kamar pelan-pelan.


"Bagaimana keadaan Rafael?" Tanya Kean, yang juga khawatir dengan keadaan putranya.


"Hmmmmm, dia tidak banyak bicara." Jawab Dena, kini Dena, El dan Ayaza duduk di sofa depan kamar Rafael.


"Mom Aya tidak menyangka jika kak Felly begitu peduli terhadap sahabat nya." Ucap gadis cantik itu.


"Aya tahu, mom lebih tidak menyangka jika Felly lebih memilih mengorbankan nyawanya." Ucap Dena, mereka sama sekali tidak mengerti tentang pemikiran Felly.


"Kita berdoa saja semoga Felly selamat dan baik-baik saja, dia gadis yang baik tuhan pasti akan melindungi Felly." Ucap Keanu, Dena dan Ayaza menyetujui ucapan Kean.


Di dalam kamar nya Rafael sadar akan kotak yang diberikan oleh Felly saat di kampus, dengan menguatkan hatinya Rafael memutuskan untuk membuka kotak itu.


Ia mengernyit melihat jam tangan dan secarcik kertas yang ada di dalam nya, El tersenyum melihat jam itu namun hatinya terasa sakit saat melihat sebuah surat yang di tulis oleh Felly.


*Isi surat


Untuk: Rafael :-)


Hai El, aku ingin memberi tahu sesuatu bahwa kamu adalah laki-laki pertama yang dekat dengan ku, kamu juga laki-laki pertama yang memberikan banyak momen untukku.


Meskipun pertemuan pertama kita kurang mengesankan, karena saat itu kau berkata jika aku adalah wanita yang kau tabrak. Tapi tidak masalah, aku merasa senang bahkan jika kau ingin menabrak ku lagi. Gak deh gak, becanda. 😁


Satu hal yang sangat menyentuh hatiku itu kepedulian kamu dan orang tuamu, terimakasih karena kamu dan orabg tuamu membuat aku bisa bertemu dengan mom and dad ku.


Saat merasakan kasi sayang Daddy ku dan perhatian nya, aku merasa jika aku mendapatkan itu juga dari kamu. Meskipun cuek dan dingin, kamu begitu memperhatikan aku terimakasih.


Maaf jika aku hanya bisa memberikan jam ini untuk mu, aku berharap kamu akan memakai nya saat menemui aku nanti. 😊


Temui aku saat kamu memiliki waktu luang, jangan terlalu sibuk dengan duniamu sampai melupakan aku orang yang dulu sering kau ganggu.


Baik-baik maboy, see you 😊


**Felicia🌹***


Air mata Rafael mengalir deras saat membaca surat dari Felly, bahkan El merasa sesak di dadanya.


Si*l ini pertama kali nya El menangisi seorang wanita, sebelum nya mana pernah El menangis sampai seperti ini.


"Pulang fell pliss, kamu ingin melihat aku memakai jam nya bukan. Maka pulanglah ada hal yang ingin aku katakan kepadamu " Lirih Rafael.


"Fell plis pulang, jangan kaya gini gak lucu. Jangan melarikan diri, maaf jika akhir-akhir ini aku cuek sama kamu." Teriak Rafael, lelaki itu terlihat begitu terpukul.


Dena dan Kean yang menunggu El di depan pintu kamar nya saling menatap, ini benar-benar momen langka dari putra mereka.


"Mom kasihan kakak." Lirih Ayaza.


"Kita pasti menemukan Felly sayang tenanglah." Ucap Dena, Aya mengangguk ia bingung harus bagaimana.


Ayaza merasa tidak tega mendengar Rafael yang terus berteriak, ia memutuskan untuk pergi keluar dari rumah.


Ayaza bahkan keluar dari gerbang utama rumah nya, ia berjalan menuju taman komplek.


Ayaza duduk di taman ia menatap langit yang penuh bintang, sampai seseorang membuat Ayaza terkejut.


"Anak gadis malam-malam begini diluar gabaik tau." Ujar nya, Ayaza menoleh kesal.


"Kakak bisa tidak si jangan bikin Aya jantungan." Kesal nya, Kenzo tertawa kecil menatap Ayaza.


"CK, maaf ya. Lagian kamu ngapain malam-malam keluar?" Tanya Kenzo.


"Aya lagi bosan dirumah pengen liat bintang." Jawab nya.


"Hmmmmm." Sahut Ayaza.


"Tau gak si dari semua bintang cuma satu yang paling terang, dan itu setiap hari mau siang sore ataupun malam." Ucap Kenzo menatap Ayaza, dan membuat Ayaza menoleh.


"Haha, mana ada bintang di siang dan sore." Ucap Ayaza tertawa.


"CK, gak ada ya." Kekeh Kenzo dengan menatap Ayaza.


"Kak." Panggil Ayaza.


"Hmmmmm." Sahut Kenzo, oh God Kenzo tidak terlihat seperti seorang pedofil kan saat berbicara disamping Ayaza.


"Kenapa ya kalau kita sudah sayang dan percaya sama orang, semua pasti kita lakuin sekalipun itu harus mengorbankan diri kita sendiri." Ucap Ayaza.


"Kamu sedang membicarakan tentang Felly?" Tanya Kenzo, Ayaza mengangguk.


"Kamu tau za setiap orang punya cara nya masing-masing, dan aku harap kamu tidak melakukan hal itu demi orang lain." Ucap Kenzo, Ayaza tertawa.


"Aku akan melakukan itu demi laki-laki yang akan menjadi pasangan hidup ku nanti." Ucap Ayaza.


"Lelaki seperti apa yang kamu inginkan?" Tanya Kenzo.


"Seperti Daddy, biarpun terlihat dingin dan tidak peduli. Kasih sayang Daddy besar dan tulus untuk mommy, Aya dan kakak." Ujar nya, lagi-lagi Kenzo tersenyum dan mengelus kepala Ayaza.


"Pulang za udah malam." Ucap Kenzo.


"Aya masih ingin disini." Lirih Ayaza.


"Kakak antar pulang yok." Ucap Kenzo, lekai itu menggenggam tangan mungil Ayaza.


Rafael adiknya bikin Kenzo gak karuan sungguh, hanya Ayaza yang mampu membuat Kenzo terlihat seperti orang bo*oh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Othor gue antara sedih sama bapeureu😭


A: Biar gak sedih-sedih amat lah Uun 😁


N: Bener juga si πŸ˜‚


A: Nah kan 😁


N: Cepet ketemuin felly ya Thor 😌


A: Semoga ya si Felly gak ngumoet jauh-jauh πŸ˜‚


N: Ngumpet gak tuh 😭


A: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*